.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Thursday, 02 May 2019
Permohonan Sharing Knowledge
Muhammad Alfis Budi Sanjaya
Selamat Sore Apakah memungkinkan, kami mengundang Bapak untuk melakukan Sharing Knowledge di Perusahaan? Terima kasih Best Regards Muhammad Alfis
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 3
Total Pengunjung: 1065531

Artikel Kebangsaan :: Ekotama


Monday, 18 Aug 2014
MERDEKA...?!?

MERDEKA...?!?



Heiii...., kalian...! Yang sekarang ini sedang berpesta pora merayakan kemerdekaan Indonesia. Apakah kalian sudah merdeka?!? Hiduplah di dunia nyata dan cerdaslah berpikir layaknya orang merdeka!

1.Ketika kalian bersusah payah memanjat pohon pinang yang dilumuri oli itu, bangsa asing sedang bersusah payah mengebor bumi Indonesia untuk mendapatkan harta karun kita...!

2. Saat kalian bergembira ikut lomba makan kerupuk itu, bangsa asing juga tengah bergembira menikmati rejeki yang didapatkan dari merampok negara kita...!

3. Ketika kalian dijemur kepanasan di tengah lapangan untuk menghormat bendera dan terpesona dengan upacara megah yang memboroskan anggaran negara, bangsa asing tengah bergerilya dibawah kaki kita untuk merampok kekayaan kita...!

4. Pada saat kalian berdansa dan menari gembira ditengah gelimang utang, bangsa asing tengah merancang strategi untuk memiskinkan kalian dengan utang yang makin besar dan mencekik...!

5. Pada saat kalian dininabobokkan dengan angka pertumbuhan ekonomi yang katanya tinggi itu, bangsa asing sedang mengembangbiakkan sistem ekonomi mereka untuk menjajah negara kita...! [more...]


Sunday, 24 Jan 2010
TARI PENDET

TARI PENDET
Promosikan Produkmu!

 

Bukankah sudah kukatakan, bahwa :

Jika Anda tidak bicara,
tiada seorangpun mengenal Anda!

(Hukum Promosi Murah Meriah, Ekotama, buku Trik Jitu Promosi Murah Meriah, Cemerlang Publishing, 2009, halaman 3)


Oleh karena itu, wajib bagimu untuk mengatakan siapa dirimu. Tunjukkan kepada dunia bahwa kita memiliki hak yang kita warisi dari nenek moyang kita. Tunjukkan kepada anak cucu kita bahwa kita telah berbuat yang terbaik untuk masa depan mereka! Tunjukkan kepada siapapun yang memiliki mata di dunia bahwa tari pendet adalah kekayaan dan lambang kejayaan nusantara! [more...]


Sunday, 24 Jan 2010
KERUMUNAN UMAT MENCARI SEDEKAH

KERUMUNAN UMAT MENCARI SEDEKAH


Sudah beberapa tahun terakhir ini hanya kusaksikan lebaran lewat televisi. Kupikir itu lebih aman dan nyaman dibandingkan dengan harus berjibaku bertaruh nyawa dan membuang-buang tenaga di ladang pembantaian. Menurutku, silaturahmi masih bisa dilakukan lebih cepat dan lebih aman dengan sebuah telepon genggam, sebuah benda ajaib, souvenir dari abad 21. Benda ini betul-betul menghubungkan orang, membuat dunia serasa hanya dalam jangkauan tangan. Luar biasa anugerah Tuhan ini. [more...]


Sunday, 24 Jan 2010
HIKMAH PUASA

HIKMAH PUASA

 

Setiap bulan Ramadhan tiba, aku selalu mendapatkan ucapan permintaan maaf dan ucapan selamat dari banyak orang supaya bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. Ucapan-ucapan inipun kubalas dengan ungkapan sukacita. Meskipun didalam hatiku sebenarnya mulai muncul penyakit tahunan, sedih yang kurasakan setiap bulan puasa tiba. Kesedihanku ini mungkin hanya kurasakan sendiri, karena tiap kuungkapkan kepada orang lain maka orang lain itu menganggapku tidak waras. Itulah sebabnya kutulis dalam bagian ini supaya bisa meringankan beban hatiku. Tidak ada maksud apapun, selain untuk kemajuan bangsaku. [more...]


Sunday, 24 Jan 2010
EMPAT KAPAL INDUK

EMPAT KAPAL INDUK


Aku masih ingat. Ketika duduk di bangku SD dahulu, di dinding kelasku selalu terpampang peta Indonesia dengan ukuran yang besar. Bahkan tanganku saja seolah tidak mampu meraih ujung satunya saking panjangnya peta itu yang membujur dari arah barat ke timur. Sebagai anak-anak yang baru tumbuh jiwanya, sungguh takjub aku melihat negaraku yang demikian luasnya itu. [more...]


Sunday, 24 Jan 2010
17 AGUSTUS

17 AGUSTUS
Renungan Untuk Bangsaku Yang Merdeka


Seumur hidupku, kucatat sudah 27 kali aku mengikuti secara langsung peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus. Dahulu, jaman aku masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak, guru-guruku selalu mengajak kami untuk berpawai sambil membunyikan kentongan seolah-olah kita meronda disiang bolong. Kebiasaan itu ternyata masih harus kulakukan secara rutin sampai tahun 1990, saat aku terakhir mengenyam bangku sekolah dasar. [more...]


