.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Thursday, 02 May 2019
Permohonan Sharing Knowledge
Muhammad Alfis Budi Sanjaya
Selamat Sore Apakah memungkinkan, kami mengundang Bapak untuk melakukan Sharing Knowledge di Perusahaan? Terima kasih Best Regards Muhammad Alfis
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 5
Total Pengunjung: 1080400

Tuesday, 27 Jul 2010

JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE


"Mengapa Harus Memilih Bisnis Franchise?


Selama ini banyak orang ingin berwirausaha, namun bingung karena tidak memiliki kemampuan manajerial yang memadai. Membuka bisnis memang gampang, tetapi mengelola dan mempertahankannya itu yang sulit. Tidak heran jika ada pemeo yang mengatakan bisnis yang didirikan sendiri itu 75% gagal di tahun pertamanya.

Untuk mengantisipasi kegagalan yang tidak perlu itu, saat ini sudah tersedia sistem franchise. Para pengusaha tida harus memulai dari nol, tetapi langsung dapat memperoleh bisnis yang tumbuh dan berkembang. Sistem franchise saat ini sudah teruji sebagai sistem bisnis yang menguntungkan.

Pada Bagian Pembuka buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE ini diungkapkan tentang apa yang dimaksud bisnis franchise, franchisor, franchisee, master franchise, perjanjian franchise, outlet/gerai/workshop, penggunaan teknologi informasi dalam bisnis franchise serta ketentuan hukum bisnis franchise di Indonesia.

 


"Bagaimana Cara Menyaring Informasi Bisnis Franchise Yang Menguntungkan?"


Informasi bisnis franchise itu paling banyak didapatkan dari iklan media massa. Padahal yang namanya iklan, pasti dibuat untuk menguntungkan penjualnya. Banyak orang tertipu dengan janji manis iklan.

Pada Bagian 1 buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE ini diungkapkan bagaimana cara menyaring informasi tentang bisnis franchise supaya kita tidak dirugikan, beserta teknik yang dapat dipraktekkan langsung oleh pembaca.

 

"Bagaimana Cara Menguji Kelayakan Franchisor"


Pada praktik lapangan sehari-hari, yang diuji kelayakannya untuk bekerjasama adalah franchisee. Padahal franchisee juga harus menguji kelayakan franchisor untuk kerjasama dengannya supaya tidak terjebak dalam penipuan bisnis yang marak akhir-akhir ini.

Pada Bagian 2 buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE diungkapkan bagaimana cara menguji kelayakan franchisor. Ada 8 tahap uji kelayakan yang dapat langsung dipraktekkan oleh pembaca.

 


"Bagaimana Cara Meminta Survey Lapangan & Studi Kelayakan Usaha?"


Pada praktiknya sehari-hari di lapangan, banyak franchisor yang tidak melakukan survey lapangan sebelum mendirikan outlet/gerai/workshop milik franchisee. Padahal survey lapangan dan studi kelayakan usaha itu memegang peranan penting untuk mengetahui potensi untung atau potensi rugi bisnis kita. Nah, kalau tidak ada survey lapangan dan studi kelayakan usaha, siapa yang dirugikan?

Pada Bagian 3 buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE diungkapkan tentang seluk beluk survey lapangan dan penyusunan studi kelayakan usaha oleh franchisor. Pemahaman kita terhadap hal ini mampu menghindarkan kita dari potensi kerugian dikemudian hari.

 


"Bagaimana Cara Negosiasi Dengan Franchisor?"


Franchisor tidak bisa dinego? Ini adalah anggapan yang salah kaprah. Bisnis franchise pada intinya adalah kerjasama usaha berdasarkan kesepakatan para pihak. Jadi franchise dapat melakukan negosiasi dengan franchisor, khususnya terhadap ketentuan-ketentuan yang memberatkan dirinya.

Pada Bagian 4 buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE diungkapkan tentang cara negosiasi dengan franchisor, meliputi 12 item hal yang harus dinegosiasikan.

