.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Thursday, 02 May 2019
Permohonan Sharing Knowledge
Muhammad Alfis Budi Sanjaya
Selamat Sore Apakah memungkinkan, kami mengundang Bapak untuk melakukan Sharing Knowledge di Perusahaan? Terima kasih Best Regards Muhammad Alfis
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 4
Total Pengunjung: 1080389

Monday, 18 Apr 2011

RAHASIA KONTRAK FRANCHISE


 

Apa Perbedaan Kontrak Kerjasama Usaha Biasa dengan Kontrak Franchise?"


Mungkin Anda tidak pernah menyangka bahwa keduanya berbeda. Inilah yang mengakibatkan banyak franchisee terjebak pada kontrak kerjasama usaha biasa, padahal semula ia mengira telah menandatangani kontrak franchise. Tentu saja potensi kerugian besar makin mengancam dirinya akibat ketidaktahuan ini.

Pada Bagian Pembuka dan Bab 1 buku RAHASIA KONTRAK FRANCHISE ini diungkapkan tentang apa yang dimaksud dengan kontrak kerjasama usaha biasa dan kontrak franchise. Anda akan mudah mengetahuinya beserta kelebihan dan kelemahan masing-masing, sehingga diharapkan Anda tidak tersesat dan tidak terjebak pada kerugian tiada berujung.

 

"Apakah Kontrak Franchise Harus Dibuat Notaris?"


Banyak orang berpandangan salah kaprah, bahwa kontrak itu baru sah jika dibuat oleh notaris dan diberi meterai? Mengapa banyak orang yang salah kaprah seperti ini? Mengapa pemerintah tidak pernah meluruskannya?

Pada Bab 1 buku RAHASIA KONTRAK FRANCHISE ini diungkapkan tentang bagaimana sebuah kontrak itu disebut sah secara hukum. Anda akan dibuat terbelalak karena anggapan yang salah kaprah selama ini. Penulis yang pakar hukum bisnis dapat memberikan penjelasan secara gamblang kepada Anda tanpa harus membuat jidat Anda berkerut. Tujuannya supaya Anda mengetahui apakah kontrak yang Anda tangani sah menurut hukum atau tidak, beserta konsekuensinya masing-masing.

 

"Apa Sajakah 17 Syarat Membuat Kontrak Franchise?"


Kontrak Franchise adalah kontrak khusus untuk mengatur tentang hak dan kewajiban para pihak dalam bisnis franchise. Ada 17 syarat khusus yang harus dipenuhi oleh para pembuat kontrak franchise, yakni 4 syarat menurut KUHPerdata dan 13 syarat khusus menurut PP No. 42 Tahun 2007 tentang Waralaba. Sudahkah kontrak franchise Anda memenuhi ke-17 syarat ini? Jangan-jangan kontrak yang selama ini Anda pakai bukanlah kontrak franchise?

Pada Bab 1 buku RAHASIA KONTRAK FRANCHISE diungkapkan apa dan bagaimana 17 syarat untuk membuat kontrak franchise itu. Dijamin Anda mudah memahaminya meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan dalam bidang hukum sekalipun.


"Bagaimana Cara Membuat Kontrak Franchise?"


Membuat kontrak franchise tidaklah sesederhana yang pernah kita bayangkan. Selain ke-17 syarat tersebut diatas, membuat kontrak franchise juga diperlukan keahlian tersendiri. Keahlian ini hanya dapat diperoleh dari hasil pemahaman dan latihan terus menerus.

Pada Bab 2 s.d. Bab 27 buku RAHASIA KONTRAK FRANCHISE diungkapkan tentang cara menyusun kontrak franchise dengan benar. Anda dapat langsung berlatih membuatnya dengan panduan form latihan yang ada di CD yang dilampirkan sebagai compliment buku.

 


"Mengapa Dalam Kontrak Franchise Harus ada Klausula HAKI?"


Kontrak Franchise itu dasarnya adalah penggunaan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) milik franchisor oleh franchisee untuk diambil nilai ekonominya. Oleh karena itu dalam kontrak franchise harus senantiasa disebutkan jenis HAKI dan kepemilikannya.

Pada Bab 5 buku RAHASIA KONTRAK FRANCHISE diungkapkan bagaimana cara membuat klausula tentang HAKI yang dapat menjamin hak-hak franchisor selaku pemilik HAKI.

 


"Mengapa Dalam Kontrak Franchise Harus Ada Klausula Wilayah Pemasaran Eksklusif?"

Bisnis franchise bukanlah bisnis biasa yang mudah menjadi bisnis latah tak terkontrol. Bisnis franchise adalah sebuah bisnis yang eksklusif sehingga dapat memberikan jaminan keuntungan bagi pemiliknya. Oleh karena itulah franchisor memberikan jaminan wilayah pemasaran eksklusif kepada para franchisee-nya.

