.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Thursday, 02 May 2019
Permohonan Sharing Knowledge
Muhammad Alfis Budi Sanjaya
Selamat Sore Apakah memungkinkan, kami mengundang Bapak untuk melakukan Sharing Knowledge di Perusahaan? Terima kasih Best Regards Muhammad Alfis
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 3
Total Pengunjung: 1115347

Artikel Trik dan Strategi Bisnis :: Ekotama


Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS

INTEGRITAS

Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini?

1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melakukan kegiatan lain yang menguntungkan dirinya sendiri tetapi merugikan kantor (melakukan perdagangan pribadi didalam kantor, menelepon temannya berjam-jam yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan kantor, diantar jemput temannya dan meninggalkan pekerjaan tanpa pamit). Semua itu terbukti dari hasil rekapan mesin absensi sidik jari, rekaman CCTV, dan laporan (kesaksian) rekan-rekan kerjanya. Anda juga menangkap basah hal yang sama pada saat melakukan sidak (inspeksi mendadak). Karyawan ini Anda beri sanksi mulai dari yang paling ringan berupa teguran sampai dengan yang paling berat berupa surat peringatan ketiga, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selama dalam masa pembinaan ini, karyawan tersebut tetap ngeyel bahwa ia tidak bersalah dan menuduh Anda sengaja membuat berbagai peraturan baru untuk menjeratnya. [more...]


Tuesday, 16 May 2017
SUPERVISOR PROVOKATOR

SUPERVISOR PROVOKATOR

Sejatinya, fungsi Supervisor dalam struktur organisasi perusahaan adalah sebagai pengawas operasional pekerjaan sehari-hari. Tugasnya mengawasi kinerja unit kerjanya. Jika unit kerjanya menyimpang dari SOP atau ketentuan perusahaan, ia wajib meluruskannya kembali. Jika unit kerjanya mengalami demotivasi, ia wajib memotivasi. Jika unit kerjanya sudah termotivasi, ia wajib mengembangkan unit kerja tersebut supaya dapat berprestasi lebih tinggi. Jika unit kerja atau salah satu anggota unit kerjanya mengalami masalah yang menyebabkan kinerjanya memburuk, ia wajib memberikan bantuan berupa saran, nasehat, solusi, supaya unit kerja atau anggotanya itu produktif kembali. Jika anggota unit kerja melanggar ketentuan perusahaan, ia wajib memberikan sanksi dengan sepersetujuan atasannya yang lebih tinggi. Jadi, fungsinya sangat mulia didalam sebuah organisasi bisnis. [more...]


Saturday, 13 May 2017
KORUPSI KELAS TERI

KORUPSI KELAS TERI

Pertanyaannya adalah "apakah perusahaan Anda saat ini bebas dari budaya korupsi?"
Saya yakin Anda harus berpikir dulu sebelum menjawab. Jikalaupun Anda menjawab ya, pasti jawaban tersebut tidak disertai keyakinan 100%.

Korupsi adalah perbuatan atau tindakan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Perbuatan ini sengaja dilakukan dengan kesadaran penuh. Modusnya dengan mengakali peraturan yang berlaku. Bisa dilakukan seorang diri atau dilakukan dengan bantuan orang lain yang memiliki kewenangan lebih besar. Tujuannya untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. [more...]


Friday, 18 Oct 2013
S.O.P HARUS MENGUNTUNGKAN...!

S.O.P HARUS MENGUNTUNGKAN...!

Beberapa waktu terakhir ini saya dibikin geli oleh pertanyaan beberapa orang. Mereka bertanya, "Pak, saya sudah membuat dan menerapkan S.O.P. (Standard Operating Procedure), bahkan S.O.P. ini sudah standar ISO, tapi kok hasilnya tidak seperti yang saya harapkan ya? Tidak ada perubahan di perusahaan"

Usut punya usut, ternyata penanya ini rata-rata tidak mengetahui esensi sebuah S.O.P. Ada beberapa dari mereka yang membuatkan S.O.P. di konsultan, tetapi ternyata itu hanya copy paste dari S.O.P. perusahaan lain. Ada pula yang membuat sendiri, tetapi pedomannya salah. Sebelumnya ia mengikuti seminar / workshop tentang S.O.P., tapi instrukturnya bukanlah bisnisman. Instrukturnya adalah seorang konsultan yang tidak memiliki bisnis sama sekali. [more...]


