.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Friday, 08 Dec 2017
Bagaimana Agar Panggilan Kerja Datang Kepada Saya?
Novita Kurniastining Wulan
Selamat Malam Bapak Eko. Semoga bapak sehat selalu. Mohon maaf menggangu waktu bapak. Saya mau bertanya, saya ingin mendapat panggilan kerja dari Bank BTN. Rencananya, Saya akan mengirimkan lamaran ke bank tersebut. Saya mempunyai pengalaman sebagai
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 5
Total Pengunjung: 892730

Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS

INTEGRITAS

Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini?

1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melakukan kegiatan lain yang menguntungkan dirinya sendiri tetapi merugikan kantor (melakukan perdagangan pribadi didalam kantor, menelepon temannya berjam-jam yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan kantor, diantar jemput temannya dan meninggalkan pekerjaan tanpa pamit). Semua itu terbukti dari hasil rekapan mesin absensi sidik jari, rekaman CCTV, dan laporan (kesaksian) rekan-rekan kerjanya. Anda juga menangkap basah hal yang sama pada saat melakukan sidak (inspeksi mendadak). Karyawan ini Anda beri sanksi mulai dari yang paling ringan berupa teguran sampai dengan yang paling berat berupa surat peringatan ketiga, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selama dalam masa pembinaan ini, karyawan tersebut tetap ngeyel bahwa ia tidak bersalah dan menuduh Anda sengaja membuat berbagai peraturan baru untuk menjeratnya.

2.Anda memberi pekerjaan kepada seorang pengangguran yang sudah lontang lantung melamar kesana sini lebih dari setahun tidak pernah lolos seleksi. Anda memberikan gaji yang layak beserta fasilitas-fasilitas yang cukup kepadanya. Bahkan Anda memberikan promosi jabatan sampai dua kali dan memberi kenaikan gaji sampai delapan kali. Karyawan ini pun merasakan manfaat yang besar setelah bekerja di perusahaan Anda, karena ia bisa terbebas dari belenggu masa lalunya, bisa mencukupi kebutuhan hidupnya, bisa memperluas wawasannya, dapat meningkatkan ketrampilan kerjanya dan siap menyambut masa depan yang lebih cerah. Namun tiba-tiba karyawan ini berubah 180 derajat. Ia mulai menyepelekan dan meremehkan perusahaan Anda. Katanya, perusahaan Anda hanya memberi gaji kecil dan fasilitas ecek-ecek. Perilakunya mulai memprihatinkan. Karyawan ini mulai mengabaikan etika, tatakrama, sopan santun, bahkan berbagai prosedur dan peraturan pun dilanggarnya. Anda berusaha membinanya tetapi karyawan ini justru menginjak-injak harga diri Anda dengan mengatakan bahwa Anda adalah orang tua yang jelek, miskin, sehingga tidak layak memberi nasihat untuknya.

3.Ada karyawan yang bekerja menyimpang dari SOP. Akibat dari penyimpangan prosedur ini, perusahaan dirugikan dan masuk dalam jeratan resiko bisnis yang sangat besar. Anda membinanya supaya karyawan ini kembali bekerja sesuai SOP sehingga perusahaan diuntungkan dan minim resiko. Tapi apa lacur, karyawan ini tidak mau mengubah cara kerjanya yang menyimpang itu dan justru menuduh Anda sengaja membuat SOP baru yang membuatnya terkena sanksi berkali-kali.

4.Anda menerima laporan dan keluhan dari semua anggota tim mengenai kelakuan satu orang karyawan yang bekerja tidak sesuai prosedur dan kelakuan karyawan ini merugikan semua anggota tim karena mengganggu kekompakan tim kerja dan menyebabkan ketidakadilan. Anda mengakomodasi keluhan tersebut, kemudian mencari dan menemukan bukti-bukti yang diperlukan untuk pembinaan dan membina karyawan tersebut supaya bertingkah laku professional sesuai dengan kelaziman di dunia kerja. Tetapi karyawan itu malah justru menuduh Anda tidak menyukainya dan mencari-cari kesalahannya.