Pada Bab 7 buku RAHASIA KONTRAK FRANCHISE diungkapkan tentang bagaimana menentukan wilayah pemasaran eksklusif dan bagaimana cara menyusun pasal-pasalnya. Tujuannya supaya para franchisee tetap memperoleh jaminan keuntungan bisnis dari hasil penguasaan wilayah pemasaran eksklusifnya.

 


"Mengapa Dalam Kontrak Franchise Harus Ada Klausula Supporting Management?"

 

Bisnis franchise adalah bisnis yang didesain untuk dapat hidup dan berkembang dalam jangka panjang. Segala permasalahan yang terjadi harus segera diselesaikan supaya tidak menghambat pertumbuhan bisnis tersebut. Franchisor menjamin pemberian supporting management (dukungan manajerial) kepada para franchisee-nya supaya bisnis mereka tetap eksis dalam jangka panjang.

Pada Bab 8 buku RAHASIA KONTRAK FRANCHISE diungkapkan tentang apa saja supporting management yang wajib diberikan franchisor kepada franchisee-nya serta bagaimana cara penulisannya di naskah kontrak.

 


"Bagaimana Aplikasi & Pelaksanaan Kontrak Franchise?"

Banyak hambatan dan tantangan dalam rangka aplikasi & pelaksanaan kontrak franchise. Banyak orang bersukacita pada saat menandatangani kontrak franchise tetapi sejenak kemudian dirundung duka seumur hidup karena gagal mengaplikasikan dan melaksanakan kontrak franchise.

Pada Bab 28 buku RAHASIA KONTRAK FRANCHISE diungkapkan tentang bagaimana teknik mengaplikasikan dan melaksanakan kontrak franchise dengan benar sehingga kontrak tersebut benar-benar dapat mendatangkan manfaat bagi para pihak yang membuatnya.

 


"Kapan Evaluasi Kontrak Franchise Dilakukan?"


Kontrak Franchise bukanlah kontrak yang sekali ditandatangani habis itu mati. Kontrak franchise memiliki nilai ekonomi sangat tinggi, sehingga harus dilaksanakan dan dievaluasi pelaksanaannya secara berkala untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Pada Bab 29 buku RAHASIA KONTRAK FRANCHISE diungkapkan tentang bagaimana cara melakukan evaluasi berkala kontrak franchise supaya hasilnya optimal dan mampu mendukung operasional bisnisnya.

 


"Bagaimana Membuat Addendum Kontrak Franchise?"

Kontrak Franchise bukanlah kontrak mati yang tidak dapat diubah. Kontrak franchise adalah sebuah kontrak bisnis yang dinamis, mengikuti perkembangan bisnis dan dapat diubah untuk mengakomodir pertumbuhan bisnisnya.

Pada Bab 30 buku RAHASIA KONTRAK FRANCHISE diungkapkan tentang kapan dilakukan perubahan kontrak franchise dan bagaimana cara melakukan perubahan kontrak franchise yang dapat mengakomodir kebutuhan pertumbuhan bisnis franchise.

 


"Apakah Kontrak Franchise Termasuk Praktek Monopoli?"

Sekilas kontrak franchise terlihat sangat eksklusif, karena memang diwajibkan demikian oleh undang-undang. Namun kontrak franchise bukanlah praktek monopoli, sehingga para pengusaha bisnis franchise tidak perlu kuatir dengan isu negatif bahwa kontrak franchise termasuk praktek monopoli.

Pada Bab 32 buku RAHASIA KONTRAK FRANCHISE diungkapkan tentang apa saja yang dimaksud praktek monopoli dan perbandingannya dengan kontrak franchise serta trik-trik membuat kontrak franchise supaya tidak terjebak pada praktek monopoli.

 


"Mengapa buku ini harus diterbitkan?"
Ada dua alasan mengapa buku ini harus diterbitkan :

  • Pertama, buku ini merupakan hasil olah otak orisinil dari Suryono Ekotama. Semua yang tertuang didalam buku ini adalah buah dari pengalamannya yang dicatatnya selama beberapa tahun khususnya dalam bidang kontrak franchise, kemudian dianalisis menggunakan kemampuan otaknya. Karya-karya orisinil seperti inilah yang seharusnya disumbangkan oleh para sarjana di Indonesia untuk memajukan bangsa ini dan patut dilindungi hak ciptanya oleh negara.
  • Kedua, banyak sekali masyarakat yang tidak mengetahui seluk beluk bisnis franchise, khususnya cara menyusun kontrak franchise, sehingga bisnisnya tidak berkembang hanya gara-gara salah membuat kontrak franchise yang tidak akomodatif terhadap perubahan. Padahal investor lebih tertarik pada bisnis franchise yang bertumbuh. Buku ini berusaha membantu pembaca untuk membuat kontrak franchise yang baik dan benar, sehingga harapan terwujudnya Majikan Terdidik di bangsa kita lebih mudah terlihat secara kasat mata.
Penerbit
 : Citra Media
Alamat Penerbit  : Sapen GK I No. 514 RT 28 RW 08 Yogyakarta 55221
Telp. / Fax.  : (0274) 546414
Email  : citra_mediapress@yahoo.co.id
     
