.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Tuesday, 19 Mar 2019
Perjanjian Waralaba
mutia
Halo Bapak Ekotama, Saya Mutia, saat ini saya sedang menyusun kontrak perjanjian waralaba untuk lomba contract drafting. Saya telah membaca buku bapak yang berjudul rahasia kontrak franchise, buku tersebut sangat bermanfaat untuk membimbing saya dal
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 1
Total Pengunjung: 1042096

Artikel Revolusi Indonesia :: Ekotama


Friday, 02 Aug 2013
Revolusi Indonesia #2

JONGOS RAKYAT

 

Wahai rakyatku yang "merdeka"...! Pernahkah kalian merasakan kejengkelan seperti ini:

  1. Jalanan macet tidak bergerak, ternyata ada mobil plat merah yang memaksa minta diprioritaskan di jalan? Jumlah mobil plat merah dalam rombongan itu hanya beberapa saja, tapi kemacetan yang ditimbulkan melibatkan ratusan hingga ribuan kendaraan.

  2. Kalian mengurus berbagai perijinan. Sudah datang ke kantor pemerintah dan memenuhi semua syarat. Tapi kalian dipersulit dan butuh waktu yang sangat lama?

  3. Kalian mengurus berbagai identitas pribadi. Semua persyaratan sudah dipenuhi. Identitas pribadi itu menurut logika bisa jadi dalam waktu hitungan jam. Tapi sampai berhari-hari tidak jadi karena kurang tanda tangan pejabat?

  4. Kalian merasa "miskin", sehingga merasa pantas mendapatkan jaminan orang miskin. Tapi kalian tidak pernah mendapatkan hal itu, malah tetangga kalian yang mampu selalu mendapatkannya? Pejabat bagian pendataan orang miskin cuci tangan.

  5. Kalian masuk ke rumah sakit pemerintah hari sabtu. Tapi tindakan baru dilakukan hari senin karena dokter libur?

  6. Kalian mau bayar pajak, tapi kalian disuruh antri berjam-jam bahkan berhari-hari?

  7. Bertahun-tahun jalan didepan rumah kalian berlobang-lobang. Kalian sudah protes kesana kemari tidak ada yang menggubris. Tiba-tiba dalam sehari jalan itu bisa mulus kembali karena keesokan harinya akan dilewati rombongan pejabat?

  8. Kalian liat berita TV. Rakyat yang melakukan criminal diperlihatkan seperti pesakitan betulan, digelandang, dimasukkan mobil berjeruji, dipamerkan didepan kamera TV. Tapi pejabat yang melakukan korupsi diperlihatkan seperti bintang film, baju necis, mobil mewah, didampingi bodyguard (yang seringkali adalah penegak hukum itu sendiri), malah dijadikan narasumber dan masuk infotainment?

  9. Dan masih banyak lagi fakta lainnya. Kalian bisa memberi informasi kepadaku melalui email ekotama@hotmail.com.

[more...]


Saturday, 27 Jul 2013
S.O.P. REPUBLIK INDONESIA

S.O.P. REPUBLIK INDONESIA

Belum lama ini, aku kedatangan tamu seorang deputy dari kementerian yang mengatur aparat negeri ini. Orang ini mengajakku kerjasama memberikan training menyusun SOP (Standard Operating Procedure) untuk kabupaten / kota seluruh Indonesia. Ketika aku tanya tujuannya untuk apa, ia menjawab bahwa tujuannya adalah reformasi birokrasi. Katanya, kalau instansi pemerintah sudah punya SOP, diharapkan pelayanan public meningkat dan itu adalah bagian dari tujuan reformasi birokrasi. Deputy ini memuji-muji aku sebagai mahaguru SOP di Indonesia karena bukuku yang berjudul CARA GAMPANG BIKIN S.O.P terbitan Media Pressindo menjadi best-seller dan mudah dipraktikkan. Ia membandingkan aku dengan penulis-penulis buku lainnya yang menurutnya adalah peniru. Ia bilang bahwa aku tetap yang terbaik, sehingga ia datang jauh-jauh dari Jakarta ke Jogja untuk mengajakku kerjasama ini. Ia menawarkan roadshow ke 550 kabupaten / kota diseluruh Indonesia dengan dana yang fantastis. [more...]


1

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Friday, 15 Mar 2019

KEPRIBADIAN KONTESTAN PEMILU

Pemilu akan dilaksanakan sebulan lagi. Apakah Anda sudah memiliki pilihan? Siapa yang Anda pilih? Apa pertimbangannya? Apakah hanya semata karena kesamaan golongan dan kesamaan kepentingan? Ataukah ada pertimbangan lain yang lebih beradab?

Sebenarnya ada satu hal yang seharusnya menjadi pertimbangan utama kita untuk memilih kontestan pemilu, yakni kepribadiannya. Kepribadian sangat penting artinya karena menjadi dasar berpikir dan bertindak bagi seseorang. Jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian buruk, maka nasib bangsa ini bisa buruk. Sebaliknya, jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian baik, nasib bangsa ini bisa lebih baik.
Darimana kita menilai kepribadian kontestan pemilu? Caranya sangat mudah, yakni dengan melihat apa yang mereka lakukan selama menjadi kontestan pemilu. Kepribadian mereka tercermin dari pikiran dan tindakannya. Pikiran negatif dan tindakan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat cerminan dari kepribadian yang buruk. Pikiran positif dan tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat mencerminkan kepribadian yang baik.

Dalam menentukan baik buruknya kepribadian kontestan pemilu, indikator umum yang kita gunakan sebagai pedoman adalah:
1. Tidak melanggar peraturan (hukum positif Indonesia)
2. Tidak mengganggu kepentingan umum
3. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
4. Sopan dan beretika

Wednesday, 25 Jul 2018

 

MENGAWALI SEMESTER 2 TAHUN 2018

PELATIHAN KEPEMIMPINAN & MANAJERIAL BPR

 

 Tidak dapat dimungkiri, maju mundurnya sebuah perusahaan ditentukan oleh level kepemimpinan dan manajerial para pengelola perusahaannya. Untuk dapat memimpin dengan baik, seseorang harus mengetahui dan memahami posisinya. Sedangkan untuk mengelola perusahaan dengan baik, seseorang harus menguasai wawasan dan ketrampilan manajerial sesuai dengan jabatannya dan karakteristik perusahaannya.

 

Dalam rangka meningkatkan kualitas kepemimpinan dan manajerial pada bank perkreditan rakyat, BANKERS INSTITUTE menyelenggarakan pelatihan khusus kepemimpinan dan manajerial BPR pada tanggal 14 Juli 2018 yang lalu di Hotel de Laxston Yogyakarta.

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.