.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Friday, 14 May 2021
Mau beli buku
Tedjo Moelyono
Saya berminat membeli buku-buku nya tapi hubungi nomer telpon tertera tidak bisa, saya bisa dihubungi di 081 230 12658
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 5
Total Pengunjung: 1365704

PROFIL KLINIK BISNIS EKOTAMA (KBE)

 

Mayoritas pengusaha mendirikan dan mengelola bisnis secara otodidak. Mayoritas yang sukses karena kepepet (terpaksa), untuk menyambung hidup. Sedangkan masyarakat yang berniat / bercita-cita menjadi pengusaha, rata-rata gagal ditengah jalan sebelum usahanya menghasilkan.

Fakta itu sebenarnya mudah dipahami. Keterpaksaan (kepepet) menghasilkan trik dan strategi alami yang benar-benar dapat dipergunakan untuk mempertahankan kehidupan. Sedangkan cita-cita atau niat saja belumlah cukup untuk melahirkan trik dan strategi itu. Padahal trik dan strategi berbisnis itu sangatlah sederhana. Jauh sekali dari kesan rumit. Bahkan banyak yang tidak terpikirkan oleh kita yang mayoritas lulusan sekolah ini.

Pada saat kita sudah menjadi pengusaha, tantangan hadir kembali. Kita dituntut untuk mampu mengoperasikan bisnis dengan prinsip-prinsip professional, supaya bisnis maju dan berkembang. Mayoritas pengusaha otodidak memiliki hambatan serius ketika harus mengoperasikan bisnis secara professional. Akibatnya, bisnis menjadi stagnan. Perbandingan antara populasi UKM dengan populasi konglomerat di Indonesia membuktikan hal itu. Populasi UKM di Indonesia sekitar 50 juta. Namun hanya segelintir saja jumlah konglomerat di Indonesia. Membuktikan bahwa mengelola bisnis tidaklah segampang mendirikannya. Para UKM itu terjebak pada bisnis yang stagnan, mereka tidak mampu membesarkan usahanya karena tidak mengetahui trik dan strateginya. Padahal trik dan strategi untuk membesarkan bisnis juga sangat sederhana, bahkan lebih sederhana daripada trik dan strategi untuk mendirikannya.
KLINIK BISNIS EKOTAMA didirikan khusus sebagai wadah bagi:

  1. Para CALON PENGUSAHA, untuk menggembleng dirinya menguasai trik dan strategi bisnis sederhana yang mampu mengantarkannya meraih cita-cita menjadi pengusaha;
  2. Para PENGUSAHA, untuk menguasai trik dan strategi mengelola bisnisnya, sehingga bisnis tersebut memiliki potensi untuk maju dan berkembang;
  3. MASYARAKAT UMUM yang berminat pada dunia bisnis dan perkembangannya, termasuk disini kalangan akademisi (mahasiswa dan dosen yang tertarik dengan kewirausahaan).

Pada event KLINIK BISNIS EKOTAMA, seluruh peserta dapat melakukan sharing (berbagi) dan discuss (berdiskusi) dengan dipandu Bapak SURYONO EKOTAMA seputar trik dan strategi bisnis. Peserta harus aktif, lebih banyak bertanya lebih baik. Tujuannya, seluruh peserta mendapatkan manfaat sesuai dengan yang diharapkannya pasca mengikuti event ini.

KLINIK BISNIS EKOTAMA mengutamakan share skills (berbagi ketrampilan bisnis) bukan transfer knowledge (penyampaian informasi, seperti pada seminar/workshop konvensional), sehingga para peserta mendapatkan ketrampilan baru dalam mendirikan dan mengelola bisnisnya. Seluruh peserta diajak membuat trik dan strategi bisnis serta management tools (peralatan & perlengkapan manajerial) untuk mengelola bisnisnya. Persyaratannya sederhana: seluruh peserta wajib membawa kertas kosong, ballpoint/pena dan kalkulator dagang!

Untuk memudahkan penguasaan Ketrampilan Bisnis, KLINIK BISNIS EKOTAMA membagi dua jalur peserta, yakni:

  1. Jalur Karyawan yang ingin menjadi pengusaha (termasuk disini adalah masyarakat awam yang ingin menjadi pengusaha, apapun latar belakangnya)
  2. Jalur Pengusaha yang ingin professional mengelola bisnisnya, sehingga memiliki potensi maju dan berkembang lebih cepat.

Khusus untuk Jalur Karyawan / Masyarakat Umum, program bisnis yang tersedia adalah:

1. Seminar Cara Gampang Karyawan Jadi Juragan
2. Workshop How To Starting Business?
3. Workshop Melipatgandakan Keuntungan, Melipatgandakan Aset & Melakukan Lompatan Bisnis
4. Workshop Mengubah Karyawan Menjadi Produktif & Menguntungkan
5. Workshop Cara Gampang Bikin S.O.P. (Standard Operating Procedure)
6. Workshop Cara Gampang Bikin Business Plan Yang Menarik Investor
7. Workshop Cara Gampang Bikin Bisnis Franchise

Khusus untuk Jalur Pengusaha, program bisnis yang tersedia adalah:

1. Seminar Rahasia Bikin Bisnis Yang Menguntungkan
2. Workshop Melipatgandakan Keuntungan, Melipatgandakan Aset & Melakukan Lompatan Bisnis
3. Workshop Mengubah Karyawan Menjadi Produktif & Menguntungkan
4. Workshop Cara Gampang Bikin S.O.P. (Standard Operating Procedure)
5. Workshop Cara Gampang Bikin Business Plan Yang Menarik Investor
6. Workshop Cara Gampang Bikin Bisnis Franchise


Peserta KLINIK BISNIS EKOTAMA dapat mengikuti seluruh program bisnis tersebut, beberapa program atau hanya mengambil satu program sesuai dengan kebutuhannya.

