.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Thursday, 02 May 2019
Permohonan Sharing Knowledge
Muhammad Alfis Budi Sanjaya
Selamat Sore Apakah memungkinkan, kami mengundang Bapak untuk melakukan Sharing Knowledge di Perusahaan? Terima kasih Best Regards Muhammad Alfis
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 4
Total Pengunjung: 1065532


SURYONO EKOTAMA

SURYONO EKOTAMA, dilahirkan pada pagi hari tanggal 21 Maret 1977 di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Namanya sarat makna. Suryono berasal dari kata surya (orang Jawa mengucapkannya : suryo) dan yana (orang Jawa mengucapkannya : yono). Suryo adalah kata lain dari matahari. Sedangkan yono adalah kata lain dari anak. Suryono berarti anak matahari, karena ia memang lahir di pagi hari menyongsong matahari terbit. Kesaksian dari teman-teman dekatnya, dalam kesehariannya ia dapat menjadi pribadi yang hangat namun juga dapat menjadi pribadi yang panas membara. Tentu ini sesuai dengan sifat-sifat matahari yang dapat memberikan kehangatan namun juga dapat menyengat siapapun yang berusaha mengganggunya.

Sedangkan Ekotama berasal dari susunan dua kata, yakni eka (orang Jawa mengucapkannya : eko) dan tama (berasal dari kata utuh : utama). Eko berarti yang pertama. Tama berarti yang utama. Ekotama berarti yang pertama dan yang utama. Jika disambungkan dengan nama depannya, maka Suryono Ekotama berarti anak matahari yang pertama dan yang utama. Didalamnya tersirat arti harapan atau cita-cita kedua orang tuanya, supaya si anak sulung ini dapat menjadi teladan, dapat menerangi dunia dan bermanfaat bagi dunia sebagaimana adanya matahari.

Tentu saja menyandang nama seperti ini menjadi tantangan terberat dalam hidupnya. Ia berusaha mewujudkan cita-cita kedua orang tuanya yang tersurat maupun tersirat dari namanya. Pencarian jati dirinya akhirnya membuahkan hasil setelah ia mencapai usia 30 tahun. Ia menemukan prinsip hidup "bermanfaat untuk orang lain" justru dari seseorang yang putus sekolah dan dikenalnya secara misterius. Sejak itulah ia menemukan "hidup yang sebenarnya". Kini hidupnya lebih berwarna karena ia melakukan sesuatu yang selama ini disukainya dan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat untuk orang banyak.


Aku dilahirkan sebagai matahari.
Sudah sepantasnya kuberikan kehangatan bagi kalian di pagi hari supaya kalian bersemangat, kuberikan panas yang membara disiang hari supaya semangat kalian bergelora dan menghasilkan ombak samudera yang mengantarkan kalian kepada cita-cita dan aku menarik diri dimalam hari supaya kalian bisa beristirahat dalam damai.
Kuutus bulan untuk menemani kalian meresapi prestasi hari ini dan mempersiapkan pertempuran esok pagi.
Begitu seterusnya sampai kalian tua dan aku bertambah tua tetapi sinarku tetap hangat dan membara.

(Ekotama, 17 Agustus 2009)


SURYONO EKOTAMA memegang gelar master dalam bidang hukum bisnis. Ia menyelesaikan pendidikan program S2 ini di Magister Hukum Bisnis Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada tahun 2004. Sebelumnya ia menyelesaikan pendidikan program S1 dan memperoleh gelar sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada tahun 2000. Kedua pendidikan tinggi ini diselesaikannya dengan predikat memuaskan. Otaknya tergolong cerdas, meski tidak dapat dikatakan pandai. Sepanjang sejarahnya mengikuti pendidikan formal, ia tidak pernah tinggal kelas. Seluruh jenjang pendidikannya diselesaikannya dengan baik, mulai dari sekolah dasar di SD Negeri 2 Ledug, Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas pada tahun 1990, sekolah menengah pertama di SMP Negeri 1 Purwokerto pada tahun 1993 dan sekolah menengah atas di SMA Negeri 1 Purwokerto pada tahun 1996. Kritik pedasnya terhadap dunia pendidikan di Indonesia disebabkan karena selama sekolah itu ia tidak pernah memperoleh jawaban yang memuaskan dari guru ataupun dosennya atas pertanyaan yang sederhana sekalipun, untuk apa aku harus sekolah?


Aku dididik oleh mereka yang tidak tahu untuk apa aku dididik.
Jadi, kudidik keturunan mereka supaya menjadi majikan terdidik!