 


"Bagaimana Memulai Operasional Bisnis Franchise?"

Memulai bisnis adalah hal yang paling riskan. Dikatakan demikian, sebab salah setting sedikit saja, hasilnya akan merugikan kita selamanya. Sama halnya dengan menjalankan mobil, begitu saat start sudah ada yang tidak beres, dapat dipastikan, ada halangan di jalan.

Pada Bagian 5 buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE diungkapkan tentang cara memulai operasional bisnis franchise mulai dari pra launching, grand opening, masa promosi awal sampai dengan operasional normal.

 


"Bagaimana Mengantisipasi Harga Mahal Bisnis Franchise?"

Banyak orang mengeluhkan biaya investasi awal bisnis franchise yang mahal (ratusan juta hingga milyaran rupiah). Padahal biaya investasi awal itu tidaklah mahal jika kita paham rahasianya.

Pada Bagian 6 buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE diungkapkan tentang 2 cara mengantisipasi harga mahal bisnis franchise yang terbukti ampuh sampai saat ini, serta 1 trik menggunakan pinjaman dari bank.

 


"Bagaimana Cara Kerjasama Dengan Para Profesional?"

Mengoperasionalkan bisnis franchise memang mudah karena sudah disediakan SOP oleh franchisor. Namun kita seringkali memiliki sifat bawaan manusia, yakni suka ragu-ragu. Untuk mengantisipasi keragu-raguan inilah kita perlu bekerjasama dengan para professional di bidangnya.

Pada Bagian 7 buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE diungkapkan tentang cara kerjasama dengan para professional, yakni konsultan keuangan, konsultan pajak, konsultan hukum bisnis, konsultan franchise, konsultan pemasaran hingga jasa keamanan (security).

 


"Bagaimana Pembagian Kerja Antara Franchisor & Franchisee?"


Mayoritas franchisee tidak tahu sistem pembagian kerja yang diaplikasikan pada bisnis franchisenya. Padahal sistem pembagian kerja antara franchisor dan franchisee ini berperan penting dalam keberhasilan pengelolaan bisnis franchise.

Pada Bagian 8 buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE diungkapkan tentang 2 sistem pembagian kerja antara franchisor dan franchisee. Masing-masing memiliki konsekuensinya sendiri-sendiri.

 


"Apa Saja Ciri-ciri Bisnis Franchise Yang Baik?"

Bisnis franchise yang baik itu memiliki cirri-ciri khusus yang kasat mata, sehingga mempermudah calon-calon franchisee mengenalinya.

Pada Bagian 9 buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE diungkapkan tentang 6 ciri utama bisnis franchise yang baik, yang dapat menghindarkan kita dari salah pilih dan berakibat pada kerugian.

 


"Apa Saja Larangan-larangan Bagi Franchisee?"

Indonesia itu gudangnya orang kreatif, namun seringkali kreatifitasnya kebangetan. Kreatifitas yang kebangetan itu adalah meniru. Masih mendingan kalau meniru dan memberikan nilai tambah. Banyak peniru yang hanya menjiplak saja dan menimbulkan kerugian bagi banyak orang. Untuk menghindari penjiplakan dan peniruan inilah franchisor memberikan pembatasan dan larangan bagi para franchisee-nya.

Pada Bagian 10 buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE diungkapkan tentang 3 jenis larangan yang khusus diperuntukkan bagi para franchisee untuk melindungi bisnis franchise itu sendiri secara keseluruhan.

 


"Bagaimana Proses Membeli Bisnis Franchise?"


Membeli bisnis franchise itu tidak semudah membeli bisnis biasa. Disini ada proses yang lumayan rumit dan harus dipahami bersama antara franchisor dan franchisee.

Pada Bagian 11 buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE diungkapkan tentang 6 proses membeli bisnis franchise. Ke-6 proses ini merupakan proses awal sampai akhir. Mudah dipahami dan diterapkan!

 


"Bagaimana Cara Memilih Masa Depan Bukan Sekedar Keuntungan?"

