.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Tuesday, 19 Mar 2019
Perjanjian Waralaba
mutia
Halo Bapak Ekotama, Saya Mutia, saat ini saya sedang menyusun kontrak perjanjian waralaba untuk lomba contract drafting. Saya telah membaca buku bapak yang berjudul rahasia kontrak franchise, buku tersebut sangat bermanfaat untuk membimbing saya dal
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 3
Total Pengunjung: 1042099

PENGANTAR

 

SURYONO EKOTAMA dilahirkan dengan darah seni. Ayahnya adalah seseorang yang mampu memainkan gamelan Jawa dengan baik. Ayahnya juga seorang pengarang lagu-lagu Jawa. Hasil karya ayahnya sering dipentaskan di instansi tempat ayahnya bekerja sebelum pensiun. Bahkan setelah pensiun, ayahnya masih menerima kursus privat bagi grup-grup kesenian Jawa yang akan berlomba.

Sebagai seseorang yang dilahirkan pada bulan Maret, bakat seninya ini sudah tampak semenjak ia muda. Semasa duduk di bangku SMP dulu hingga saat ini ia masih suka menulis puisi dan cerita-cerita panjang seperti novel remaja meski tidak pernah diterbitkan. Ketika duduk dibangku SMA, ia bahkan menjadi drummer sebuah grup band sambil tetap menekuni dunia tulis menulisnya. Dan saat ini ia malah hidup dengan hobbynya menulis. Tulisan-tulisannya saat ini bertema hukum atau bisnis sesuai dengan spesialisasinya.

Didalam urat nadiku mengalir alunan musik nan lembut yang terkadang menghentak-hentak seakan-akan meruntuhkan jantungku dalam sekejap. Aliran jiwa itu membuat mataku melihat dunia dengan penuh keindahan, membuat telingaku selalu mendengar senandung rindu kehidupan, membuat tanganku mencipta harapan dan realita, dan menuntun kakiku melangkah menuju peraduan.

(Ekotama, Agustus 2009)

Panduan berbagai macam kemampuannya dalam bidang bisnis, hukum, tulis menulis dan kemampuannya menjadi pembicara ini justru melahirkan suatu hasil karya yang unik. Karya-karyanya dipuji banyak orang sebagai karya yang orisinil, baik dalam hal pemikiran maupun cara penyampaiannya. Ia mendapatkan pangsa pasarnya tersendiri. Hal ini sudah terbukti dari ribuan orang yang telah memiliki dan membaca buku-bukunya serta mengikuti dan mendengar ceramahnya.

Karya seni yang menjadi masterpiece dan tidak ternilai harganya itu karena dibuat dari curahan hati yang paling dalam dan dikemas dengan ketrampilan menyampaikan pesan yang tidak pernah dilakukan orang lain sebelumnya. (Ekotama, Agustus 2009).

(Ekotama, Agustus 2009)

SURYONO EKOTAMA seringkali menyampaikan pesan secara tersirat dalam sebuah kalimat yang berbau puitis. Ia memiliki alasan-alasan tersendiri mengapa harus menyampaikan suatu pesan tidak sevulgar sarjana hukum lainnya. Menurutnya, setiap orang memiliki kebutuhan dan hak untuk dihormati. Menyampaikan maksud secara halus justru dapat mengena di hati dibandingkan dengan menyampaikan apa adanya.

Yang terpenting dari sebuah pesan adalah orang yang menerima pesan itu harus mampu memahami pesan itu sebagaimana maksud pemberi pesannya, meskipun kita harus menyampaikannya sesuai dengan kehendak hati si penerima pesan (Ekotama, Agustus 2009).