(Ekotama, Agustus 2009)


SURYONO EKOTAMA adalah seorang pendendam yang baik. Selama ini ia dendam terhadap guru maupun dosennya yang tidak pernah dapat menjawab pertanyaannya itu. Maka ia menulis buku-buku untuk menularkan pengetahuan dan wawasannya tentang kemandirian. Ia ingin membuktikan bahwa orang yang hanya mengandalkan ijazah tidak akan memperoleh kehidupan yang memuaskan, sebaliknya orang yang membeli, membaca, memahami dan mengaplikasikan apa yang ditulis dalam bukunya dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

SURYONO EKOTAMA lahir pada masa pemerintahan Orde Baru yang menyebabkan kreatifitasnya terkungkung. Karya-karyanya banyak menuai protes, bahkan ia sempat menerima ancaman pembunuhan melalui surat kaleng tiga kali berturut-turut. Ia puas ketika pemerintahan Orde Baru tumbang. Tidak sia-sia ia mengikuti berbagai aksi mahasiswa pada tahun 1997 - 1998. Bahkan salah satu tulisannya yang berjudul Presiden Dipilih Langsung yang dipublikasikan oleh media massa pada saat itu, kini telah menjadi kenyataan, meski hasilnya tidak seperti yang diharapkannya.

Ia menganggap bahwa Kemerdekaan Indonesia hanyalah mimpi disiang bolong belaka karena kita masih menjadi budak di negeri sendiri. Ia menganggap segala macam bentuk penjajahan saat ini masih terjadi di Indonesia, baik itu dalam bidang politik, ekonomi maupun budaya. Bagaimana mungkin sebuah negara yang merdeka politisinya korup? Bagaimana mungkin sebuah negara yang merdeka dan kaya sumber daya alam masyarakatnya justru melarat? Bagaimana mungkin sebuah negara yang merdeka hasil karya seninya justru diklaim negara tetangga dan mendatangkan rejeki untuk mereka?

Kebenciannya terhadap penjajahan model baru seperti ini membuat ia melahirkan konsep Majikan Terdidik. Ia yakin bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang merdeka dalam arti yang sebenarnya jika sebagian besar masyarakatnya menjadi majikan terdidik dan memiliki buruh-buruh terdidik dari bangsa lain. Bangsa Indonesia akan menuai kejayaannya ketika sebagian besar anak bangsa ini mampu menghidupi anak-anak bangsa lain. Semua pemikirannya ini dituangkan dalam buku-buku bisnis praktis yang dilahirkannya. Seluruh isi buku tersebut jika digabungkan menjadi satu akan terbentuk sebuah benang merah jalan menuju kemerdekaan dalam arti yang sesungguhnya. Disinilah harkat dan martabat bangsa akan dihargai sebagaimana mestinya.


Aku mencintai yang utama.
Maka kubuat harkat dan kartabat bangsa ini menjadi yang utama di dunia.

(Ekotama, Agustus 2009)


SURYONO EKOTAMA dilahirkan dengan bakat alami yakni mampu belajar cepat dan mampu menuangkan apa yang dipikirkannya dalam bentuk tulisan. Hobbynya adalah membaca, menulis dan jalan-jalan. Hobby yang terakhir ini dipergunakannya untuk membaca alam semesta dan mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa. Ia berhasil membuktikan kepada dunia bahwa apa yang dilakukan dengan suka cita dan sepenuh hati dapat mendatangkan rejeki yang melimpah. Saat ini ia menekuni hobby menulisnya dan membuat Hak Cipta sebanyak-banyaknya supaya dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, baik itu semangatnya, ilmu terapannya maupun hartanya. Sampai dengan pertengahan tahun 2009 ini, ia telah memiliki 10 hak cipta atas buku-buku ciptaannya.


Orang yang paling utama di dunia adalah orang yang dapat mencipta, karena ia bisa membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Orang seperti ini dapat mengubah wajah dunia.Orang yang mencipta akan mendapatkan penghargaan pada masanya.

(Ekotama, Agustus 2009)


SURYONO EKOTAMA juga dilahirkan dengan bakat alami lainnya yakni mampu berbicara dan menyampaikan apa yang dipikirkan atau dirasakannya dengan baik kepada orang lain. Bakat ini disyukurinya dengan baik dengan cara menjadi konsultan. Ekotama Consulting adalah lembaga konsultan yang didirikannya sejak tahun 1999. Lembaga ini mengalami pasang surut seperti lazimnya usaha lainnya. Awalnya hanya sebuah konsultan hukum biasa, kemudian berubah menjadi lebih spesifik lagi yakni konsultan legal korporat dan manajemen usaha. Saat ini ia menjadi spesialis dalam bidang legal korporat dan manajemen bisnis franchise. Dalam rangka mewujudkan misinya membawa bangsa ini menjadi majikan terdidik, EKOTAMA CONSULTING juga melayani konsultasi gratis bagi para pembaca buku-bukunya. Tentu ini sebuah kesempatan langka bagi masyarakat Indonesia yang dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin. Selain itu, ia juga aktif menjadi pembicara dalam berbagai seminar, pelatihan maupun talkshow yang diadakan berbagai perusahaan atau perkumpulan bisnis di Indonesia serta berbagai acara yang digelar berbagai media massa. Seringkali ia berbicara secara sukarela hanya demi memberikan pencerahan kepada orang banyak sebagaimana visinya.


