.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Thursday, 02 May 2019
Permohonan Sharing Knowledge
Muhammad Alfis Budi Sanjaya
Selamat Sore Apakah memungkinkan, kami mengundang Bapak untuk melakukan Sharing Knowledge di Perusahaan? Terima kasih Best Regards Muhammad Alfis
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 6
Total Pengunjung: 1080391

Sunday, 29 Aug 2010

CARA GAMPANG BIKIN SOP (Standart Operating Procedure)


"Mengapa Usaha Biasa Selalu Kalah Bersaing dengan Usaha Bersistem?"

Jika kita perhatikan akhir-akhir ini, disekitar rumah kita bermunculan usaha-usaha baru yang terlihat lebih profesional. Tempat usahanya terlihat lebih bersih, nyaman untuk pengunjung dan sistem transaksinya sangat singkat. Usaha-usaha baru ini disatu sisi disayang masyarakat konsumen karena memanjakan konsumen, namun disisi lain dibenci pemilik usaha biasa dan pemerintah setempat yang cara berpikirnya ketinggalan jaman karena dianggap menggusur eksistensi pengusaha kecil. Benarkah demikian? Anda akan menemukan jawabannya dalam buku ini.

Pada Bagian Pembuka buku CARA GAMPANG BIKIN SOP ini diungkapkan tentang apa yang dimaksud usaha biasa, usaha bersistem, beserta keunggulan dan kelemahannya masing-masng. Pembaca akan merasa asyik memahami pembahasan ini karena diajak tour kuliner oleh penulis.

 


"Apa Saja Keuntungan Menjalankan Usaha Bersistem?"

Sebuah usaha bersistem itu selalu memenangkan persaingan dibandingkan jenis usaha biasa / tradisional / konvensional, karena sistem usaha itu memiliki keunggulan kompetitif.

Pada Bagian 1 buku CARA GAMPANG BIKIN SOP ini diungkapkan tentang 7 (tujuh) keunggulan kompetitif bisnis yang menerapkan sistem operasional untuk menjalankan usahanya. Uraian yang singkat disertai dengan contoh penerapannya pada bisnis yang sudah berjalan sempurna, membuat pembaca mudah untuk memahaminya.

 


"Apakah Yang Dimaksud SOP?"

Banyak dari kita tidak tahu apa yang dimaksud SOP. Bahkan pelaku bisnis yang sudah menjalankan usahanya puluhan tahun secara tradisional / konvensional pun tidak mengerti apa yang dimaksud SOP. Padahal sebenarnya mereka sudah menjalankan SOP meskipun tidak tertulis.

Pada Bagian 2 buku CARA GAMPANG BIKIN SOP diungkapkan apa dan bagaimana SOP itu. Uraiannya yang sederhana membuat pembaca mudah memahaminya.

 


"Apa Tujuan Membuat SOP?"

Jika Anda berpikiran bahwa tujuan membuat SOP itu untuk membuat perusahaan untung besar, Anda salah. SOP adalah tulang punggung operasional perusahaan. Dengan adanya SOP ini diharapkan perusahaan menjadi lebih kompetitif.

Pada Bagian 2 buku CARA GAMPANG BIKIN SOP diungkapkan tentang berbagai tujuan membuat SOP. Uraiannya singkat dan padat, memudahkan Anda untuk memahaminya.

 


"Kapan SOP Dibuat?"

Banyak orang tidak mengerti kapan SOP dibuat. Ada yang berprinsip bahwa sebelum usaha berjalan, SOPnya sudah harus dibuat terlebih dahulu. Ada juga yang baru membuat SOP setelah usaha berjalan. Bahkan ada pula yang membuat SOP setelah usaha dikembangkan. Lantas kapan waktu yang tepat?

Pada Bagian 2 buku CARA GAMPANG BIKIN SOP diungkapkan kapan sebuah SOP itu harus disusun. Uraiannya sangat singkat namun sangat mudah dipahami dari sisi manajerial.

 


"Siapa Yang Membuat SOP?"

Banyak orang tidak mengerti bagaimana cara membuat SOP, sehingga mereka kebingungan pada saat usahanya menuntut dibuatkan SOP untuk keperluan pengembangan usaha. Ada juga yang tidak telaten menyusun SOP sehingga menyerahkannya di tangan konsultan. Benarkah cara seperti ini?

