.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Thursday, 02 May 2019
Permohonan Sharing Knowledge
Muhammad Alfis Budi Sanjaya
Selamat Sore Apakah memungkinkan, kami mengundang Bapak untuk melakukan Sharing Knowledge di Perusahaan? Terima kasih Best Regards Muhammad Alfis
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 3
Total Pengunjung: 1065531

Hukum Ekotama


posting date : Tuesday, 09 Apr 2013


HUKUM BEKERJA PADA HARI LIBUR

Mengapa sebagian orang bekerja pada saat sebagian yang lain libur? Sebab Tuhan Maha Adil, menghamparkan rejeki tiap hari untuk kita pungut secara bijaksana. Tuhan tidak pernah libur menghamparkan rejeki untuk kita. Barangsiapa mau bekerja, maka ia akan mendapatkan rejekinya. Barangsiapa libur, maka rejeki itu menjadi milik orang lain yang dengan ikhlas bekerja untuk memungutnya setiap hari. Barangsiapa iri hati dan dengki karena orang lain mendapatkan rejeki lebih banyak daripadanya, sama dengan melawan kehendak Tuhan.

Ekotama, 7 April 2013



posting date : Sunday, 24 Mar 2013


HUKUM REJEKI (2)

 

Barangsiapa bersyukur di pagi hari, makaTuhan sudah membukakan pintu rizky. Barangsiapa bijaksana, ia akan melangkahkan kaki untuk mengambil rejekinya. Kemudian tangannya diulurkan kepada sesama dan hatinya merendah kepada Tuhannya.

Ekotama, 18 Maret 2013



posting date : Monday, 30 Jul 2012


HUKUM KEKAYAAN 2

Barangsiapa kaya, ia tidak dinilai dari seberapa banyak uang disakunya, namun seberapa banyak asetnya yang berharga.

Ekotama, 30 Juli 2012

 


posting date : Monday, 23 Jul 2012


HUKUM TRANSAKSI

Kecepatan tanpa ketepatan = rugi
Ketepatan tanpa kecepatan = in-efisiensi
Kecepatan + ketepatan = untung

Ekotama, 5 Juni 2011

 


posting date : Monday, 23 Jul 2012


HUKUM 24.7.365

Barangsiapa ingin sukses dibidangnya, maka ia akan bekerja dibidang itu dalam waktu 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu dan 365 hari dalam setahun.

Demikian itu disebut pengorbanan untuk kesuksesan, yang melahirkan dedikasi yang tinggi dan penghormatan layaknya pahlawan.

Barangsiapa sukses, ia telah menaklukkan waktu dan waktu bekerja secara sukarela untuknya.

 

Ekotama, 10 November 2011

 


posting date : Monday, 02 Apr 2012


HUKUM KEUNTUNGAN YANG NYATA

 
Laba milyaran rupiah adalah rupiah demi rupiah yang disatukan dengan kerja cerdas dalam jangka waktu tertentu, bukan hasil dari sim salabim atau tipu-tipu.

Barangsiapa ingin mendapatkan laba milyaran rupiah, maka ia harus konsisten mencetak laba rupiah demi rupiah dan mengumpulkannya secara bijaksana.

 

Ekotama, 31 Maret 2012


posting date : Monday, 02 Apr 2012


HUKUM MENDENGARKAN, BERBICARA, MENULIS


Jikalau orang lain berbicara, DENGARKANLAH, maka rejeki akan datang kepadamu.

Jikalau engkau memiliki kesempatan berbicara, BICARALAH, maka rejeki akan datang kepadamu.

Jikalau kondisimu tidak memungkinkan berbicara dan mendengarkan, TULISLAH apa yang kau rasakan, maka rejeki akan datang kepadamu melalui tulisan itu.

Barangsiapa menggunakan telinganya dengan baik, mengucapkan kata-kata menggunakan mulutnya dengan baik, dan memanfaatkan kemampuan tangannya secara bijaksana, maka rejeki akan menghampirinya setiap saat. Demikian ini disebut orang yang terpelajar dan bijaksana.

 

Ekotama, 1 April 2012


posting date : Friday, 24 Feb 2012


HUKUM JEJAK LANGKAH (TRACK RECORD)

 

Barangsiapa melangkah 1 langkah setiap hari, maka dalam waktu 3 tahun, ia telah mencapai tempat sejauh 1000 langkah dari lokasi semula dan jejak langkahnya dapat diikuti orang lain yang memiliki tujuan serupa.