Seluruh materi yang di-share tersebut diatas sudah dibukukan oleh Bapak SURYONO EKOTAMA dalam 14 judul buku bisnis praktisnya dan merupakan pengalaman pribadi serta pengalaman klien-kliennya dalam mengelola dan memajukan bisnis. Seluruh buku yang memuat pokok-pokok materi tersebut dapat diakses melalui www.ekotama.com. Sedangkan materi lengkapnya akan di-share khusus untuk peserta KLINIK BISNIS EKOTAMA. Materi lengkap tersebut tidak dapat ditulis di buku karena membutuhkan latihan langsung yang dipandu Bapak SURYONO EKOTAMA.

KLINIK BISNIS EKOTAMA diselenggarakan diseluruh kota di Indonesia secara bergiliran, tanpa mengenal hari libur. Para calon peserta yang berminat dapat mendaftarkan diri pada Kontak Person yang tersedia. Informasi lengkap mengenai KLINIK BISNIS EKOTAMA juga tersedia pada Kontak Person tersebut.

 

 

Tuesday, 09 Jul 2019

PEMILU 2020 & SETERUSNYA

Pemilu serentak 2019 telah usai dengan berbagai problematikanya, meskipun sebenarnya problematika ini sifatnya klise, selalu terjadi berulang sejak pemilu-pemilu sebelumnya. Oleh karena itu, supaya kita tidak memelihara kebodohan abadi dan bangsa kita cepat maju dan berkembang, penyelenggaraan Pemilu 2020 dan seterusnya harus dibenahi. Apa saja yang penting untuk dibenahi? Mari kita lihat uraiannya berikut ini:

MENGGUNAKAN ALAT BANTU MESIN
Sekarang jaman teknologi. Sebagian besar pekerjaan manual sudah tergantikan oleh mesin. Mesin dibuat untuk meringankan pekerjaan manusia. Demikian pula seharusnya pemungutan suara ini. Pemungutan suara yang dilakukan dengan bantuan mesin akan lebih efektif dan efisien. Caranya mudah saja kok. Warga negara yang mau memilih tinggal datang ke TPS, kemudian kemudian melakukan scan sidik jari atau retinanya. Setelah itu pemilih tinggal memilih gambar kontestan pemilu yang dipilihnya melalui layar atau dengan cara menekan tombol nomor. Selesai. Singkat sekali dan tidak bisa diulang. Data langsung masuk ke penyelenggara pemilu tingkat pusat. Bayangan saya, mesin pemilu ini sesederhana mesin absensi sidik jari atau mesin ATM (ada layarnya). Bahkan saya berharap, suatu ketika nanti pemungutan suara dapat dilakukan melalui handphone, sehingga pemilih dapat leluasa menggunakan hak pilihnya tanpa harus libur dan mengorbankan produktifitasnya.
Apa manfaatnya cara seperti ini?
Pertama, petugas KPPS tidak kelelahan, karena pekerjaan manualnya terbantu mesin, sehingga dapat terhindar dari sakit atau kematian yang tidak perlu. Jumlah petugas juga dapat diminimalisir, sehingga sangat efisien dari sisi biaya dan mengurangi tingkat human error.
Kedua, proses pemilu lebih cepat selesai, sehingga tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan politik. Tidak ada lagi sistem perhitungan bertingkat (berjenjang) yang berpotensi menimbulkan keresahan dan konflik.
Ketiga, mengurangi penggunaan kertas (go-green). Ramah lingkungan bukan?
Keempat, dalam jangka panjang sangat hemat biaya, karena mesin pemilu seperti ini dapat digunakan berkali-kali di pemilu berikutnya (bukan sekali pakai seperti kertas dan kardus).
Kelima, menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mengalami kemajuan, dari bangsa tradisional yang masih melakukan pemilihan secara manual dan selalu terjebak pada masalah yang sama, menjadi bangsa maju yang mampu memanfaatkan teknologi dan mampu meminimalisir masalah klise yang muncul. Ini lompatan kemajuan yang luar biasa.
Bagi orang yang anti kemajuan, pasti akan menolak dengan alasan tidak semua daerah dapat menggunakan teknologi seperti ini. Mengapa cara berpikirnya tidak dibalik? Jika tidak semua daerah dapat menggunakan teknologi seperti ini, bagaimana caranya supaya semua daerah dapat menggunakan teknologi maju seperti ini? Apa yang harus dilakukan? Sejelek-jeleknya, jika masih ada yang manual, prosentasenya tidak lebih dari 25%.

Wednesday, 08 May 2019

MEMILIH & DIPILIH

 

Banyak yang menduga saya golput gara-gara menulis artikel berjudul HAK dibawah. Padahal saya menulis artikel itu untuk meluruskan paham-paham demokrasi yang menyimpang. Memilih adalah hak, bukan kewajiban. Jika memilih adalah sebuah kewajiban, pasti ketentuannya sudah tercantum dalam undang-undang yang mengikat seluruh warga negara. Hak tidak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, tentu saja melanggar HAM dan menimbulkan masalah baru. Semoga para elit politik yang suka memaksakan kehendak dengan menakut-nakuti rakyat untuk memilih mereka, cepat sadar dan mau belajar kembali tentang demokrasi. Untuk menjadi bagian atau pemain dari demokrasi, kita harus memahami demokrasi itu sendiri luar dalam. Para penganut machstaat (negara berdasar kekuasaan) tidak layak hidup dalam negara demokrasi dan berbahaya bagi eksistensi demokrasi itu sendiri.

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Copyright 2009 - 2021 :: ekotama. All Rights Reserved.