Pada Bagian 2 buku CARA GAMPANG BIKIN SOP diungkapkan tentang siapa yang harus membuat SOP beserta plus minusnya, sehingga Anda mudah mengambil keputusan, apakah akan menyusun SOP sendiri atau diserahkan kepada orang lain.

 


"Berapa Lama Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Menyusun SOP?"

Menyusun SOP itu bukanlah pekerjaan mudah. Bukan sulit karena materinya, tetapi sulit karena prosesnya karena harus melalui tahap uji coba yang memakan waktu. Banyak orang tidak memiliki kesabaran ekstra untuk menunggu proses pembuatan SOP, padahal jika dibandingkan dengan hasil pengembangan usaha yang akan diperoleh, waktu yang dibutuhkan untuk penyusunan SOP ini sangatlah singkat.

Pada Bagian 2 buku CARA GAMPANG BIKIN SOP diungkapkan tentang berapa lama menyusun SOP itu dan triknya untuk mempersingkat waktu penyusunannya.

 


"Mengapa SOP Mahal Harganya?"

Banyak pengusaha yang mundur teratur ketika mengetahui harga sebuah SOP mencapai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Padahal didalam SOP inilah tersimpan Hak Cipta dan Rahasia Dagang yang nilainya bahkan mungkin mencapai milyaran rupiah.

Pada Bagian 2 buku CARA GAMPANG BIKIN SOP diungkapkan tentang sebab musabab SOP harganya mahal, namun menjadi sangat murah jika SOP itu sudah diterapkan pada bisnisnya. Menarik!

 


"Apa Saja Dasar-dasar Membuat SOP?"

Membuat SOP itu ternyata tidak bisa semabarangan. Harus memenuhi syarat-syarat tertentu, supaya SOP itu memiliki jiwa, hidup dan mampu menumbuh kembangkan bisnisnya.

Pada Bagian 3 buku CARA GAMPANG BIKIN SOP diungkapkan tentang empat dasar membuat SOP. Keempat dasar ini mutlak harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum menyusun SOP supaya SOP yang disusun nanti tepat sasaran.

 


"Apa Saja Tujuh SOP Wajib?"

Pada jenis usaha tradisional, sistem pengelolaannya masih campur aduk, tidak ada pembagian fungsi yang jelas. Sedangkan pada jenis usaha modern, sudah dilakukan pembagian fungsi yang jelas antar divisi, sekecil apapun usaha itu. Divisi-divisi inilah yang membutuhkan SOP tersendiri namun menjadi satu kesatuan (integrated system).

Pada Bagian 4 buku JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE diungkapkan tentang 6 ciri utama bisnis franchise yang baik, yang dapat menghindarkan kita dari salah pilih dan berakibat pada kerugian.

 


"Bagaimana Cara Mudah Menyusun SOP?"

Banyak orang menganggap menyusun SOP sendiri itu rumit bin njlimet. Padahal sebenarnya tidak. Menyusun SOP itu sangat mudah, terutama jika Anda sudah memahami isi buku ini. Waktunya pun sangat singkat. Aplikasinya dijamin tepat sasaran. Dijamin lebih hebat daripada SOP bikinan konsultan.

Pada Bagian 5 buku CARA GAMPANG BIKIN SOP diungkapkan tentang tiga tahap menyusun SOP. Penulis mengajak pembaca langsung mempraktekkannya dengan contoh-contoh yang mudah dipahami.

 


"Bagaimana Cara Aplikasi SOP Yang Tepat Sasaran?"

Menerapkan SOP boleh dibilang gampang-gampang susah. Jika kita sudah mengerti caranya, SOP dapat diaplikasikan tepat sasaran. Namun jika kita belum mengetahui caranya, aplikasi SOP justru pemborosan tak berujung.

Pada Bagian 6 buku CARA GAMPANG BIKIN SOP diungkapkan tentang enam cara aplikasi SOP. Keenam cara ini satu sama lain saling berkaitan dan berkelanjutan, sehingga memudahkan penerapannya.

 


"Kapan SOP Harus Diubah & Bagaimana Caranya?"

Seluruh buatan manusia itu tidak langgeng, termasuk SOP. SOP yang baik adalah SOP yang dinamis, mengikuti dinamika bisnisnya. SOP seperti inilah yang dikatakan sebagai SOP yang mampu menjadi tulang punggung bisnis.

