.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Wednesday, 13 Aug 2014
Abortus Provocatus
Supandi
Dengan hormat,  Pak Ekotama say ingin menanyakan tentang abortus provocatus karena pada tanggal 12 Agustus 2014 ada berita bahwa Presiden SBY melegalkan aborsi (abortus provocatus) akibat korban pemerkosaan. menteri kesehatan menyetujui hal i
Konsultasi Ekotama
Sunday, 31 Aug 2014
ANTRI BBM...?!?
ANTRI BBM...?!? Aku geram melihat antrian kendaraan bermotor mencari "minum" di SPBU. Kepalaku panas karena terjebak kemacetan ditengah panas terik musim kemarau setiap melewati SPBU yang sekarang makin rapat saja jaraknya disetiap lajur jalan.
Pengunjung Saat ini: 6
Total Pengunjung: 479186

Tuesday, 26 Jan 2010

SENI MENJUAL DENGAN HATI


"Bagaimana Kita Harus Bisa Menjual Diri Sendiri Sebelum Menjual Produk?"

Mengapa di Indonesia banyak pengangguran? Jawabannya adalah karena para lulusan sekolah atau perguruan tinggi itu tidak mampu menjual dirinya sendiri kepada orang lain. Lowongan pekerjaan banyak tersedia. Buktinya banyak orang asing menjadi tenaga kerja di Indonesia. Lantas kenapa bangsa kita sendiri tidak laku di negerinya sendiri?

Guru atau dosen kita tidak pernah mengajarkan kepada kita bagaimana cara menjual diri. Mereka hanya mengajarkan ilmu yang ada di buku milik orang lain. Bayangkan jika sejak dari sekolah dasar kita tidak hanya diajari membaca, menulis dan berhitung, tetapi juga diajari menjual. Bisa dipastikan kita saat ini sudah menjadi bangsa Majikan Terdidik, bukan bangsa yang memproduksi tenaga kerja terdidik tetapi tidak laku di negerinya sendiri.

Kesuksesan seseorang bermula ketika ia berhasil menjual dirinya sendiri untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

(Hukum Kesuksesan, Ekotama, Agustus 2009)

Menjual adalah seni. Menjual merupakan ketrampilan, bukan ilmu teori. Oleh karena itu syarat utama bagi kita untuk bisa menjual sebuah produk adalah kita harus berhasil menjual diri kita sendiri. Untuk apa? Untuk mendapatkan yang namanya kepercayaan konsumen!

Buku SENI MENJUAL DENGAN HATI membuka wawasan kita bagaimana harus mempersiapkan penjualan yang sukses itu. Buku ini adalah buku praktis yang dapat langsung diaplikasikan isinya. Banyak sales yang gagal menjadi sales bukan karena mereka tidak dapat menjual produk, namun karena sebelumnya mereka tidak pernah dapat menjual diri mereka sendiri. Anda yang membaca buku ini dan dapat mengoreksi diri dapat memperoleh pencerahan luar biasa.

 

"Mengapa Marketing Menjadi Momok Yang Menakutkan Bagi Banyak Orang?"

Pemasaran dan penjualan adalah bidang yang sangat terbuka lebar untuk ditekuni. Bidang ini menyediakan lapangan kerja luar biasa besar. Bahkan dapat dikatakan seandainya seluruh pengangguran di Indonesia mau berkecimpung dalam bidang ini, bidang ini masih tetap kekurangan tenaga. Sedangkan disisi lain, pemasaran dan penjualan merupakan ujung tombak dari eksis atau tidaknya sebuah perusahaan. Perusahaan yang mampu menjual produknya akan tetap eksis dan dapat berkembang. Sedangkan perusahaan yang tidak dapat menjual produknya pasti akan gulung tikar.

Jika sedemikian pentingnya bagian pemasaran dan penjualan, kenapa bagian itu justru menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang, sehingga puluhan juta tenaga terdidik di Indonesia rela menganggur daripada menjadi salesman atau marketer? Jawabannya sepele, karena kita tidak pernah diajari menjual. Guru dan dosen tidak bisa mengajari menjual karena mereka bukan penjual. Mereka hanya menyampaikan ilmu yang mungkin mereka sendiri tidak yakin akan kebenarannya karena ilmu itu bukan bikinan mereka sendiri. Ketrampilan menjual hanya akan kita dapatkan dari pengalaman.