5.Ada karyawan yang menjalin hubungan istimewa dengan salah satu mitra kerja perusahaan. Akibatnya, ia mengistimewakan satu orang mitra kerja ini dan mengabaikan puluhan mitra kerja lainnya. Alhasil, perusahaan dirugikan, karena satu orang mitra kerja ini memang terbukti tidak menyumbang pendapatan bagi perusahaan, kontribusinya bahkan hanya nol koma. Puluhan mitra kerja lainnya yang justru menyumbang pendapatan besar bagi perusahaan tidak mau lagi bekerjasama dengan perusahaan Anda karena merasa diabaikan. Celakanya lagi, karyawan ini juga memalsukan berbagai data konsumen untuk menguntungkan pacarnya tersebut, tentu saja dengan mengesampingkan kepentingan perusahaan dan merugikan perusahaan Anda. Ketika Anda berusaha membinanya dan meluruskannya kembali, karyawan ini justru menuduh Anda jatuh cinta kepadanya sehingga cemburu dan berusaha memisahkan dia dengan pacarnya.

6.Anda melakukan salah satu fungsi controlling dalam perusahaan, yakni menerjunkan auditor untuk melakukan audit berkala. Hasil audit mengatakan, terdapat kerugian perusahaan akibat ulah salah satu karyawan. Anda meminta pertanggungjawaban karyawan tersebut dan melakukan pembinaan dengan cara briefing / meeting tertutup di ruangan supaya tidak mengganggu kinerja karyawan lainnya. Briefing / meeting tersebut cukup sering Anda lakukan (seminggu 2x) karena Anda menginginkan karyawan ini dapat bekerja normal kembali dan menguntungkan perusahaan. Bukannya menerima dan menerapkan semua hasil briefing tersebut, karyawan Anda ke-GR-an dan menuduh Anda menyukainya, sehingga sering memanggilnya untuk meeting berdua didalam ruangan.

7.Ada karyawan berprestasi sangat rendah. Pencapaian targetnya maksimal hanya 30% dari target yang dibebankan. Anda berusaha membinanya, supaya pencapaian targetnya bisa mencapai diatas 75% sehingga terhindar dari sanksi. Pembinaan yang Anda lakukan masih dalam batas wajar, yakni membina kedisiplinan, attitude, sampai trik dan strategi untuk mencapai target. Tetapi karyawan ini justru mengancam Anda dan merecoki kehidupan pribadi Anda. Teror dilakukan dengan mengirim pesan, mengajak Anda bertengkar melalui telepon, menghasut orang lain untuk mencelakai Anda, bahkan menggunakan "jasa" orang lain untuk membuat perhitungan dengan Anda.

8.Ada karyawan yang terjerat utang, keuangan pribadinya morat marit. Anda mengetahui dari kasbon gajinya, gaya hidup yang diperlihatkan, serta berbagai masalah yang membelit pribadi karyawan tersebut yang terbawa sampai ke kantor. Oleh karena masalah tersebut sudah mengganggu kinerja karyawan tersebut, Anda berusaha membinanya dengan melatih berbagai trik manajemen keuangan dan berusaha membantu memberi solusi atas berbagai kesulitan yang menimpanya. Tetapi karyawan tersebut malah menuduh Anda mencampuri urusan pribadinya dan menantang Anda untuk menjual perusahaan Anda kepadanya. Anda terheran-heran, ada karyawan bergaji minim dan keuangan pribadinya morat marit mau membeli perusahaan Anda.

