.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Thursday, 02 May 2019
Permohonan Sharing Knowledge
Muhammad Alfis Budi Sanjaya
Selamat Sore Apakah memungkinkan, kami mengundang Bapak untuk melakukan Sharing Knowledge di Perusahaan? Terima kasih Best Regards Muhammad Alfis
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 3
Total Pengunjung: 1080386

Buku Bisnis Ekotama


posting date : Tuesday, 26 Jan 2010


"Mengapa Harus Memanfaatkan Media Massa?

Sadarkah kita bahwa selama ini kita hanya menjadi konsumen media massa? Coba saja tengok diatas meja di rumah atau di kantor kita. Pasti ada koran atau majalah. Bahkan rumah-rumah kita saat ini telah dihiasi dengan televisi. Handphone-handphone kita sudah dilengkapi dengan radio. Kita selalu menyisihkan anggaran untuk membeli koran, majalah, televisi atau radio. Tetapi apa yang kita dapatkan?

 


posting date : Tuesday, 26 Jan 2010


"Mungkinkah Promosi Dapat Dilakukan Dengan Biaya Sangat Murah?"

Kita selalu khawatir dengan uang, sehingga apapun yang kita lakukan selalu dinilai dengan uang. Memang benar bahwa tidak ada yang gratis di dunia ini. Namun bukankah kita dapat bertindak lebih bijaksana jika hal itu menyangkut dengan anggaran perusahaan? Sebuah corporate action dapat dilakukan dengan biaya murah tanpa mengurangi kualitasnya. Inilah yang dinamakan trik atau strategi.

 


posting date : Tuesday, 26 Jan 2010


"Bagaimana Kita Harus Bisa Menjual Diri Sendiri Sebelum Menjual Produk?"

Mengapa di Indonesia banyak pengangguran? Jawabannya adalah karena para lulusan sekolah atau perguruan tinggi itu tidak mampu menjual dirinya sendiri kepada orang lain. Lowongan pekerjaan banyak tersedia. Buktinya banyak orang asing menjadi tenaga kerja di Indonesia. Lantas kenapa bangsa kita sendiri tidak laku di negerinya sendiri?

 


posting date : Tuesday, 26 Jan 2010


"Mengapa Takut Rugi Jika Tuhan Memberikan Kesempatan Kita Untuk Menuai Keuntungan?

Pernahkah kita sadar bahwa Tuhan memberikan kelimpahan kepada kita untuk mengelola alam semesta? Alam semesta tidak mengenal kerugian. Pohon tumbuh, berbuah, menyebarkan biji, tumbuh lagi, berbuah lagi, menyebarkan biji lagi dan seterusnya. Demikian pula hewan yang berkembang biak dengan sendirinya. Kita manusia tinggal memanfaatkannya. Jika demikian faktanya, mengapa kita masih takut rugi ketika akan melangkahkan pertama kali untuk berbisnis? Mengapa kita selalu menanyakan tentang kerugian terlebih dahulu jika Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk mendapatkan keuntungan?

 


posting date : Tuesday, 26 Jan 2010


"Apa Saja 3 Cara Mengembangkan Usaha?"


Siapa sangka jika setelah berhasil mendirikan sebuah usaha ternyata perjuangan kita belum selesai? Usaha yang sudah didirikan itu harus dikembangkan supaya tetap dapat memberikan manfaat untuk orang banyak. Mayoritas dari kita hanya tahu bahwa usaha yang sudah berjalan itu harus dibesarkan. Lantas bagaimana caranya?

 


posting date : Tuesday, 26 Jan 2010


"Mau Berbisnis Tidak Punya Modal?"

Inilah pertanyaan yang selalu diungkapkan banyak orang, tidak hanya kalangan muda usia bahkan sampai kalangan tua. Sebegitu takutnya mereka dengan yang namanya modal, sampai akhirnya mereka memilih terkubur hidup-hidup menjadi buruh selamanya, baik itu buruh pemerintah maupun buruh swasta. Demi ketakutan itu, mereka sanggup untuk menolak mentah-mentah karunia Tuhan Yang Maha Pemurah untuk menjadi Majikan Terdidik!
Mereka merelakan orang lain yang menjadi majikan atas diri mereka dan rela melihat orang lain lebih sejahtera daripada dirinya.

Buku BISNIS MODAL DENGKUL ITU OMONG KOSONG membuka cakrawala berpikir kita supaya tidak phobia terhadap modal. Bukankah kita semua ini dilahirkan dengan kapasitas otak yang sama? Jikalau ada orang-orang yang bisa menjadi Majikan Terdidik, mengapa kita harus menjadi buruh? Buku ini akan membelalakkan mata kita, betapa kita telah buta melihat sekeliling kita!

 


posting date : Tuesday, 26 Jan 2010


"Mengapa Kita Harus Membuat Bisnis Yang Tahan Krisis?"

Pertanyaan ini mungkin tidak pernah menghinggapi diri kita, karena kita terlalu sibuk memikirkan bagaimana memulai bisnis supaya tidak rugi. Padahal realita menunjukkan bahwa kondisi perekonomian dunia ini dalam sejarahnya tidak pernah stabil. Suatu saat perekonomian tumbuh, suatu saat akan terjadi resesi. Tentu saja kondisi perekonomian seperti ini akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Kita yang hidup di Indonesia sudah membuktikan sendiri krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997/1998 dan krisis ekonomi tahun 2008.

 


posting date : Saturday, 23 Jan 2010


"Mengapa Pengusaha Kecil & Menengah Sulit Mengembangkan Usahanya Menjadi Besar?"