Orang yang paling mulia di dunia adalah orang yang mengamalkan ilmunya untuk kebaikan dan kesejahteraan orang lain. Orang lain akan mendatangkan kesejahteraan kepadanya lebih banyak lagi.

(Ekotama, Agustus 2009)


SURYONO EKOTAMA juga dilahirkan dengan bakat menjadi pemimpin. Kedua orang tuanya melihat hal ini dan mengharapkannya menjadi teladan dengan menganugerahkan nama itu. Ia tahu kapan harus berada di depan dan kapan harus ada di belakang layar. Baginya kepemimpinan adalah seni untuk menggerakkan orang lain sesuai kehendak hati kita tanpa harus memaksanya. Ia membuktikan hal ini dalam berbagai organisasi bisnis yang dipimpinnya. BARRACUDA adalah salah satunya. Perusahaan yang bergerak dalam bidang peratawan mobil khusus anti karat, pelindung cat dan peredam suara ini menjadi aktualisasi diri untuk membuktikan kepemimpinannya yang menghasilkan rejeki bagi banyak orang.


Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat mendatangkan rejeki untuk rakyatnya. Jika rakyatnya kelaparan, maka pemimpinnya terlalu banyak makan untuk dirinya. Jika rakyatnya tidak tenang, maka pemimpinnya terlalu nyaman di peraduannya. Jika rakyatnya terbelakang, maka pemimpinnya adalah setan belang!

(Ekotama, Agustus 2009)

Kini, SURYONO EKOTAMA berdomisili di kota Yogyakarta. Setiap hari tangannya selalu berkreasi menghasilkan karya-karya yang dipersembahkannya untuk dunia. Tidak setiap orang dapat menemukannya dengan mudah, namun ia menjamin setiap orang dapat berkomunikasi dengannya secara mudah melalui nomor handphone pribadinya 0813-9251-1000, email : ekotama@hotmail.com atau email : suryonoekotama@yahoo.com.


Seandainya kamu tahu bahwa jiwa kemerdekaan itu bersemayam dalam hasil karyamu, maka kamu akan berkuasa atas dunia tanpa melakukan peperangan!

(Ekotama, Agustus 2009)

 

Wednesday, 08 May 2019

MEMILIH & DIPILIH

 

Banyak yang menduga saya golput gara-gara menulis artikel berjudul HAK dibawah. Padahal saya menulis artikel itu untuk meluruskan paham-paham demokrasi yang menyimpang. Memilih adalah hak, bukan kewajiban. Jika memilih adalah sebuah kewajiban, pasti ketentuannya sudah tercantum dalam undang-undang yang mengikat seluruh warga negara. Hak tidak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, tentu saja melanggar HAM dan menimbulkan masalah baru. Semoga para elit politik yang suka memaksakan kehendak dengan menakut-nakuti rakyat untuk memilih mereka, cepat sadar dan mau belajar kembali tentang demokrasi. Untuk menjadi bagian atau pemain dari demokrasi, kita harus memahami demokrasi itu sendiri luar dalam. Para penganut machstaat (negara berdasar kekuasaan) tidak layak hidup dalam negara demokrasi dan berbahaya bagi eksistensi demokrasi itu sendiri.

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Friday, 15 Mar 2019

KEPRIBADIAN KONTESTAN PEMILU

Pemilu akan dilaksanakan sebulan lagi. Apakah Anda sudah memiliki pilihan? Siapa yang Anda pilih? Apa pertimbangannya? Apakah hanya semata karena kesamaan golongan dan kesamaan kepentingan? Ataukah ada pertimbangan lain yang lebih beradab?

Sebenarnya ada satu hal yang seharusnya menjadi pertimbangan utama kita untuk memilih kontestan pemilu, yakni kepribadiannya. Kepribadian sangat penting artinya karena menjadi dasar berpikir dan bertindak bagi seseorang. Jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian buruk, maka nasib bangsa ini bisa buruk. Sebaliknya, jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian baik, nasib bangsa ini bisa lebih baik.
Darimana kita menilai kepribadian kontestan pemilu? Caranya sangat mudah, yakni dengan melihat apa yang mereka lakukan selama menjadi kontestan pemilu. Kepribadian mereka tercermin dari pikiran dan tindakannya. Pikiran negatif dan tindakan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat cerminan dari kepribadian yang buruk. Pikiran positif dan tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat mencerminkan kepribadian yang baik.

Dalam menentukan baik buruknya kepribadian kontestan pemilu, indikator umum yang kita gunakan sebagai pedoman adalah:
1. Tidak melanggar peraturan (hukum positif Indonesia)
2. Tidak mengganggu kepentingan umum
3. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
4. Sopan dan beretika

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.