Pada Bagian 7 buku CARA GAMPANG BIKIN SOP diungkapkan tentang kapan SOP itu harus diubah dan cara-cara perubahannya. Sangat aplikatif!

 


"Apa Saja Potensi Pengembangan Bisnis Dengan SOP?"

Keberadaan SOP yang baik mampu memajukan dan mengembangkan bisnis. Inilah buah manis dari susah payah menyusun SOP. Prosesnya panjang sebagaimana sudah diungkapkan sebelumnya. Pada masa ini, kita tinggal memanen hasilnya saja.

Pada Bagian Penutup buku CARA GAMPANG BIKIN SOP diungkapkan tiga cara pengembangan bisnis dengan SOP. Dijamin dapat Anda terapkan seketika!. Selamat bekerja!

 


"Apakah Ada Contoh SOP?"

ADA! Pada bagian lampiran buku ini disediakan contoh SOP Lengkap. Anda tinggal memahaminya saja. Sukses!


"Mengapa buku ini harus diterbitkan?"
Ada dua alasan mengapa buku ini harus diterbitkan :

  • Pertama, buku ini merupakan hasil olah otak orisinil dari Suryono Ekotama. Semua yang tertuang didalam buku ini adalah buah dari pengalamannya yang dicatatnya selama beberapa tahun khususnya dalam bidang operasional bisnis franchise, kemudian dianalisis menggunakan kemampuan otaknya. Karya-karya orisinil seperti inilah yang seharusnya disumbangkan oleh para sarjana di Indonesia untuk memajukan bangsa ini dan patut dilindungi hak ciptanya oleh negara.
  • Kedua, banyak sekali masyarakat yang tidak mengetahui seluk beluk bisnis franchise, khususnya cara menyusun SOP, sehingga bisnisnya tidak berkembang hanya gara-gara tidak punya SOP yang menjual. Padahal investor lebih tertarik pada bisnis bersistem daripada bisnis biasa tanpa sistem. Buku ini berusaha membantu pembaca untuk membuat sistem operasional bagi usahanya, sehingga harapan terwujudnya Majikan Terdidik di bangsa kita lebih mudah terlihat secara kasat mata.
Penerbit : Media Pressindo
Alamat Penerbit : Perum Tambak Mas 77 DK II, Sumberan, Yogyakarta 55182
Telp. / Fax : (0274) 523845, 8251477/ (0274) 620879
Email : medpressgroup@yahoo.com
Distributor : PT Buku Kita
Alamat Distributor : Jl. Kelapa Hijau No. 22 RT 006/03 Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta 12620.
Telp. / Fax. : (021) 78881850 / (021) 78881860
Email : marketingbukukita@gmail.com
Website : Website
Data Buku :

cetakan pertama tahun 2010; 160 halaman; 15 x 23 cm

Buku ini masih dapat dijumpai di toko-toko buku di seluruh Indonesia, atau dapat dipesan melalui penerbit/distributor tersebut diatas.


"Siapa penulis buku ini?"
Buku ini merupakan karya orisinil Suryono Ekotama. Ditulis dalam waktu 1 bulan berdasarkan catatan-catatan pribadinya.


"Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap buku ini?"
Berdasarkan penelusuran penulis melalui penerbit maupun distributor dan toko buku, buku ini termasuk buku yang tingkat penjualannya stabil. Hal ini dipengaruhi karena tema yang dipilih adalah tema yang dapat laku sepanjang masa (bukan tema kontemporer). Sampai saat ini, tercatat ribuan orang telah membaca buku ini dan beberapa diantaranya telah memberikan kesaksian keberhasilannya membangun bisnis franchise berdasarkan pedoman yang tertulis dalam buku ini.


Saran penulis :

Buku ini sangat bermanfaat bagi generasi muda di Indonesia yang bercita-cita menjadi Majikan Terdidik. Buku ini juga sangat bermanfaat bagi siapa saja yang memiliki jiwa kemerdekaan dalam arti sesungguhnya dan ingin mengisi kemerdekaan Indonesia dengan hasil karya yang diakui dunia.

