.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Friday, 08 Dec 2017
Bagaimana Agar Panggilan Kerja Datang Kepada Saya?
Novita Kurniastining Wulan
Selamat Malam Bapak Eko. Semoga bapak sehat selalu. Mohon maaf menggangu waktu bapak. Saya mau bertanya, saya ingin mendapat panggilan kerja dari Bank BTN. Rencananya, Saya akan mengirimkan lamaran ke bank tersebut. Saya mempunyai pengalaman sebagai
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 5
Total Pengunjung: 892730

"Mengapa Menerbitkan Buku?"

Ada beberapa alasan mengapa Suryono Ekotama harus menerbitkan buku, antara lain :

1. MENYALURKAN BAKAT & HOBBY MENULIS

Sebagaimana dapat Anda jumpai di halaman terakhir buku-bukunya, Suryono Ekotama selalu mencantumkan alasan kenapa ia memilih berkarya untuk mengisi Kemerdekaan Indonesia dengan cara menulis & menerbitkan buku. Salah satu alasannya adalah karena ia memang berbakat dan hobby menulis.

Suryono Ekotama dilahirkan dengan bakat menulis. Ia menulis secara otodidak sejak duduk di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama). Usianya saat itu sekitar 15-an tahun. Tulisan-tulisannya saat itu bertema seni (berupa puisi) dan tema-tema sosial politik yang dijumpai disekitarnya. Buah karyanya ini seringkali dimuat di harian lokal yang beredar di Jawa Tengah & Daerah Istimewa Yogyakarta.

Alhasil, ia sering mendapatkan pujian dan dukungan dari para pembaca karya-karyanya, namun sekaligus juga mendapatkan kecaman bahkan sampai menerima surat-surat kaleng berisi ancaman pembunuhan gara-gara tulisannya yang dianggap bertentangan dengan norma kemapanan pada saat itu. (Catatan: saat itu kebebasan berpendapat masih dikontrol oleh pemerintah orde baru, tidak sebebas seperti saat ini).

Ironisnya, Suryono Ekotama baru menyadari bakat istimewanya ini pada tahun 2008 ketika ia mulai menerbitkan buku-buku bisnis praktis. Sebelumnya, selama 31 tahun dalam hidupnya dihabiskannya untuk mewujudkan cita-cita orang tuanya, yakni sekolah yang baik dan kemudian setelah lulus menjadi pegawai atau karyawan yang suatu saat nanti akan mendapatkan gaji besar dan pensiun. Demi baktinya kepada orang tua, ia mencoba mewujudkan cita-cita itu, meski selalu gagal. Ia tidak laku bekerja di berbagai perusahaan karena otaknya terlalu kreatif dan kadang-kadang jauh melampaui masanya. Ini berpengaruh pada tindakannya.

"....Aku suka bekerja, tetapi aku tidak bekerja dengan hatiku ketika kreatifitasku terkungkung sistem yang dibuat orang lain. Seharusnya akulah yang membuat sistem itu.....! Allah telah menyadarkanku ketika usiaku 31 tahun..., dan aku mensyukurinya...."

Saat ini, disetiap waktu senggang dalam hidupnya, dipergunakan untuk mencatat hal-hal yang dianggapnya penting untuk kemajuan bangsa ini. Catatan-catatan itulah yang setiap malam antara pukul 21.00 sampai dengan dinihari pukul 04.00 dianalisa dan disusun menjadi sebuah buku.

".....Menulis adalah hobby yang mengasyikkan!.... Disinilah aku bisa mengungkapkan isi hati dan pikiranku kepada setiap orang dengan cara yang sama & tidak akan berubah dimakan jaman...."

Suryono Ekotama mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa ini. Bakat yang dikaruniakan Tuhan kepadanya sejak lahir, dapat disalurkan dan dimanfaatkan untuk mendatangkan rejeki baginya dan menjadi sarana berbagi kepada sesamanya. Ia mengisi waktu luang dengan menulis, menulis dan terus menulis........

"Tuhan Maha Pemurah. Tuhan telah memberikan bakat kepadaku. Maka sebaik-baik hidupku adalah mensyukuri nikmat-Nya dengan menyalurkan bakat dan hobby ini supaya bermanfaat bagi masyarakat luas...."

 

2. MEMBERIKAN MANFAAT KEPADA ORANG LAIN

Tuhan betul-betul Maha Pemurah! Setelah bersekolah selama 20 tahun (SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, Sarjana (Strata 1) 3,5 tahun dan Pascasarjana (Strata 2 - Master) 4 tahun), Suryono Ekotama tetap tidak menemukan jawaban untuk apa ia menuntut ilmu selama itu. Bahkan guru dan dosennya pun tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan ketika ia bertanya, kenapa ia harus menuntut ilmu setinggi itu.