9.Anda berprinsip bahwa karyawan adalah asset. Untuk menerapkan prinsip ini, Anda memberi training bertahap kepada karyawan supaya ketrampilan kerjanya meningkat dari waktu ke waktu. Anda mendapatkan seorang karyawan yang lugu dan berpotensi besar untuk menjadi pimpinan perusahaan. Anda melatihnya dari hari ke hari, sehingga karyawan tersebut mahir bekerja. Anda juga mulai melatih karyawan tersebut untuk menguasai manajemen. Salah satu yang Anda ajarkan adalah manajemen transaksi dan administrasi. Anda mengajari karyawan ini menggunakan mesin scanner dan menyimpan data elektronik di komputer untuk menghemat ruang. Dalam waktu singkat, karyawan ini menguasai ketrampilan itu. Tetapi bukan digunakan untuk kepentingan perusahaan, melainkan untuk kepentingannya pribadi. Ia membuat surat dan dokumen transaksi palsu menggunakan scanner, di-edit sesuai kepentingannya, kemudian dicetak menggunakan printer laser warna. Perusahaan dirugikan, tetapi karyawan tersebut tetap saja berkilah meskipun sudah terbukti surat dan dokumen yang dibuatnya itu palsu bahkan menyalahkan aturan perusahaan yang melarang karyawan menerima / menggunakan / membuat dokumen asli tapi palsu.

10.Ada karyawan yang cerdas, ia mengetahui kalau nasibnya akan berakhir tragis. Karyawan ini sudah memperoleh SP3 atas berbagai pelanggaran berat yang merugikan perusahaan, sehingga sekali lagi melakukan pelanggaran yang sama, ia akan dipecat dengan tidak hormat. Karyawan ini tidak mau memperbaiki perilakunya. Ia buru-buru mengajukan surat pengunduran diri. Bahkan surat pengunduran dirinya itu dilaminating, mungkin maksudnya supaya awet dan bisa menghapus semua tanggung jawabnya. Surat pengunduran diri belum Anda setujui, karyawan ini sudah melarikan diri untuk menghindari tanggung jawab. Meskipun cerdas, karyawan ini sangat picik. Ia menganggap jika sudah mengundurkan diri, semua tanggung jawabnya atas perilaku yang menyimpang dan merugikan perusahaan itu bisa otomatis terhapus dengan sendirinya. Padahal semua pelanggaran hukum tetap dapat diproses sampai masa kadaluwarsa kasus tersebut.

11.Ada karyawan yang sudah keluar dari perusahaan Anda atas permintaannya sendiri dengan alasan sudah tidak nyaman bekerja di perusahaan Anda. Namun setelah keluar, mantan karyawan ini justru rajin menyambangi kantor Anda. Ketika ditanya oleh karyawan Anda lainnya, ia menjawab "dolan". Dulu ketika mau keluar katanya tidak nyaman, kok sekarang malah dolan? Mungkinkah orang dolan ketempat yang membuatnya tidak nyaman? Oleh karena sudah mengganggu suasana kerja di kantor, Anda berusaha menangkap basah mantan karyawan tersebut ketika "dolan" ke kantor dan memintanya untuk tidak mengganggu pekerjaan karyawan lain. Tapi mantan karyawan ini tetap merasa tidak bersalah dan malah justru menuduh Anda mengganggu privacynya.

12.Ada karyawan yang sedang Anda promosikan menjadi Kepala Cabang. Kepala Cabang adalah jabatan terendah di perusahaan Anda yang memiliki kewenangan untuk mengatur operasional perusahaan (meski terbatas hanya pada cabang yang dikepalainya saja). Tetapi karyawan ini menolak promosi tersebut dan malah mengundurkan diri. Celakanya, setelah mengundurkan diri, mantan karyawan ini justru melakukan berbagai upaya untuk mengatur jalannya perusahaan yang menguntungkan dirinya sendiri, melalui mantan rekan kerja dan atasannya. Ia menyampaikan berbagai informasi yang bernada provokatif, sehingga mantan teman kerja dan atasannya mengambil keputusan yang tidak sesuai dengan peraturan perusahaan. Manajemen perusahaan terganggu karena intervensi "orang luar" ini menyebabkan perusahaan terjebak dalam resiko bisnis yang besar, bahkan ada seorang karyawan aktif yang terancam dipecat karena melakukan pelanggaran kelas berat setelah termakan provokasi mantan karyawan ini. Training leadership yang Anda berikan dulu kepada calon kepala cabang ini mungkin berhasil, terbukti calon kepala cabang gagal ini bisa mempengaruhi mantan rekan kerja dan atasannya yang masih aktif di perusahaan. Tapi Anda tidak menyangka jika kemampuan mempengaruhi orang lain itu justru dipakainya untuk merusak perusahaan tempatnya bekerja dulu.