Buku SENI MENJUAL DENGAN HATI akan membuka cakrawala berpikir kita tentang banyaknya kegagalan penjualan akibat tingkah laku kita sendiri. Setidaknya ada 6 penyebab kegagalan penjualan yang menjadikan dunia pemasaran dan penjualan menjadi momok menakutkan. Siapapun yang membaca dan mampu meresapi apa yang disampaikan dalam buku ini dengan pikiran yang terbuka, akan dapat menghapuskan ketakutannya terhadap dunia pemasaran dan penjualan dan mampu mendaki tangga tertinggi kesejahteraan yang diimpikan banyak orang.

 

"Bagaimana Teknik Mengenali Pasar Bawaan?"

Menjual itu susah? Itu karena cara berpikir kita yang terlalu rumit. Selama sekolah kita memang tidak pernah diajari berpikir sederhana. Bahkan makin tinggi jenjang kita sekolah, kita dituntut untuk berpikir makin rumit. Itulah yang menyebabkan banyak orang tidak mampu menjual. Padahal dunia penjualan adalah dunia yang sangat simpel. Kita hanya perlu menukarkan produk kita dengan uang milik konsumen. Sangat simpel kan?

Tuhan Maha Pemurah. Kita dianugerahi pancaindera dan intuisi untuk bertahan hidup. Pernahkah kita berpikir bahwa orang-orang yang ada disekitar kita itulah yang membutuhkan produk kita? Lantas kenapa kita musti berpikir bahwa produk kita belum tentu bisa laku? Mari kita berpikir lebih cerdas, jangan menghapal ilmu yang tidak dapat diaplikasikan untuk mendatangkan kesejahteraan bagi kita.

Buku SENI MENJUAL DENGAN HATI membantu Anda untuk mengenali pasar yang tersedia disekitar Anda. Pasar ini luar biasa besarnya, sehingga dapat dikatakan secara ekstrim bahwa jika Anda hanya berdiri di suatu tempat saja, produk Anda laku terjual semua tanpa sisa. Kok bisa? Karena kita telah mengenali pasar kita. Anda masih belum mengenali pasar Anda? Buku ini wajib Anda baca!

 

"Bagaimana Cara Memanfaatkan Peluang Dari Penawaran Pesaing?"


Tidak bisa menjual karena banyak saingan? Pernyataan ini sering dijadikan alasan oleh orang-orang yang tidak bisa menjual. Tentu terdengar menggelikan bukan? Padahal justru dari persaingan itulah muncul peluang penjualan. Lagi-lagi, disini cara berpikir kita diuji. Hanya cara berpikir yang tidak umum yang dapat mengantarkan kita kepada kesuksesan.

Persaingan selalu menghadirkan peluang. Barangsiapa mengenali peluang dari pesaing, maka ia akan memenangkan persaingan tanpa disadari oleh pesaingnya.

(Hukum Persaingan, Ekotama, Agustus 2009)

Buku SENI MENJUAL DENGAN HATI membuka rahasia menjual dengan memanfaatkan peluang dari penawaran pesaing. Tentu ini kabar gembira bagi kita semua kan? Itulah sebabnya dunia pemasaran dan penjualan tidak pernah mati. Peluang selalu tersedia, bahkan dari penawaran pesaing sekalipun!

 

"Bagaimana Cara Membuat Komunitas Marketing?"

Banyak orang berpikir bahwa menjual itu sekedar menukarkan produk kita dengan uang milik konsumen saja. Betulkah demikian? Jika demikian adanya, maka tidak ada perusahaan yang menjadi besar. Banyak perusahaan akan kehabisan energinya hanya untuk menjual.

Menjual yang baik adalah sekali menjual laku selamanya. Untuk itulah diperlukan berbagai sarana penjualan yang mampu menciptakan penjualan abadi, atau setidaknya untuk jangka panjang. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan menggunakan sarana komunitas marketing.

Cara menjual yang baik adalah sekali menjual laku selamanya.

(Ekotama, Agustus 2009)

Buku SENI MENJUAL DENGAN HATI menambah satu lagi ketrampilan Anda untuk menghasilkan penjualan berkelanjutan. Didalam buku ini dibahas tuntas mengenai komunitas marketing, apa tujuannya, bagaimana melaksanakannya, dan bagaimana memetik hasilnya. Tentu tidak akan Anda sia-siakan bukan?

 

"Bagaimana Teknik Menyusun & Mengelola Database Untuk Mendapatkan Repeat Order?"

Menjual untuk jangka panjang bukanlah sekedar memindahkan kepemilikan barang dan uang belaka. Menjual untuk jangka panjang memerlukan teknik tertentu dan biasanya hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan kecil justru seringkali mengabaikan teknik ini karena dirasa membuang-buang waktu saja. Itulah sebabnya perusahaan kecil ini sulit menjadi besar karena penjualannya tidak pernah berkembang.