Friday, 27 Jul 2012
RUMUS PRODUKTIFITAS PERUSAHAAN

RUMUS PRODUKTIFITAS PERUSAHAAN


Korupsi sangat merajalela di Indonesia. Tidak ada instansi yang bebas dari tindakan korupsi. Korupsi telah berkembang dengan berbagai modus operandi dan motifnya. Perusahaan swasta maupun instansi pemerintah banyak dirugikan akibat perilaku korup (perilaku menyimpang dengan menyalahgunakan kewenangan atau jabatan) para oknum karyawan atau pegawainya. Saking mengurat akarnya korupsi di masyarakat, lahirlah budaya korupsi (corruption culture). [more...]


Tuesday, 20 Mar 2012
NASIB MINIMARKET WARALABA

NASIB MINIMARKET WARALABA

Guru SD-ku mengajarkan kepadaku : "kebersihan adalah pangkal kesehatan...!"
Guru agama-ku mengajarkan kepadaku : "kebersihan adalah bagian dari iman...!"
Guruku mengajarkan kepadaku : "kejujuran adalah pintu surga & tipu muslihat adalah pintu neraka...!"

[more...]


Monday, 25 Jan 2010
7 HAL YANG MEMPENGARUHI BISNIS TAHAN KRISIS

7 HAL YANG MEMPENGARUHI
BISNIS TAHAN KRISIS


Krisis ekonomi pasti terjadi, kapanpun itu. Selama 10 tahun terakhir ini, Indonesia telah diguncang 2 krisis ekonomi skala global yang membuat tatanan ekonomi berantakan. Krisis ekonomi tahun 1997 - 1998 membawa akibat positif bagi dunia bisnis Indonesia karena munculnya pengusaha-pengusaha baru dari dalam negeri. Kemunculan pengusaha baru ini menguntungkan pemerintah Indonesia karena membantu menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran. [more...]


Monday, 25 Jan 2010
9 LANGKAH MEMBUAT BISNIS FRANCHISE

9 LANGKAH
MEMBUAT BISNIS FRANCHISE


Siapapun yang memiliki usaha tentu menginginkan usahanya dapat berkembang biak dengan cepat dimana-mana, sehingga keuntungan makin melimpah. Tahun 1990-an yang lalu rasanya mustahil mengembakbiakkan usaha secara cepat dan menguntungkan seperti ini, kecuali untuk perusahaan-perusahaan luar negeri yang memiliki ijin berinvestasi di Indonesia. [more...]


Monday, 25 Jan 2010
11 PILAR PENGELOLAAN KARYAWAN YANG SERING DILALAIKAN PENGUSAHA

11 PILAR PENGELOLAAN KARYAWAN YANG SERING DILALAIKAN PENGUSAHA


Sebagian besar dari kita selalu merasa sakit kepala jika sudah dihadapkan pada cara mengelola karyawan. Padahal yang membutuhkan jasa karyawan ya kita sendiri. Jika karyawan sulit diatur atau tidak bekerja semestinya, berarti ada sesuatu yang salah pada manajemen perusahaan kita. Hal yang paling mudah ditemukan adalah tidak adanya sistem pengelolaan karyawan yang memadai. [more...]


Monday, 25 Jan 2010
5 LANGKAH MENAJAMKAN FEELING KEWIRAUSAHAAN

5 LANGKAH
MENAJAMKAN FEELING KEWIRAUSAHAAN


Setiap orang memiliki bakat sebagai wirausahawan!
Stop! Jangan buru-buru menolak opini diatas. Realitanya setiap orang itu dilahirkan dalam kondisi sama. Tuhan menganugerahkan otak yang sama, pancaindera yang sama, pada saat kita terlahir ke dunia. Jika diantara kita ada yang sukses menjadi pengusaha, berarti setiap orang juga memiliki bakat itu. Yang membedakan adalah lingkungan tempat kita bertumbuh kembang. [more...]


