.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Thursday, 02 May 2019
Permohonan Sharing Knowledge
Muhammad Alfis Budi Sanjaya
Selamat Sore Apakah memungkinkan, kami mengundang Bapak untuk melakukan Sharing Knowledge di Perusahaan? Terima kasih Best Regards Muhammad Alfis
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 8
Total Pengunjung: 1065541

Artikel Hukum dan Keadilan :: Ekotama


Thursday, 30 Aug 2012
RITUAL KORUPSI TAHUNAN : MANGKIR KERJA RAME-RAME

RITUAL KORUPSI TAHUNAN : MANGKIR KERJA RAME-RAME

 

Di bukuku KORUPSI DENGAN HATI : MENGANTISIPASI KERUGIAN PERUSAHAAN & INSTANSI, terbitan Elex Media Komputindo, tahun 2011, halaman 43 - 68 sudah kuuraikan tentang Korupsi Waktu. Apakah kalian menganggap aku mengada-ada menuliskan hal itu? Apakah kalian menganggap aku hanya berteori tanpa bukti? Ayo kita buktikan faktanya!

[more...]


Thursday, 16 Aug 2012
MODAR ON THE ROAD...!!!

MODAR ON THE ROAD...!!!

 

Di bukuku yang berjudul KORUPSI DENGAN HATI : MENGANTIPASI KERUGIAN PERUSAHAAN & INSTANSI terbitan Elex Media Komputindo, tahun 2011, di halaman 115 - 119 sudah kuuraikan lengkap tentang salah satu modus korupsi transportasi, yaitu menggunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi. Apakah uraian yang kutulis ini mengada-ada dan hanya teori belaka? Ataukah memang sebuah fakta? Ayo kita lihat buktinya.

[more...]


Tuesday, 09 Aug 2011
ANJING LEBIH MULIA DARIPADA KORUPTOR

ANJING LEBIH MULIA DARIPADA KORUPTOR

Sudah bertahun-tahun televisi Indonesia getol menyiarkan berita-berita koruptor. Beberapa waktu yang lalu, aku sedang menonton berita itu ketika anakku yang belum berumur sepuluh tahun mendekat dan tiba-tiba bertanya,

"Pa, apa sih koruptor itu?" tanyanya dengan polosnya.
Kulihat wajah anakku. Wajah itu masih sangat polos. Dari sorot matanya yang tajam kulihat bahwa ia memang ingin tahu. Matanya yang bening itu membuatku bersemangat untuk memberikan pengetahuan kepadanya.
"Apa Ibu Guru belum memberikan pelajaran tentang koruptor?" tanyaku.
"Enggak, Pa! Tidak ada pelajaran itu...!" sanggah anakku serius.
"Kenapa kamu pengen tahu tentang koruptor?" tanyaku.
"Kan di TV sering disebut, Pa! Tapi kok gak ada bentuknya. Apa sih koruptor itu?" tanyanya dengan mimik wajah yang sangat serius.
"Oke, sini Papa kasih tahu. Tapi janji ya? Nanti adek kasih tahu ke temen-temen yang lain kalau mereka bertanya tentang koruptor..."
"Siap, Pa!" sahut anakku antusias. [more...]


Sunday, 24 Jan 2010
ANTARA PRITA, MINAH, KORUPTOR (PENGKHIANAT BANGSA)

ANTARA PRITA, MINAH, KORUPTOR

(PENGKHIANAT BANGSA)


Aku kuliah mengambil jurusan pidana di Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Meskipun begitu, seumur hidupku baru satu kali aku menghadiri sidang pengadilan. Aku masih ingat, waktu itu kasusnya pencuri ayam. Pada saat dijatuhi hukuman pidana, si terpidana menangis, hakim berusaha memberikan nasehat pada kata-kata terakhirnya supaya si terpidana tidak mengulangi kesalahan yang sama. Si terpidana mengangguk-angguk. Namun tidak ada rasa iba di hatiku. Kupikir sudah sewajarnya ia dihukum karena mencuri ayam, apalagi memang terbukti di muka pengadilan. Aku menjadi percaya, kalau ilmu yang kupelajari memang bermanfaat untuk masyarakat. [more...]


Tuesday, 19 Jan 2010
RUMAHKU BANYAK TIKUSNYA...!

RUMAHKU BANYAK TIKUSNYA...!


Rumahku banyak tikusnya....!!! Bahkan yang lebih menyedihkan, sawah-sawah petani itu juga banyak tikusnya...! Tikus-tikus itu merusak harta bendaku tanpa ijin, bahkan dengan teganya memakan padi yang dengan susah payah ditanam petani itu. Betapa rakusnya hewan yang satu ini. Kucingku pernah lari terbirit-birit ketika mendapati tikus sebesar tubuhnya yang muncul dari got kotor di depan pasar. Yang bikin aku bingung ini, apa fungsi hewan ini di dunia? Apa memang diciptakan untuk merugikan manusia? Mengapa hewan ini ada di setiap sudut dunia ini? Bahkan di laboratorium-laboratorium canggih dengan pengamanan maksimum yang tidak semua orang bisa masuk saja ada tikusnya...!!! [more...]


1

Wednesday, 08 May 2019

MEMILIH & DIPILIH

 

Banyak yang menduga saya golput gara-gara menulis artikel berjudul HAK dibawah. Padahal saya menulis artikel itu untuk meluruskan paham-paham demokrasi yang menyimpang. Memilih adalah hak, bukan kewajiban. Jika memilih adalah sebuah kewajiban, pasti ketentuannya sudah tercantum dalam undang-undang yang mengikat seluruh warga negara. Hak tidak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, tentu saja melanggar HAM dan menimbulkan masalah baru. Semoga para elit politik yang suka memaksakan kehendak dengan menakut-nakuti rakyat untuk memilih mereka, cepat sadar dan mau belajar kembali tentang demokrasi. Untuk menjadi bagian atau pemain dari demokrasi, kita harus memahami demokrasi itu sendiri luar dalam. Para penganut machstaat (negara berdasar kekuasaan) tidak layak hidup dalam negara demokrasi dan berbahaya bagi eksistensi demokrasi itu sendiri.

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Friday, 15 Mar 2019

KEPRIBADIAN KONTESTAN PEMILU

Pemilu akan dilaksanakan sebulan lagi. Apakah Anda sudah memiliki pilihan? Siapa yang Anda pilih? Apa pertimbangannya? Apakah hanya semata karena kesamaan golongan dan kesamaan kepentingan? Ataukah ada pertimbangan lain yang lebih beradab?

Sebenarnya ada satu hal yang seharusnya menjadi pertimbangan utama kita untuk memilih kontestan pemilu, yakni kepribadiannya. Kepribadian sangat penting artinya karena menjadi dasar berpikir dan bertindak bagi seseorang. Jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian buruk, maka nasib bangsa ini bisa buruk. Sebaliknya, jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian baik, nasib bangsa ini bisa lebih baik.
Darimana kita menilai kepribadian kontestan pemilu? Caranya sangat mudah, yakni dengan melihat apa yang mereka lakukan selama menjadi kontestan pemilu. Kepribadian mereka tercermin dari pikiran dan tindakannya. Pikiran negatif dan tindakan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat cerminan dari kepribadian yang buruk. Pikiran positif dan tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat mencerminkan kepribadian yang baik.

Dalam menentukan baik buruknya kepribadian kontestan pemilu, indikator umum yang kita gunakan sebagai pedoman adalah:
1. Tidak melanggar peraturan (hukum positif Indonesia)
2. Tidak mengganggu kepentingan umum
3. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
4. Sopan dan beretika

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.