Menjual itu sederhana.
Tukarkan saja produk kita dengan uang milik konsumen. Setelah itu buatlah konsumen menukarkan uangnya dengan produk milik kita secara sukarela.

(Hukum Penjualan Berulang, Ekotama, Agustus 2009)

Untuk mendatangkan repeat order (penjualan berulang), diperlukan sebuah database pelanggan. Database ini harus disusun secara rapi dan dikelola secara professional. Untuk mengelolanya pun dibutuhkan tenaga terampil yang berpengalaman dan program penjualan yang menarik.

Buku SENI MENJUAL DENGAN HATI ini mengungkapkan dengan gamblang bagaimana teknik menyusun database dan mengelola database pelanggan dengan menggunakan program marketing yang menarik. Tentu teknik ini sangat bermanfaat bagi kita untuk membesarkan usaha khususnya untuk menciptakan penjualan berkelanjutan. Lantas, mengapa Anda belum membeli buku ini?

 

"Mengapa Penyelesaian Komplain Dalam Waktu Singkat Justru Menghasilkan Penjualan Ulang
(Repeat Order)?"

Siapapun yang pernah menjual, pasti pernah mengalami komplain. Komplain adalah ekspresi kekecewaan konsumen karena tidak mendapatkan sesuatu yang diharapkannya dari produk yang kita jual. Akankah kita mengabaikan komplain tersebut? Ataukah kita akan mengambil sikap sebaliknya dengan menempatkan penanganan komplain sebagai prioritas utama dalam rangka mewujudkan customer satisfaction?

Pada dasarnya komplain dapat diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Namun yang menjadikan komplain sulit diselesaikan bukanlah cara penyelesaiannya, tetapi birokrasi yang kita bikin untuk menyelesaikan komplain tersebut. Jangan sampai kita terjebak membuat alur penyelesaian komplain yang bertele-tele. Setiap detik waktu yang terbuang percuma untuk menyelesaikan komplain makin menjauhkan kita dari kepuasan pelanggan yang dapat mendatangkan penjualan berulang.

Buku SENI MENJUAL DENGAN HATI menuntun kita untuk dapat membuat system penyelesaian komplain sesingkat-singkatnya. Makin singkat penyelesaian komplain, makin besar pula peluang kita untuk menciptakan penjualan berulang dari pelanggan tersebut. Jadi, kenapa musti menunggu pelanggan marah jika kita bisa membuat mereka bahagia dan melakukan pembelian berulang kepada kita lagi?

 

"Mengapa buku ini harus diterbitkan?"

Ada dua alasan mengapa buku ini harus diterbitkan :

  • Pertama, buku ini merupakan hasil olah otak orisinil dari Suryono Ekotama dan Sri Wulandari. Semua yang tertuang didalam buku ini adalah buah dari pengalaman keduanya dalam bidang marketing yang dianalisis menggunakan kemampuan analisis mereka sebagai sarjana lulusan Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Karya-karya orisinil seperti inilah yang seharusnya disumbangkan oleh para sarjana di Indonesia untuk memajukan bangsa ini dan patut dilindungi hak ciptanya oleh negara.
  • Kedua, masih banyak orang yang phobia dengan pemasaran dan penjualan. Padahal bidang inilah yang menentukan sukses atau tidaknya seseorang atau perusahaan. Dengan lahirnya buku ini diharapkan ketakutan tidak beralasan seperti itu dapat terkikis habis. Buku yang dijual dengan harga murah ini dapat dijadikan referensi puluhan tahun lamanya, asalkan tidak rusak dimakan jaman.


"Siapa yang menerbitkan buku ini?"

Penerbit                  : Media Pressindo
Alamat Penerbit       : Jl. Irian Jaya D-24 Perum Nogotirto Elok II Yogyakarta 55292
Telp. / Fax.             : (0274) 523845, 7103084 / (0274) 620879
Email                      : medpressgroup@yahoo.com

Distributor               : PT Buku Kita
Alamat Distributor   : Jl. Kelapa Hijau No. 22 RT 006/03 Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta 12620.
Telp. / Fax.             : (021) 78881850 / (021) 78881860
Email                      : marketingbukukita@gmail.com
Website                  : http://www.distributorbukukita.com

Data Buku : cetakan pertama tahun 2009; 152 halaman; 14,5 x 21 cm

Buku ini masih dapat dijumpai di toko-toko buku di seluruh Indonesia, atau dapat dipesan melalui penerbit/distributor tersebut diatas.