Pernahkah Anda melihat kesibukan tetangga Anda yang menjadi pengusaha kecil? Apa yang dilakukannya tiap hari? Jawabannya pasti hampir sama : dia sibuk mengurusi usahanya, dia mengurus mulai jualan produk, penjualan sampai masalah keuangan, dia bekerja sendirian dan terkadang hanya dibantu oleh beberapa pembantunya, dia memilih membeli atau mendirikan rumah daripada memperbaiki tempat usahanya, dan seterusnya.

 


posting date : Saturday, 02 Jan 2010


"Sulitkah Memulai Bisnis Itu?

 

Ada cerita menarik tentang asal muasal bisnis pesawat terbang. Bisnis itu berasal dari mimpi sederhana : alangkah indahnya jika kita bisa terbang seperti burung. Bebas, bisa melihat apa saja dari atas sana, dapat hinggap dimana saja tanpa harus terkendala jalan tidak rata. Saya rasa setiap manusia memimpikan hal yang sama.


page
PREV 1 2

Tuesday, 09 Jul 2019

PEMILU 2020 & SETERUSNYA

Pemilu serentak 2019 telah usai dengan berbagai problematikanya, meskipun sebenarnya problematika ini sifatnya klise, selalu terjadi berulang sejak pemilu-pemilu sebelumnya. Oleh karena itu, supaya kita tidak memelihara kebodohan abadi dan bangsa kita cepat maju dan berkembang, penyelenggaraan Pemilu 2020 dan seterusnya harus dibenahi. Apa saja yang penting untuk dibenahi? Mari kita lihat uraiannya berikut ini:

MENGGUNAKAN ALAT BANTU MESIN
Sekarang jaman teknologi. Sebagian besar pekerjaan manual sudah tergantikan oleh mesin. Mesin dibuat untuk meringankan pekerjaan manusia. Demikian pula seharusnya pemungutan suara ini. Pemungutan suara yang dilakukan dengan bantuan mesin akan lebih efektif dan efisien. Caranya mudah saja kok. Warga negara yang mau memilih tinggal datang ke TPS, kemudian kemudian melakukan scan sidik jari atau retinanya. Setelah itu pemilih tinggal memilih gambar kontestan pemilu yang dipilihnya melalui layar atau dengan cara menekan tombol nomor. Selesai. Singkat sekali dan tidak bisa diulang. Data langsung masuk ke penyelenggara pemilu tingkat pusat. Bayangan saya, mesin pemilu ini sesederhana mesin absensi sidik jari atau mesin ATM (ada layarnya). Bahkan saya berharap, suatu ketika nanti pemungutan suara dapat dilakukan melalui handphone, sehingga pemilih dapat leluasa menggunakan hak pilihnya tanpa harus libur dan mengorbankan produktifitasnya.
Apa manfaatnya cara seperti ini?
Pertama, petugas KPPS tidak kelelahan, karena pekerjaan manualnya terbantu mesin, sehingga dapat terhindar dari sakit atau kematian yang tidak perlu. Jumlah petugas juga dapat diminimalisir, sehingga sangat efisien dari sisi biaya dan mengurangi tingkat human error.
Kedua, proses pemilu lebih cepat selesai, sehingga tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan politik. Tidak ada lagi sistem perhitungan bertingkat (berjenjang) yang berpotensi menimbulkan keresahan dan konflik.
Ketiga, mengurangi penggunaan kertas (go-green). Ramah lingkungan bukan?
Keempat, dalam jangka panjang sangat hemat biaya, karena mesin pemilu seperti ini dapat digunakan berkali-kali di pemilu berikutnya (bukan sekali pakai seperti kertas dan kardus).
Kelima, menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mengalami kemajuan, dari bangsa tradisional yang masih melakukan pemilihan secara manual dan selalu terjebak pada masalah yang sama, menjadi bangsa maju yang mampu memanfaatkan teknologi dan mampu meminimalisir masalah klise yang muncul. Ini lompatan kemajuan yang luar biasa.
Bagi orang yang anti kemajuan, pasti akan menolak dengan alasan tidak semua daerah dapat menggunakan teknologi seperti ini. Mengapa cara berpikirnya tidak dibalik? Jika tidak semua daerah dapat menggunakan teknologi seperti ini, bagaimana caranya supaya semua daerah dapat menggunakan teknologi maju seperti ini? Apa yang harus dilakukan? Sejelek-jeleknya, jika masih ada yang manual, prosentasenya tidak lebih dari 25%.

Wednesday, 08 May 2019

MEMILIH & DIPILIH

 

Banyak yang menduga saya golput gara-gara menulis artikel berjudul HAK dibawah. Padahal saya menulis artikel itu untuk meluruskan paham-paham demokrasi yang menyimpang. Memilih adalah hak, bukan kewajiban. Jika memilih adalah sebuah kewajiban, pasti ketentuannya sudah tercantum dalam undang-undang yang mengikat seluruh warga negara. Hak tidak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, tentu saja melanggar HAM dan menimbulkan masalah baru. Semoga para elit politik yang suka memaksakan kehendak dengan menakut-nakuti rakyat untuk memilih mereka, cepat sadar dan mau belajar kembali tentang demokrasi. Untuk menjadi bagian atau pemain dari demokrasi, kita harus memahami demokrasi itu sendiri luar dalam. Para penganut machstaat (negara berdasar kekuasaan) tidak layak hidup dalam negara demokrasi dan berbahaya bagi eksistensi demokrasi itu sendiri.

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.