.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Wednesday, 08 Aug 2018
Konsultan SOP
Tahir
Assalamualaikum, Apa kabar mas Suryono Ekotama. Saya sudah membeli beberapa buku yg mas  Eoko tulis yg berhubungan dg S.O.P dan sudah sy laksanakan di tempat usaha saya. Kebetulan sy dulu pernah bekerja juga di PT. TAM ( Toyota Astra Motor) di
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 2
Total Pengunjung: 963335

PENGANTAR

SURYONO EKOTAMA dilahirkan dalam sebuah keluarga yang berkecimpung dalam dunia hukum. Kedua orang tuanya merupakan staff pengajar fakultas hukum sebuah universitas negeri. Begitu pula keluarga besarnya dari garis ibu banyak yang meniti karir dalam dunia hukum, baik sebagai staff pengajar maupun sebagai penegak hukum. Iapun mendapatkan pendidikan formal yang baik dalam dunia hukum sampai level master di sebuah universitas terkemuka pula. Secara informal, ia sudah terbiasa melahap buku-buku hokum sejak masih kanak-kanak yang tersebar di meja kerja orang tuanya.


Lingkungannya yang berada dalam lingkaran hukum ini membentuk pribadi dan pola pikirnya. Cara berpikirnya cenderung kaku sebagaimana halnya pasal-pasal dalam peraturan perundangan. Hal ini ditambah lagi dengan sikap tegasnya yang seringkali tanpa kompromi. Baginya, menegakkan peraturan adalah disiplin untuk menuju kepada kesuksesan. Hal ini sudah dibuktikannya dengan membuat bisnis franchise yang seratus persen tunduk pada sistem, bukan pada kehendak atau perintah pemilik bisnis. Sistem seperti inilah yang justru akhirnya dapat menduplikasi keuntungan bisnis.


Tidak ada Jenderal yang tidak tunduk pada peraturan disiplin. Mereka menjadi Jenderal karena mereka disiplin dan patuh pada peraturan disiplinnya pada saat mereka meniti karir mulai dari bawah. Pengusaha kecil yang membuat dan tunduk pada aturan sistem bisnisnya akan menjadi konglomerat suatu saat nanti.

(Ekotama, Agustus 2009)

Meskipun demikian, ia juga menganggap bahwa hukum yang sudah ditulis itu pasti mati! Oleh karena itu, sifat pemberontaknya kadangkala muncul. Ia ingin melahirkan hukum-hukum baru yang lebih mampu mengakomodir kepentingan umum dibandingkan dengan hukum-hukum lama yang sudah ketinggalan jaman. Seringkali ia juga merasa geram ketika mendapati sebuah hukum yang dibuat oleh pejabat yang korup. Baginya, hukum yang dibuat pejabat korup itu bukanlah hukum yang harus ditaati, tapi hukum yang harus dikubur kedalam perut bumi bersama-sama dengan kepala tikus koruptor yang membuat hukum itu.


Ketika ia terjun total kedalam dunia bisnis, pola pikir dan cara bertindaknya itu juga masih berbau hukum. Oleh karena itu ia menuangkan banyak hasil pemikirannya dengan balutan hukum. Ia menyebutnya dengan HUKUM EKOTAMA, yakni hukum-hukum yang ia buat sendiri. Namanya yang dicantumkannya disitu semata-mata untuk membedakannya dengan hukum bikinan orang lain. Berbeda dengan hukum negara, hukum ini bersifat tidak mengikat. Namun siapapun dapat mengikatkan diri pada hukum ini atau bahkan mencela hukum ini. Ia memiliki pertimbangan sendiri mengapa harus melahirkan hukum-hukum seperti ini.


Baginya, sebagai seorang sarjana hukum ia harus memberikan kontribusi yang positif bagi perkembangan hukum di Indonesia. Ia tidak mau menjadi sarjana mandul yang tidak pernah melahirkan pemikiran apapun bagi bangsa ini, bahkan cenderung menjadi benalu bagi bangsa yang masih melarat ini. Spesialisasinya dalam bidang hukum bisnis telah membawanya untuk melahirkan hukum-hukum yang berkaitan dengan ekonomi atau bisnis. HUKUM EKOTAMA tidak dilahirkan dalam waktu sekejap. Hukum ini dilahirkan dengan pemikiran yang sangat mendalam dengan melihat dan mempelajari fakta-fakta sejarah serta kegunaannya untuk masa-masa mendatang melalui proses yang sangat panjang. Artinya, HUKUM EKOTAMA ini bukanlah kata-kata mutiara untuk hiasan meja kerja kita belaka, namun dapat menjadi tuntutan hidup bagi mereka yang ingin menjadi majikan terdidik dalam arti yang sebenarnya.


Aku melahirkan hukum bukanlah untuk menghukum seseorang. Negara sudah melakukannya. Aku membuat rel bagi siapapun yang ingin menjadi majikan terdidik.