(Ekotama, Agustus 2009)

Mungkin kemampuannya inilah yang menyebabkan ia mampu menjadi seorang motivator dan mampu menguasai panggung ketika berbicara didepan forum. Bahkan audiensnya sampai dengan saat ini tercatat 90% adalah orang-orang yang lebih pantas disebut sebagai orang tuanya karena usia mereka yang jauh lebih tua dan lebih berpengalaman dibanding dirinya. Tentu tidak mudah membuat audiens terpana dengan perbandingan usia seperti itu mengingat materi-materi yang disampaikannya adalah materi-materi dasar tentang kehidupan dan kemandirian.


Ia berhasil mengemas apa yang ingin disampaikannya dengan kemasan yang menarik. Kemasan inilah yang membuat banyak orang yang lebih tua membeli produknya yang dapat dikatakan masih sangat muda. Ia berhasil membuktikan kepada kita bahwa menyampaikan sebuah pesan itu membutuhkan seni kemasan. Kemasan ini mungkin tidak dapat kita adopsi dari orang lain, melainkan harus lahir dari kemampuan daya cipta kita supaya memiliki ciri khas yang menjual.


Akhirnya, Anda mendapatkan kehormatan pertama untuk dapat membaca dan memahami pesan-pesan kehidupan dan kemandirian yang ingin disampaikan oleh Suryono Ekotama melalui website ini. Kalimat-kalimat yang disusunnya bernada puitis, namun menyimpan makna yang dalam. Tentu saja pesan-pesan ini bukanlah untuk menyindir atau menjatuhkan seseorang. Namun merupakan sebuah ungkapan yang dapat masuk kedalam kalbu kita untuk mengetahui sebuah kebenaran tentang kehidupan dan kemandirian.

 

 

 

 

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Friday, 15 Mar 2019

KEPRIBADIAN KONTESTAN PEMILU

Pemilu akan dilaksanakan sebulan lagi. Apakah Anda sudah memiliki pilihan? Siapa yang Anda pilih? Apa pertimbangannya? Apakah hanya semata karena kesamaan golongan dan kesamaan kepentingan? Ataukah ada pertimbangan lain yang lebih beradab?

Sebenarnya ada satu hal yang seharusnya menjadi pertimbangan utama kita untuk memilih kontestan pemilu, yakni kepribadiannya. Kepribadian sangat penting artinya karena menjadi dasar berpikir dan bertindak bagi seseorang. Jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian buruk, maka nasib bangsa ini bisa buruk. Sebaliknya, jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian baik, nasib bangsa ini bisa lebih baik.
Darimana kita menilai kepribadian kontestan pemilu? Caranya sangat mudah, yakni dengan melihat apa yang mereka lakukan selama menjadi kontestan pemilu. Kepribadian mereka tercermin dari pikiran dan tindakannya. Pikiran negatif dan tindakan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat cerminan dari kepribadian yang buruk. Pikiran positif dan tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat mencerminkan kepribadian yang baik.

Dalam menentukan baik buruknya kepribadian kontestan pemilu, indikator umum yang kita gunakan sebagai pedoman adalah:
1. Tidak melanggar peraturan (hukum positif Indonesia)
2. Tidak mengganggu kepentingan umum
3. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
4. Sopan dan beretika

Wednesday, 25 Jul 2018

 

MENGAWALI SEMESTER 2 TAHUN 2018

PELATIHAN KEPEMIMPINAN & MANAJERIAL BPR

 

 Tidak dapat dimungkiri, maju mundurnya sebuah perusahaan ditentukan oleh level kepemimpinan dan manajerial para pengelola perusahaannya. Untuk dapat memimpin dengan baik, seseorang harus mengetahui dan memahami posisinya. Sedangkan untuk mengelola perusahaan dengan baik, seseorang harus menguasai wawasan dan ketrampilan manajerial sesuai dengan jabatannya dan karakteristik perusahaannya.

 

Dalam rangka meningkatkan kualitas kepemimpinan dan manajerial pada bank perkreditan rakyat, BANKERS INSTITUTE menyelenggarakan pelatihan khusus kepemimpinan dan manajerial BPR pada tanggal 14 Juli 2018 yang lalu di Hotel de Laxston Yogyakarta.

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.