Barangsiapa rajin jalan ditempat, hanya menimbulkan debu yang tidak berguna dan ditinggalkan orang lain yang terganggu debu menyesakkan dada.

Barangsiapa melangkah maju mundur, jejak langkahnya tidak jelas dan menimbulkan kebingungan orang yang mencoba mengikutinya.

Barangsiapa menjadi pemimpin, ia maju selangkah tiap hari dan meninggalkan jejak yang jelas untuk diikuti pengikutnya.

 

Ekotama, 27 Juli 2010

 


posting date : Sunday, 06 Nov 2011


HUKUM BUDAYA KORUPSI


Budaya korupsi terjadi karena pembiaran terus menerus terhadap penyimpangan dan tiada upaya melahirkan budaya produktif dengan langkah nyata.


Ekotama, 8 Oktober 2011, pada buku KORUPSI DENGAN HATI : Mengantisipasi Kerugian Perusahaan & Instansi, hal 6.


posting date : Sunday, 06 Nov 2011


HUKUM KETELADANAN


Teladan yang baik belum tentu menghasilkan pengikut yang baik, karena untuk membuahkan kebaikan itu diperlukan pengorbanan. Namun teladan yang buruk mudah mendapatkan pengikut karena keburukan tidak membutuhkan pengorbanan dan kenikmatan yang dihasilkan dari keburukan itu mudah tercapai tanpa kerja keras.


Ekotama, 8 Oktober 2011, pada buku KORUPSI DENGAN HATI : Mengantisipasi Kerugian Perusahaan & Instansi, hal 8.


page
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 NEXT

Wednesday, 08 May 2019

MEMILIH & DIPILIH

 

Banyak yang menduga saya golput gara-gara menulis artikel berjudul HAK dibawah. Padahal saya menulis artikel itu untuk meluruskan paham-paham demokrasi yang menyimpang. Memilih adalah hak, bukan kewajiban. Jika memilih adalah sebuah kewajiban, pasti ketentuannya sudah tercantum dalam undang-undang yang mengikat seluruh warga negara. Hak tidak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, tentu saja melanggar HAM dan menimbulkan masalah baru. Semoga para elit politik yang suka memaksakan kehendak dengan menakut-nakuti rakyat untuk memilih mereka, cepat sadar dan mau belajar kembali tentang demokrasi. Untuk menjadi bagian atau pemain dari demokrasi, kita harus memahami demokrasi itu sendiri luar dalam. Para penganut machstaat (negara berdasar kekuasaan) tidak layak hidup dalam negara demokrasi dan berbahaya bagi eksistensi demokrasi itu sendiri.

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Friday, 15 Mar 2019

KEPRIBADIAN KONTESTAN PEMILU

Pemilu akan dilaksanakan sebulan lagi. Apakah Anda sudah memiliki pilihan? Siapa yang Anda pilih? Apa pertimbangannya? Apakah hanya semata karena kesamaan golongan dan kesamaan kepentingan? Ataukah ada pertimbangan lain yang lebih beradab?

Sebenarnya ada satu hal yang seharusnya menjadi pertimbangan utama kita untuk memilih kontestan pemilu, yakni kepribadiannya. Kepribadian sangat penting artinya karena menjadi dasar berpikir dan bertindak bagi seseorang. Jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian buruk, maka nasib bangsa ini bisa buruk. Sebaliknya, jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian baik, nasib bangsa ini bisa lebih baik.
Darimana kita menilai kepribadian kontestan pemilu? Caranya sangat mudah, yakni dengan melihat apa yang mereka lakukan selama menjadi kontestan pemilu. Kepribadian mereka tercermin dari pikiran dan tindakannya. Pikiran negatif dan tindakan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat cerminan dari kepribadian yang buruk. Pikiran positif dan tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat mencerminkan kepribadian yang baik.

Dalam menentukan baik buruknya kepribadian kontestan pemilu, indikator umum yang kita gunakan sebagai pedoman adalah:
1. Tidak melanggar peraturan (hukum positif Indonesia)
2. Tidak mengganggu kepentingan umum
3. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
4. Sopan dan beretika

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.