Sunday, 24 Jan 2010
HANTU LAUT

HANTU LAUT!


Ketika aku bertemu dengan saudara-saudaraku dari Papua, terkadang kuterima cerita yang membuatku murka. Mereka hanya punya perahu sederhana. Tetapi mata mereka melihat kapal cepat merampas harta samudera mereka dalam sekejap. Lautan seolah tiada berhantu, sehingga pencuri-pencuri itu tanpa rasa takut berebut harta keramat. Seandainya aku dapat berenang dengan cepat, akan kuarungi Laut Aru untuk mengusir penjajah ekonomi ini. [more...]


Tuesday, 19 Jan 2010
JEMBATAN EMAS

JEMBATAN EMAS


Ketika kutulis bagian ini, di mejaku berserak media massa yang mengulas tentang Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura. Jembatan ini membentang diatas Selat Madura dan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Mungkin jembatan ini juga akan dicatat Museum Rekor Indonesia (MURI) yang suka mencatat yang panjang-panjang, banyak-banyak atau besar-besar itu. Konon kabarnya, jembatan ini menjadi kebanggaan sebagian politisi tertentu karena namanya tercantum dalam prasasti pembangunan jembatan itu. [more...]


Tuesday, 19 Jan 2010
NEGARA TIADA BERNAMA

NEGARA TIADA BERNAMA


Ketika duduk di bangku SD dahulu, aku diberitahu guruku bahwa Indonesia itu terdiri dari belasan ribu pulau. Ketika aku dewasa sekarang, kucari informasi berapa tepatnya jumlah pulau di Indonesia itu. Menurut Departemen Dalam Negeri Indonedia tahun 2004 yang dikutip oleh Wikipedia, jumlah pulau-pulau di negara kita mencapai 17.504 pulau. Luar biasa! Itulah yang tergambar dalam benakku pada saat itu. Waktu itu aku hanya mampu berbangga hati dan mengagumi nenek moyangku yang telah mewariskan puluhan ribu pulau untuk keturunannya di Indonesia. Ini harta yang tiada terkira tentunya. [more...]


Wednesday, 13 Jan 2010
TAWON GUNG

TAWON GUNG


Seringkali kubaca Koran yang mengabarkan orang mati karena disengat tawon gung. Tawon gung itu tidak akan menyengat kalau rumahnya tidak diganggu. Artinya, orang yang mati ini memang mengganggu rumah tawon gung baik disengaja maupun tidak. Tawon gung mungkin tidak punya otak, tetapi mereka punya naluri dan harga diri. Begitu rumah yang dibangun dengan susah payah itu diganggu orang, maka tanpa perintah mereka langsung mengeroyok orang yang mengganggu itu sampai ajalnya tiba. [more...]


1

Wednesday, 08 May 2019

MEMILIH & DIPILIH

 

Banyak yang menduga saya golput gara-gara menulis artikel berjudul HAK dibawah. Padahal saya menulis artikel itu untuk meluruskan paham-paham demokrasi yang menyimpang. Memilih adalah hak, bukan kewajiban. Jika memilih adalah sebuah kewajiban, pasti ketentuannya sudah tercantum dalam undang-undang yang mengikat seluruh warga negara. Hak tidak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, tentu saja melanggar HAM dan menimbulkan masalah baru. Semoga para elit politik yang suka memaksakan kehendak dengan menakut-nakuti rakyat untuk memilih mereka, cepat sadar dan mau belajar kembali tentang demokrasi. Untuk menjadi bagian atau pemain dari demokrasi, kita harus memahami demokrasi itu sendiri luar dalam. Para penganut machstaat (negara berdasar kekuasaan) tidak layak hidup dalam negara demokrasi dan berbahaya bagi eksistensi demokrasi itu sendiri.

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Friday, 15 Mar 2019

KEPRIBADIAN KONTESTAN PEMILU

Pemilu akan dilaksanakan sebulan lagi. Apakah Anda sudah memiliki pilihan? Siapa yang Anda pilih? Apa pertimbangannya? Apakah hanya semata karena kesamaan golongan dan kesamaan kepentingan? Ataukah ada pertimbangan lain yang lebih beradab?

Sebenarnya ada satu hal yang seharusnya menjadi pertimbangan utama kita untuk memilih kontestan pemilu, yakni kepribadiannya. Kepribadian sangat penting artinya karena menjadi dasar berpikir dan bertindak bagi seseorang. Jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian buruk, maka nasib bangsa ini bisa buruk. Sebaliknya, jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian baik, nasib bangsa ini bisa lebih baik.
Darimana kita menilai kepribadian kontestan pemilu? Caranya sangat mudah, yakni dengan melihat apa yang mereka lakukan selama menjadi kontestan pemilu. Kepribadian mereka tercermin dari pikiran dan tindakannya. Pikiran negatif dan tindakan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat cerminan dari kepribadian yang buruk. Pikiran positif dan tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat mencerminkan kepribadian yang baik.

Dalam menentukan baik buruknya kepribadian kontestan pemilu, indikator umum yang kita gunakan sebagai pedoman adalah:
1. Tidak melanggar peraturan (hukum positif Indonesia)
2. Tidak mengganggu kepentingan umum
3. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
4. Sopan dan beretika

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.