1 2 NEXT

Tuesday, 09 Jul 2019

PEMILU 2020 & SETERUSNYA

Pemilu serentak 2019 telah usai dengan berbagai problematikanya, meskipun sebenarnya problematika ini sifatnya klise, selalu terjadi berulang sejak pemilu-pemilu sebelumnya. Oleh karena itu, supaya kita tidak memelihara kebodohan abadi dan bangsa kita cepat maju dan berkembang, penyelenggaraan Pemilu 2020 dan seterusnya harus dibenahi. Apa saja yang penting untuk dibenahi? Mari kita lihat uraiannya berikut ini:

MENGGUNAKAN ALAT BANTU MESIN
Sekarang jaman teknologi. Sebagian besar pekerjaan manual sudah tergantikan oleh mesin. Mesin dibuat untuk meringankan pekerjaan manusia. Demikian pula seharusnya pemungutan suara ini. Pemungutan suara yang dilakukan dengan bantuan mesin akan lebih efektif dan efisien. Caranya mudah saja kok. Warga negara yang mau memilih tinggal datang ke TPS, kemudian kemudian melakukan scan sidik jari atau retinanya. Setelah itu pemilih tinggal memilih gambar kontestan pemilu yang dipilihnya melalui layar atau dengan cara menekan tombol nomor. Selesai. Singkat sekali dan tidak bisa diulang. Data langsung masuk ke penyelenggara pemilu tingkat pusat. Bayangan saya, mesin pemilu ini sesederhana mesin absensi sidik jari atau mesin ATM (ada layarnya). Bahkan saya berharap, suatu ketika nanti pemungutan suara dapat dilakukan melalui handphone, sehingga pemilih dapat leluasa menggunakan hak pilihnya tanpa harus libur dan mengorbankan produktifitasnya.
Apa manfaatnya cara seperti ini?
Pertama, petugas KPPS tidak kelelahan, karena pekerjaan manualnya terbantu mesin, sehingga dapat terhindar dari sakit atau kematian yang tidak perlu. Jumlah petugas juga dapat diminimalisir, sehingga sangat efisien dari sisi biaya dan mengurangi tingkat human error.
Kedua, proses pemilu lebih cepat selesai, sehingga tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan politik. Tidak ada lagi sistem perhitungan bertingkat (berjenjang) yang berpotensi menimbulkan keresahan dan konflik.
Ketiga, mengurangi penggunaan kertas (go-green). Ramah lingkungan bukan?
Keempat, dalam jangka panjang sangat hemat biaya, karena mesin pemilu seperti ini dapat digunakan berkali-kali di pemilu berikutnya (bukan sekali pakai seperti kertas dan kardus).
Kelima, menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mengalami kemajuan, dari bangsa tradisional yang masih melakukan pemilihan secara manual dan selalu terjebak pada masalah yang sama, menjadi bangsa maju yang mampu memanfaatkan teknologi dan mampu meminimalisir masalah klise yang muncul. Ini lompatan kemajuan yang luar biasa.
Bagi orang yang anti kemajuan, pasti akan menolak dengan alasan tidak semua daerah dapat menggunakan teknologi seperti ini. Mengapa cara berpikirnya tidak dibalik? Jika tidak semua daerah dapat menggunakan teknologi seperti ini, bagaimana caranya supaya semua daerah dapat menggunakan teknologi maju seperti ini? Apa yang harus dilakukan? Sejelek-jeleknya, jika masih ada yang manual, prosentasenya tidak lebih dari 25%.

Wednesday, 08 May 2019

MEMILIH & DIPILIH

 

Banyak yang menduga saya golput gara-gara menulis artikel berjudul HAK dibawah. Padahal saya menulis artikel itu untuk meluruskan paham-paham demokrasi yang menyimpang. Memilih adalah hak, bukan kewajiban. Jika memilih adalah sebuah kewajiban, pasti ketentuannya sudah tercantum dalam undang-undang yang mengikat seluruh warga negara. Hak tidak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, tentu saja melanggar HAM dan menimbulkan masalah baru. Semoga para elit politik yang suka memaksakan kehendak dengan menakut-nakuti rakyat untuk memilih mereka, cepat sadar dan mau belajar kembali tentang demokrasi. Untuk menjadi bagian atau pemain dari demokrasi, kita harus memahami demokrasi itu sendiri luar dalam. Para penganut machstaat (negara berdasar kekuasaan) tidak layak hidup dalam negara demokrasi dan berbahaya bagi eksistensi demokrasi itu sendiri.

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.