Pertanyaan yang selalu berkecamuk di hatinya itu membuatnya bertemu dengan seseorang yang bahkan kuliah saja tidak lulus. Orang ini sangat misterius baginya, iapun tidak sepenuhnya mengenal dan percaya kepada orang ini. Tetapi ia bersyukur kepada Tuhan telah dipertemukan dengan orang ini, karena orang ini mampu menjawab pertanyaannya dengan sebuah kalimat sederhana : supaya kamu dapat memberikan manfaat kepada orang lain....!

"Tuhan Itu Maha Pemurah lagi Maha Bijaksana....! Ketika aku mengajukan pertanyaan sederhana, untuk apa aku menuntut ilmu sebagaimana yang diwajibkan orang tuaku, tidak ada seorangpun yang mampu menjawabnya. Orang tuaku, guru-guruku, dosen-dosenku bahkan profesor-profesorku seolah menjadi tidak berilmu. Tuhan akhirnya mengirimkan jawaban kepadaku melalui seseorang yang tidak lulus kuliah pada saat usiaku sudah 30 tahun. Katanya, aku harus memberikan manfaat untuk orang lain. Sejak itulah aku hidup.....!"

Dan ternyata.....,
memberikan manfaat untuk orang lain itu mengandung makna yang sangat dalam. Tidak semua orang mampu melaksanakannya. Dibutuhkan sebuah visi jauh kedepan dan pengorbanan akan kepentingan diri sendiri. Kita yang masih terjebak memikirkan diri sendiri tidak akan mampu berpikir untuk orang lain, apalagi untuk bangsa dan negara.

Prinsip bermanfaat untuk orang lain inilah yang akhirnya menjadi prinsip dasar hidup bagi Suryono Ekotama. Ia mensyukuri bahwa keluarganya telah dikaruniai rejeki cukup sehingga ia bisa memperoleh pendidikan sampai setingkat Master (S2). Rasa syukur itulah yang ia wujudkan dalam tindakannya kemudian sesuai dengan bidang kompetensinya.

Sebagai seorang sarjana dalam bidang ilmu hokum (program kekhususan hokum pidana), ia telah berhasil menyumbangkan buah pikiran untuk perkembangan hokum positif di Indonesia melalui bukunya yang berjudul Abortus Provocatus Bagi Korban Perkosaan Perspektif Viktimologi, Kriminologi & Hukum Pidana.

Sebagai seorang master dalam bidang hukum bisnis, ia berusaha untuk memajukan dunia usaha di Indonesia melalui peraturan-peraturan yang mendukung pertumbuhan dunia usaha. Buah pemikirannya tersirat dan tersurat dalam buku-buku bisnis praktis yang ditulis dan diterbitkannya. Visinya sangat sederhana dan sering ditulis di bagian muka buku-bukunya, yakni memberikan wawasan kepada masyarakat Indonesia supaya menjadi MAJIKAN TERDIDIK!

"Aku yakin, bangsa Indonesia baru akan menjadi bangsa yang besar jika sudah menjadi majikan terdidik, bukan buruh terdidik...!!! Mari kita cari buruh dari negara lain, kita cukup mengatur mereka untuk mengelola sumber daya alam yang kita punya....!"

Suryono Ekotama juga mensyukuri bahwa dirinya telah dibesarkan dalam keluarga pendidik. Kakeknya menjadi seorang guru pada jaman orde lama. Kedua orang tuanya menjadi dosen pada masa orde baru. Dunia pendidikanlah yang juga berperan besar membentuk jiwanya. Itulah sebabnya dalam setiap pokok bahasan didalam buku-buku yang ditulisnya ia menyisipkan pesan-pesan pendidikan untuk memajukan pola pikir bangsa ini supaya memiliki pola pikir sebagai majikan terdidik. Ia meyakini bahwa bangsa ini baru akan sejahtera jika mayoritas rakyatnya menjadi majikan terdidik, bukan buruh terdidik!

Sebagai seorang konsultan, ia tidak hanya melayani klien-klien yang mampu membayarnya. Bahkan ia menyediakan layanan khusus "Konsultasi Gratis" bagi para pembaca bukunya. Tulisan "Konsultasi Gratis" ini selalu tercetak mencolok di sampul muka buku-buku yang diterbitkannya. Layanan khusus ini diberikan semata-mata untuk memberikan manfaat lebih kepada para pembaca bukunya supaya lebih memahami apa yang ditulisnya sehingga didapatkan pemahaman yang komprehensif sebelum diaplikasikan.