Banyak orang yang dipikirannya selalu memikirkan keuntungan. Apakah masa depan = keuntungan? Ternyata tidak. Jika kita hanya memikirkan keuntungan, belum tentu kita mendapatkan masa depan yang membahagiakan. Sebaliknya, jika kita memikirkan masa depan, sudah tentu kita memikirkan keuntungan jangka panjang. Uraian selengkapnya baca Bagian Penutup buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE. Kesuksesan menunggu Anda!

 

"Mengapa buku ini harus diterbitkan?"
Ada dua alasan mengapa buku ini harus diterbitkan :

  • Pertama, buku ini merupakan hasil olah otak orisinil dari Suryono Ekotama. Semua yang tertuang didalam buku ini adalah buah dari pengalamannya yang dicatatnya selama beberapa tahun khususnya dalam bidang franchise, kemudian dianalisis menggunakan kemampuan otaknya. Karya-karya orisinil seperti inilah yang seharusnya disumbangkan oleh para sarjana di Indonesia untuk memajukan bangsa ini dan patut dilindungi hak ciptanya oleh negara.
  • Kedua, banyak sekali masyarakat yang tidak mengetahui seluk beluk bisnis franchise, sehingga ketika dihadapkan pada pilihan seringkali salah menjatuhkan pilihan yang berakibat kerugian. Buku ini berusaha meminimalisir kerugian itu, sehingga harapan terwujudnya Majikan Terdidik di bangsa kita lebih mudah terlihat secara kasat mata.

 

"Siapa yang menerbitkan buku ini?"

Penerbit : Citra Media
Alamat Penerbit : Sapen GK I No. 514 Rt 28 Rw 08, Yogyakarta 55221
Telp. / Fax. : (0274) 546414
Email : citra_mediapress@yahoo.co.id
     
Distributor : PT Buku Kita
Alamat Distributor  : Jl. Kelapa Hijau No. 22 Rt 006 Rw 03 Kel. Jagakarsa, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan

Telp. / Fax.

: (021) 78881850 / 78881860
Data Buku : Cetakan pertama tahun 2010; xvi; 200 halaman; 15,5x24cm

Buku ini masih dapat dijumpai di toko-toko buku di seluruh Indonesia, atau dapat dipesan melalui penerbit/distributor tersebut diatas.


"Siapa penulis buku ini?"
Buku ini merupakan karya orisinil Suryono Ekotama. Ditulis dalam waktu 2 bulan berdasarkan catatan-catatan pribadinya.


"Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap buku ini?"
Berdasarkan penelusuran penulis melalui penerbit maupun distributor dan toko buku, buku ini termasuk buku yang tingkat penjualannya stabil. Hal ini dipengaruhi karena tema yang dipilih adalah tema yang dapat laku sepanjang masa (bukan tema kontemporer). Sampai saat ini, tercatat ribuan orang telah membaca buku ini dan beberapa diantaranya telah memberikan kesaksian keberhasilannya membangun bisnis franchise berdasarkan pedoman yang tertulis dalam buku ini.


Saran penulis :

Buku ini sangat bermanfaat bagi generasi muda di Indonesia yang bercita-cita menjadi Majikan Terdidik. Buku ini juga sangat bermanfaat bagi siapa saja yang memiliki jiwa kemerdekaan dalam arti sesungguhnya dan ingin mengisi kemerdekaan Indonesia dengan hasil karya yang diakui dunia.