"Siapa penulis buku ini?"

Buku ini merupakan karya orisinil Suryono Ekotama dan Sri Wulandari. Ditulis dalam waktu 3 bulan berdasarkan pengalaman pribadi mereka sebagai marketer.


"Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap buku ini?"

Berdasarkan penelusuran penulis melalui penerbit maupun distributor dan toko buku, buku ini termasuk buku yang tingkat penjualannya stabil. Hal ini dipengaruhi karena tema yang dipilih adalah tema yang dapat laku sepanjang masa (bukan tema kontemporer). Sampai saat ini, tercatat ribuan orang telah membaca buku ini dan beberapa diantaranya telah memberikan kesaksian melalui email kepada penulis.


Saran penulis :

Buku ini sangat bermanfaat bagi generasi muda di Indonesia yang bercita-cita menjadi Majikan Terdidik. Buku ini juga sangat bermanfaat bagi siapa saja yang memiliki jiwa kemerdekaan dalam arti sesungguhnya dan ingin mengisi kemerdekaan Indonesia dengan hasil karya yang diakui dunia.
Meskipun demikian, penulis menyarankan supaya Anda tidak menjadi pembaca pasif. Untuk memperoleh manfaat yang nyata dari buku ini, Anda harus menjadi pembaca yang aktif, yakni membaca bagian per bagian secara bertahap. Setelah selesai membaca satu bagian kemudian langsung melakukan latihan atau percobaan aplikasi di lapangan. Setelah berhasil, ditingkatkan membaca bagian selanjutnya dan melakukan percobaan lagi sampai berhasil. Begitu seterusnya sampai mencapai hasil yang diinginkan.

 

 


Thursday, 28 Aug 2014

Surat Terbuka Untuk Pak Jokowi (3)

MUSNAHKAN JAS, GANTI DENGAN BATIK

 
Pak Jokowi, saya mendukung Anda karena Anda memiliki program Revolusi Mental yang sejalan dengan konsep Revolusi Indonesia saya. Namun melihat penampilan Anda akhir-akhir ini, saya kecewa. Anda makin rajin mengenakan jas. Dimana Revolusi Mental yang dulu Anda canangkan?

Pak Jokowi, Indonesia itu negara yang beriklim tropis. Tidak cocok mengenakan jas yang didesain untuk iklim dingin atau sub tropis. Jas itu budaya eropa, budaya barat. Harganya mahal, tidak ekonomis dan merupakan pemborosan. Apakah meniru budaya barat dan pemborosan itu dinamakan Revolusi Mental? Apakah meniru budaya barat itu disebut kemandirian dalam bidang budaya? Apakah melakukan pemborosan itu disebut kemandirian dalam bidang ekonomi?

Saturday, 16 Aug 2014

SURAT TERBUKA UNTUK BUPATI & DRPD KAB. BANYUMAS

SELAMATKAN PG KALIBAGOR...!


 
Bapak Bupati Banyumas dan seluruh Pimpinan maupun Anggota DPRD Kab. Banyumas, saya sangat sedih sekali melihat kondisi Pabrik Gula (PG) Kalibagor yang terletak di daerah Sokaraja, ditepi jalan utama Banyumas - Purwokerto, Jawa Tengah. PG peninggalan Belanda ini sudah bertahun-tahun terlihat dibiarkan tanpa perawatan dan penjagaan. Kondisinya sangat memprihatinkan. Padahal PG ini merupakan asset pemerintah dan dilindungi oleh undang-undang sebagai peninggalan sejarah (benda cagar budaya) yang harus dilestarikan.

Monday, 04 Aug 2014

KEMACETAN

Kemacetan itu sangat menyebalkan. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sama-sama gagal mengurai kemacetan. Artinya, mereka sama-sama gagal melakukan penghematan dan justru berperan serta melakukan pemborosan. Pemerintah pusat gagal mengendalikan laju produksi dan penjualan mobil atau motor, tentunya dengan alasan mereka sendiri. Pemerintah daerah gagal mengelola pajak kendaraan bermotor untuk memperbaiki dan menambah fasilitas jalan raya. Masih mau menyalahkan rakyat sebagai penyebab kemacetan? Maaf ya?!? Kami sebagai rakyat hidup di negara yang merdeka. Kami lahir bukan untuk disalahkan atas pengelolaan negara ini yang amburadul. Bukankah kami sudah membayar Anda (pemerintah) untuk mengelola negara ini dengan baik?

Mengapa kemacetan sama dengan pemborosan? Berikut ini alasannya:

Copyright 2009 - ekotama. All Rights Reserved.