Jauh hari sebelum artikel ini ditulis, Warren Buffet pernah memberikan petuah bijak berdasarkan pengalamannya berbisnis:
We need three things in hiring people. The first is personal integrity, the second is intelligence and the third is a high energy level. But, if we don't have the first, the other two will kill you.
Integritas adalah satunya kata dengan perbuatan.
Contoh: Jika kita sudah setuju untuk bekerja di satu perusahaan, maka kita akan menjunjung nama perusahaan itu diatas kepala karena perusahaan itulah yang memberi rejeki kepada kita. Kita akan berusaha keras memajukan perusahaan tersebut supaya perusahaan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan kita, bukan malah meremehkannya, menyepelekannya bahkan menginjak-injaknya. Seseorang yang memiliki integritas tidak akan membandingkan perusahaan tempat kerjanya dengan perusahaan lain, sekalipun perusahaan tempat kerjanya itu lebih buruk daripada perusahaan lain. Ia justru akan membuat perusahaan tempat kerjanya itu membaik dan bahkan melampaui perusahaan lain.
Integritas menghasilkan kepercayaan.
Karyawan yang memiliki integritas tinggi akan mendapatkan kepercayaan dari pemilik perusahaan untuk memimpin perusahaan itu. Karyawan yang memiliki integritas biasa akan mendapatkan kepercayaan dari atasannya untuk melaksanakan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Tetapi jika kita memiliki karyawan yang tidak berintegritas, dapat terjadi dua hal ini:
1.Kita (perusahaan) "dibunuh" oleh karyawan yang tidak berintegritas itu. Dibunuh disini bisa diartikan, dirugikan, dirusak budaya kerjanya, dirusak sistem manajemennya, bahkan dirusak kualitas produknya. Dalam 12 kasus diatas jelas terlihat, perusahaan dirugikan oleh karyawan yang tidak memiliki personal integrity. Bahkan pemilik perusahaan pun mendapat ancaman dan terror oleh karyawan jenis ini. Karyawan yang tidak memiliki integritas juga cenderung menjadi provokator, sehingga bisa menghasut karyawan lainnya melakukan tindakan yang merugikan perusahaan.
2.Karyawan yang tidak berintegritas akan "membunuh" dirinya sendiri secara pelan-pelan dan menyakitkan. Ini yang tidak tertuang dalam petuah Warren Buffet diatas, karena petuah diatas memang ditujukan kepada bisnismen, bukan kepada karyawan. Jika pemilik perusahaan dan atasannya segera sadar telah diperalat oleh karyawan yang tidak berintegritas, mereka pasti akan melakukan tindakan-tindakan untuk menyelamatkan perusahaan. Karyawan yang tidak berintegritas biasanya segera "melarikan diri" untuk menghindari tanggung jawab atas perbuatannya yang merugikan perusahaan dan mulai terbongkar tersebut. Begitu karyawan ini melarikan diri, perusahaan segera memasukkan karyawan ini dalam Corporate Blacklist. Corporate Blacklist adalah daftar hitam perusahaan yang biasanya diakses oleh para pemilik perusahaan, direktur atau manajer HRD sebelum mereka memutuskan menerima karyawan baru. Jika nama kita sudah tercantum dalam corporate blacklist, kecil sekali kemungkinan kita akan mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan lain. Bahkan jika kita ingin mendirikan bisnis sendiri sekalipun, kita akan kesulitan mendapatkan mitra kerja yang baik karena para pemilik perusahaan yang memiliki integritas di bisnisnya pasti tidak akan mempercayai orang-orang yang tidak berintegritas semacam ini. Butuh puluhan tahun memulihkan nama baik. Itupun jika disertai usaha keras untuk berubah menjadi pribadi yang berintegritas. Rata-rata orang yang tidak berintegritas akan menikmati masa tuanya penuh kesengsaraan, tiada penghasilan pasti, tapi penyakit berat mendera sejadi-jadinya.