 

 


Tuesday, 09 Jul 2019

PEMILU 2020 & SETERUSNYA

Pemilu serentak 2019 telah usai dengan berbagai problematikanya, meskipun sebenarnya problematika ini sifatnya klise, selalu terjadi berulang sejak pemilu-pemilu sebelumnya. Oleh karena itu, supaya kita tidak memelihara kebodohan abadi dan bangsa kita cepat maju dan berkembang, penyelenggaraan Pemilu 2020 dan seterusnya harus dibenahi. Apa saja yang penting untuk dibenahi? Mari kita lihat uraiannya berikut ini:

MENGGUNAKAN ALAT BANTU MESIN
Sekarang jaman teknologi. Sebagian besar pekerjaan manual sudah tergantikan oleh mesin. Mesin dibuat untuk meringankan pekerjaan manusia. Demikian pula seharusnya pemungutan suara ini. Pemungutan suara yang dilakukan dengan bantuan mesin akan lebih efektif dan efisien. Caranya mudah saja kok. Warga negara yang mau memilih tinggal datang ke TPS, kemudian kemudian melakukan scan sidik jari atau retinanya. Setelah itu pemilih tinggal memilih gambar kontestan pemilu yang dipilihnya melalui layar atau dengan cara menekan tombol nomor. Selesai. Singkat sekali dan tidak bisa diulang. Data langsung masuk ke penyelenggara pemilu tingkat pusat. Bayangan saya, mesin pemilu ini sesederhana mesin absensi sidik jari atau mesin ATM (ada layarnya). Bahkan saya berharap, suatu ketika nanti pemungutan suara dapat dilakukan melalui handphone, sehingga pemilih dapat leluasa menggunakan hak pilihnya tanpa harus libur dan mengorbankan produktifitasnya.
Apa manfaatnya cara seperti ini?
Pertama, petugas KPPS tidak kelelahan, karena pekerjaan manualnya terbantu mesin, sehingga dapat terhindar dari sakit atau kematian yang tidak perlu. Jumlah petugas juga dapat diminimalisir, sehingga sangat efisien dari sisi biaya dan mengurangi tingkat human error.
Kedua, proses pemilu lebih cepat selesai, sehingga tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan politik. Tidak ada lagi sistem perhitungan bertingkat (berjenjang) yang berpotensi menimbulkan keresahan dan konflik.
Ketiga, mengurangi penggunaan kertas (go-green). Ramah lingkungan bukan?
Keempat, dalam jangka panjang sangat hemat biaya, karena mesin pemilu seperti ini dapat digunakan berkali-kali di pemilu berikutnya (bukan sekali pakai seperti kertas dan kardus).
Kelima, menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mengalami kemajuan, dari bangsa tradisional yang masih melakukan pemilihan secara manual dan selalu terjebak pada masalah yang sama, menjadi bangsa maju yang mampu memanfaatkan teknologi dan mampu meminimalisir masalah klise yang muncul. Ini lompatan kemajuan yang luar biasa.
Bagi orang yang anti kemajuan, pasti akan menolak dengan alasan tidak semua daerah dapat menggunakan teknologi seperti ini. Mengapa cara berpikirnya tidak dibalik? Jika tidak semua daerah dapat menggunakan teknologi seperti ini, bagaimana caranya supaya semua daerah dapat menggunakan teknologi maju seperti ini? Apa yang harus dilakukan? Sejelek-jeleknya, jika masih ada yang manual, prosentasenya tidak lebih dari 25%.

Wednesday, 08 May 2019

MEMILIH & DIPILIH

 

Banyak yang menduga saya golput gara-gara menulis artikel berjudul HAK dibawah. Padahal saya menulis artikel itu untuk meluruskan paham-paham demokrasi yang menyimpang. Memilih adalah hak, bukan kewajiban. Jika memilih adalah sebuah kewajiban, pasti ketentuannya sudah tercantum dalam undang-undang yang mengikat seluruh warga negara. Hak tidak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, tentu saja melanggar HAM dan menimbulkan masalah baru. Semoga para elit politik yang suka memaksakan kehendak dengan menakut-nakuti rakyat untuk memilih mereka, cepat sadar dan mau belajar kembali tentang demokrasi. Untuk menjadi bagian atau pemain dari demokrasi, kita harus memahami demokrasi itu sendiri luar dalam. Para penganut machstaat (negara berdasar kekuasaan) tidak layak hidup dalam negara demokrasi dan berbahaya bagi eksistensi demokrasi itu sendiri.

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.