(Ekotama, Agustus 2009)


Makna yang terkandung dalam HUKUM EKOTAMA ini jauh lebih dalam dari cara penyampaiannya yang terkesan ringan. Adapun mengenai cara penyampaiannya yang terkesan ringan ini, ia beralasan bahwa hukum tersebut harus dapat dipahami setiap orang dengan latar belakang apapun. Baginya, kesederhanaan dapat memudahkan pemahaman. Sedangkan kedalaman makna dapat tertanam dalam hati siapa saja tentang kebenarannya yang akan mengontrol cara bertindaknya.


Kesederhanaan itu memudahkan pemahaman. Kedalaman makna membuatnya tertanam dalam hati siapa saja tentang kebenarannya dan akan menjiwai setiap tindakannya.


(Ekotama, Agustus 2009)


Akhirnya, HUKUM EKOTAMA dipersembahkan kepada masyarakat Indonesia untuk dipahami maknanya dan dapat menjadi acuan bertindak dalam berkarya menjadi majikan terdidik dalam arti yang sebenarnya. Anda mendapatkan kehormatan pertama dengan membacanya melalui website ini. Tentu saja kehormatan yang Anda miliki dapat berubah menjadi penghormatan bangsa ini kepada Anda jika Anda menjadi MAJIKAN TERDIDIK yang dapat memajukan dan mensejahterakan bangsa ini sebagaimana haknya atas tanah airnya.

 

Wednesday, 25 Jul 2018

 

MENGAWALI SEMESTER 2 TAHUN 2018

PELATIHAN KEPEMIMPINAN & MANAJERIAL BPR

 

 Tidak dapat dimungkiri, maju mundurnya sebuah perusahaan ditentukan oleh level kepemimpinan dan manajerial para pengelola perusahaannya. Untuk dapat memimpin dengan baik, seseorang harus mengetahui dan memahami posisinya. Sedangkan untuk mengelola perusahaan dengan baik, seseorang harus menguasai wawasan dan ketrampilan manajerial sesuai dengan jabatannya dan karakteristik perusahaannya.

 

Dalam rangka meningkatkan kualitas kepemimpinan dan manajerial pada bank perkreditan rakyat, BANKERS INSTITUTE menyelenggarakan pelatihan khusus kepemimpinan dan manajerial BPR pada tanggal 14 Juli 2018 yang lalu di Hotel de Laxston Yogyakarta.

Tuesday, 24 Jul 2018

 

ULTAH KE-41, LAUNCHING BUKU:

I WANT YOU…! 8 Interpersonal Skills Yang Dibutuhkan Big Boss

 

 

Apa yang Anda lakukan jika merasa jengkel dan kecewa? Ujung-ujungnya pasti marah bukan? Apalagi jika Anda sudah menginvestasikan uang yang tidak sedikit namun tidak mendapatkan SDM (sumber daya manusia) yang dibutuhkan.

Namun berbeda dengan SURYONO EKOTAMA. Ia santai-santai saja dan melampiaskan kejengkelannya dengan menulis buku ini I WANT YOU…! 8 Interpersonal Skills Yang Dibutuhkan Big Boss.

“Buku ini saya tulis supaya para pelamar kerja dan karyawan itu memiliki 8 interpersonal skills yang dibutuhkan boss. Jadi kami mudah memberinya pekerjaan…”, katanya.

Monday, 23 Jul 2018

VALENTINE DAY 2018,

LAUNCHING BUKU MATINYA PERUSAHAAN GARA-GARA S.O.P.

 

 

 

Tidak mau kalah dengan anak muda masa kini, SURYONO EKOTAMA juga merayakan Valentine Day dengan caranya sendiri yang cukup unik dan mungkin satu-satunya di dunia. Ia meluncurkan buku berjudul MATINYA PERUSAHAAN GARA-GARA S.O.P. Merayakan Valentine Day kok meluncurkan buku, judulnya mengerikan pula? Ketika dikonfirmasi tentang hal tersebut, SURYONO EKOTAMA tertawa:

“Itu karena saya sayang sama pengusaha-pengusaha yang sedang berusaha secara sungguh-sungguh memperbaiki manajemen perusahaannya dan selama ini justru tertipu oleh buku-buku cara membuat SOP abal-abal…”

Setelah ditelusuri di pasaran, memang banyak buku-buku SOP yang isinya hanya saduran buku-buku SOP lainnya yang disusun oleh penulis yang tidak berkompeten dibidangnya (tidak memiliki perusahaan, belum pernah membuat dan menerapkan SOP, tetapi menyusun buku tentang pedoman membuat SOP). Ketika pedoman itu diterapkan oleh pembaca buku, hasilnya adalah SOP yang kontraproduktif, bahkan bisa mematikan perusahaannya.

Copyright 2009 - 2018 :: ekotama. All Rights Reserved.