 


Tuesday, 09 Jul 2019

PEMILU 2020 & SETERUSNYA

Pemilu serentak 2019 telah usai dengan berbagai problematikanya, meskipun sebenarnya problematika ini sifatnya klise, selalu terjadi berulang sejak pemilu-pemilu sebelumnya. Oleh karena itu, supaya kita tidak memelihara kebodohan abadi dan bangsa kita cepat maju dan berkembang, penyelenggaraan Pemilu 2020 dan seterusnya harus dibenahi. Apa saja yang penting untuk dibenahi? Mari kita lihat uraiannya berikut ini:

MENGGUNAKAN ALAT BANTU MESIN
Sekarang jaman teknologi. Sebagian besar pekerjaan manual sudah tergantikan oleh mesin. Mesin dibuat untuk meringankan pekerjaan manusia. Demikian pula seharusnya pemungutan suara ini. Pemungutan suara yang dilakukan dengan bantuan mesin akan lebih efektif dan efisien. Caranya mudah saja kok. Warga negara yang mau memilih tinggal datang ke TPS, kemudian kemudian melakukan scan sidik jari atau retinanya. Setelah itu pemilih tinggal memilih gambar kontestan pemilu yang dipilihnya melalui layar atau dengan cara menekan tombol nomor. Selesai. Singkat sekali dan tidak bisa diulang. Data langsung masuk ke penyelenggara pemilu tingkat pusat. Bayangan saya, mesin pemilu ini sesederhana mesin absensi sidik jari atau mesin ATM (ada layarnya). Bahkan saya berharap, suatu ketika nanti pemungutan suara dapat dilakukan melalui handphone, sehingga pemilih dapat leluasa menggunakan hak pilihnya tanpa harus libur dan mengorbankan produktifitasnya.
Apa manfaatnya cara seperti ini?
Pertama, petugas KPPS tidak kelelahan, karena pekerjaan manualnya terbantu mesin, sehingga dapat terhindar dari sakit atau kematian yang tidak perlu. Jumlah petugas juga dapat diminimalisir, sehingga sangat efisien dari sisi biaya dan mengurangi tingkat human error.
Kedua, proses pemilu lebih cepat selesai, sehingga tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan politik. Tidak ada lagi sistem perhitungan bertingkat (berjenjang) yang berpotensi menimbulkan keresahan dan konflik.
Ketiga, mengurangi penggunaan kertas (go-green). Ramah lingkungan bukan?
Keempat, dalam jangka panjang sangat hemat biaya, karena mesin pemilu seperti ini dapat digunakan berkali-kali di pemilu berikutnya (bukan sekali pakai seperti kertas dan kardus).
Kelima, menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mengalami kemajuan, dari bangsa tradisional yang masih melakukan pemilihan secara manual dan selalu terjebak pada masalah yang sama, menjadi bangsa maju yang mampu memanfaatkan teknologi dan mampu meminimalisir masalah klise yang muncul. Ini lompatan kemajuan yang luar biasa.
Bagi orang yang anti kemajuan, pasti akan menolak dengan alasan tidak semua daerah dapat menggunakan teknologi seperti ini. Mengapa cara berpikirnya tidak dibalik? Jika tidak semua daerah dapat menggunakan teknologi seperti ini, bagaimana caranya supaya semua daerah dapat menggunakan teknologi maju seperti ini? Apa yang harus dilakukan? Sejelek-jeleknya, jika masih ada yang manual, prosentasenya tidak lebih dari 25%.

Wednesday, 08 May 2019

MEMILIH & DIPILIH

 

Banyak yang menduga saya golput gara-gara menulis artikel berjudul HAK dibawah. Padahal saya menulis artikel itu untuk meluruskan paham-paham demokrasi yang menyimpang. Memilih adalah hak, bukan kewajiban. Jika memilih adalah sebuah kewajiban, pasti ketentuannya sudah tercantum dalam undang-undang yang mengikat seluruh warga negara. Hak tidak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, tentu saja melanggar HAM dan menimbulkan masalah baru. Semoga para elit politik yang suka memaksakan kehendak dengan menakut-nakuti rakyat untuk memilih mereka, cepat sadar dan mau belajar kembali tentang demokrasi. Untuk menjadi bagian atau pemain dari demokrasi, kita harus memahami demokrasi itu sendiri luar dalam. Para penganut machstaat (negara berdasar kekuasaan) tidak layak hidup dalam negara demokrasi dan berbahaya bagi eksistensi demokrasi itu sendiri.

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.