".....Kuberikan kesempatan kepada setiap orang untuk berbicara langsung kepadaku.....
Sebab dengan senantiasa memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan mereka, itu membuatku harus belajar lebih banyak lagi dan lebih banyak lagi.
Belajar membuatku hidup.....,
mengamalkan apa yang kupelajari membuatku hidup lebih lama lagi.....!"

Sebagai seseorang yang mengajarkan konsep Majikan Terdidik, Suryono Ekotama juga memberikan contoh nyata. Bersama R. Joko Artono, S.E. ,  ia mengembangkan sebuah bisnis yang ditujukan untuk mendatangkan kesejahteraan bagi orang banyak. Bisnis itu adalah BARRACUDA (www.barracudaindonesia.com), sebuah bisnis perawatan mobil khusus anti karat, pelindung cat dan peredam suara. Bisnis ini dikembangkan dengan pola waralaba, sehingga banyak Warga Negara Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk menjadi majikan terdidik di negaranya sendiri, bahkan tidak menutup kemungkinan di negara orang lain.

Prinsip dasar hidup "Bermanfaat Untuk Orang Lain" ini jugalah yang melatarbelakangi Suryono Ekotama menjadi sangat produktif dalam menulis buah karya dalam setahun terakhir ini (2008 - 2009). Harapannya, buah pemikiran ini dapat disumbangkan untuk memajukan bangsanya supaya menjadi bangsa yang besar dan mampu meninggalkan karya besar untuk diteladani anak cucu.

"....Aku telah menemukan jiwaku yang hilang. Hidupku sekarang lebih bermakna, tidak lagi kosong sebagaimana telah kujalani selama hampir 30 tahun lamanya. Sekarang, kupersembahkan jiwa dan ragaku untuk kemajuan bangsaku...."

 

Page >> 1 | 2 |


<< Back To Home

 

Thursday, 15 Sep 2016

MEMPERINGATI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA, LAUNCHING BUKU BARU
RAHASIA MUDAH MENDAPATKAN PEKERJAAN

 

SURYONO EKOTAMA sering berkata pedas soal cara bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaannya. Mulai dari libur (tidak produktif), sampai lomba-lomba konyol yang tidak mendidik (balap karung, panjat pinang, makan kerupuk, dan sebagainya). Menurutnya, sebagai bangsa yang merdeka, seharusnya bangsa Indonesia mampu memperingati hari kemerdekaannya dengan cara yang lebih bermakna, misalnya lomba matematika, lomba fisika, lomba teknologi tepat guna, lomba disain baju, dan sebagainya yang menunjukkan kualitas manusia Indonesia yang sebenarnya.

Thursday, 21 Apr 2016

ULTAH KE-39, LAUNCHING BUKU


DATANG BAWA LAMARAN, PULANG BAWA SAHAM

 

Komitmen Suryono Ekotama untuk turut serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia betul-betul dibuktikan dengan karya nyata. Sepanjang tahun 2015, ia menerbitkan empat judul buku bertema peningkatan kualitas sumber daya manusia, yakni TRIK JITU JUAL DIRI (Gramedia Pustaka Utama), SUKSES MENEMBUS SELEKSI KARYAWAN (Gramedia Pustaka Utama), RAHASIA SUKSES SELEKSI WAWANCARA (Gramedia Pustaka Utama); CARA GAMPANG MENGUBAH KARYAWAN MENJADI ASET (Elex Media Komputindo).

Thursday, 05 Nov 2015

HARI SUMPAH PEMUDA, LAUNCHING BUKU

"CARA GAMPANG MENGUBAH KARYAWAN MENJADI ASET"

Hari Sumpah Pemuda diperingati sebagai kebangkitan pemuda pemudi Indonesia dan jiwa nasionalismenya. Pertanyaannya, apa yang sudah kita lakukan untuk memperingati hari sumpah pemuda ini untuk kemajuan bangsa Indonesia?

Banyak pemuda dan pemudi justru galau memperingati hari sumpah pemuda. Sudah sumpah pemudanya tidak hapal, tidak pula ada karya nyata yang disumbangkan untuk memajukan bangsa. Namun berbeda dengan Suryono Ekotama. Seperti biasanya, penulis yang masih mengklaim dirinya muda usia ini memperingati hari sumpah pemuda dengan karya nyata. Ia menerbitkan buku baru untuk memperbaiki kualitas bangsa Indonesia bersama Penerbit Elex Media Komputindo (Jakarta) berjudul CARA GAMPANG MENGUBAH KARYAWAN MENJADI ASET YANG PRODUKTIF DAN MENGUNTUNGKAN. Buku ini adalah buku ke-20 dari serial buku bisnis praktis yang diterbitkan oleh Suryono Ekotama.

Copyright 2009 - 2017 :: ekotama. All Rights Reserved.