Jadi, masihkah Anda menganggap enteng masalah integritas?
Bagi perusahaan-perusahaan besar dengan manajemen tertata rapi, sudah dapat menyaring sampah-sampah seperti ini dengan mudahnya. Namun bagi UKM yang baru tumbuh dan berkembang, seringkali masih kebobolan dengan menerima orang yang terlihat cantik / tampan / menarik, tetapi ternyata integritasnya nol.
Semoga artikel ini membantu para owner, direksi, manajer untuk lebih selektif memilih karyawan.

 


Thursday, 15 Sep 2016

MEMPERINGATI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA, LAUNCHING BUKU BARU
RAHASIA MUDAH MENDAPATKAN PEKERJAAN

 

SURYONO EKOTAMA sering berkata pedas soal cara bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaannya. Mulai dari libur (tidak produktif), sampai lomba-lomba konyol yang tidak mendidik (balap karung, panjat pinang, makan kerupuk, dan sebagainya). Menurutnya, sebagai bangsa yang merdeka, seharusnya bangsa Indonesia mampu memperingati hari kemerdekaannya dengan cara yang lebih bermakna, misalnya lomba matematika, lomba fisika, lomba teknologi tepat guna, lomba disain baju, dan sebagainya yang menunjukkan kualitas manusia Indonesia yang sebenarnya.

Thursday, 21 Apr 2016

ULTAH KE-39, LAUNCHING BUKU


DATANG BAWA LAMARAN, PULANG BAWA SAHAM

 

Komitmen Suryono Ekotama untuk turut serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia betul-betul dibuktikan dengan karya nyata. Sepanjang tahun 2015, ia menerbitkan empat judul buku bertema peningkatan kualitas sumber daya manusia, yakni TRIK JITU JUAL DIRI (Gramedia Pustaka Utama), SUKSES MENEMBUS SELEKSI KARYAWAN (Gramedia Pustaka Utama), RAHASIA SUKSES SELEKSI WAWANCARA (Gramedia Pustaka Utama); CARA GAMPANG MENGUBAH KARYAWAN MENJADI ASET (Elex Media Komputindo).

Thursday, 05 Nov 2015

HARI SUMPAH PEMUDA, LAUNCHING BUKU

"CARA GAMPANG MENGUBAH KARYAWAN MENJADI ASET"

Hari Sumpah Pemuda diperingati sebagai kebangkitan pemuda pemudi Indonesia dan jiwa nasionalismenya. Pertanyaannya, apa yang sudah kita lakukan untuk memperingati hari sumpah pemuda ini untuk kemajuan bangsa Indonesia?

Banyak pemuda dan pemudi justru galau memperingati hari sumpah pemuda. Sudah sumpah pemudanya tidak hapal, tidak pula ada karya nyata yang disumbangkan untuk memajukan bangsa. Namun berbeda dengan Suryono Ekotama. Seperti biasanya, penulis yang masih mengklaim dirinya muda usia ini memperingati hari sumpah pemuda dengan karya nyata. Ia menerbitkan buku baru untuk memperbaiki kualitas bangsa Indonesia bersama Penerbit Elex Media Komputindo (Jakarta) berjudul CARA GAMPANG MENGUBAH KARYAWAN MENJADI ASET YANG PRODUKTIF DAN MENGUNTUNGKAN. Buku ini adalah buku ke-20 dari serial buku bisnis praktis yang diterbitkan oleh Suryono Ekotama.

Copyright 2009 - 2017 :: ekotama. All Rights Reserved.