Distributor  : PT Buku Kita
Alamat Distributor  : Jl. Kelapa Hijau No. 22 RT 006/03 Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta 12620
Telp. / Fax.  : (021) 78881850 / (021) 78881860
Email  : marketingbukukita@gmail.com
Website  : http://www.distributorbukukita.com
     
Data Buku  : cetakan pertama tahun 2011; 168 halaman; 15,5 x 24 cm
     

Buku ini masih dapat dijumpai di toko-toko buku di seluruh Indonesia, atau dapat dipesan melalui penerbit/distributor tersebut diatas.


"Siapa penulis buku ini?"
Buku ini merupakan karya orisinil Suryono Ekotama. Ditulis dalam waktu 3 bulan berdasarkan catatan-catatan pribadinya.


"Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap buku ini?"

Berdasarkan penelusuran penulis melalui penerbit maupun distributor dan toko buku, buku ini termasuk buku yang tingkat penjualannya stabil. Hal ini dipengaruhi karena tema yang dipilih adalah tema yang dapat laku sepanjang masa (bukan tema kontemporer). Sampai saat ini, tercatat ribuan orang telah membaca buku ini dan beberapa diantaranya telah memberikan kesaksian keberhasilannya membangun bisnis franchise berdasarkan pedoman yang tertulis dalam buku ini.


Saran penulis :

Buku ini sangat bermanfaat bagi generasi muda di Indonesia yang bercita-cita menjadi Majikan Terdidik. Buku ini juga sangat bermanfaat bagi siapa saja yang memiliki jiwa kemerdekaan dalam arti sesungguhnya dan ingin mengisi kemerdekaan Indonesia dengan hasil karya yang diakui dunia.

 


Tuesday, 09 Jul 2019

PEMILU 2020 & SETERUSNYA

Pemilu serentak 2019 telah usai dengan berbagai problematikanya, meskipun sebenarnya problematika ini sifatnya klise, selalu terjadi berulang sejak pemilu-pemilu sebelumnya. Oleh karena itu, supaya kita tidak memelihara kebodohan abadi dan bangsa kita cepat maju dan berkembang, penyelenggaraan Pemilu 2020 dan seterusnya harus dibenahi. Apa saja yang penting untuk dibenahi? Mari kita lihat uraiannya berikut ini:

MENGGUNAKAN ALAT BANTU MESIN
Sekarang jaman teknologi. Sebagian besar pekerjaan manual sudah tergantikan oleh mesin. Mesin dibuat untuk meringankan pekerjaan manusia. Demikian pula seharusnya pemungutan suara ini. Pemungutan suara yang dilakukan dengan bantuan mesin akan lebih efektif dan efisien. Caranya mudah saja kok. Warga negara yang mau memilih tinggal datang ke TPS, kemudian kemudian melakukan scan sidik jari atau retinanya. Setelah itu pemilih tinggal memilih gambar kontestan pemilu yang dipilihnya melalui layar atau dengan cara menekan tombol nomor. Selesai. Singkat sekali dan tidak bisa diulang. Data langsung masuk ke penyelenggara pemilu tingkat pusat. Bayangan saya, mesin pemilu ini sesederhana mesin absensi sidik jari atau mesin ATM (ada layarnya). Bahkan saya berharap, suatu ketika nanti pemungutan suara dapat dilakukan melalui handphone, sehingga pemilih dapat leluasa menggunakan hak pilihnya tanpa harus libur dan mengorbankan produktifitasnya.
Apa manfaatnya cara seperti ini?
Pertama, petugas KPPS tidak kelelahan, karena pekerjaan manualnya terbantu mesin, sehingga dapat terhindar dari sakit atau kematian yang tidak perlu. Jumlah petugas juga dapat diminimalisir, sehingga sangat efisien dari sisi biaya dan mengurangi tingkat human error.
Kedua, proses pemilu lebih cepat selesai, sehingga tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan politik. Tidak ada lagi sistem perhitungan bertingkat (berjenjang) yang berpotensi menimbulkan keresahan dan konflik.
Ketiga, mengurangi penggunaan kertas (go-green). Ramah lingkungan bukan?
Keempat, dalam jangka panjang sangat hemat biaya, karena mesin pemilu seperti ini dapat digunakan berkali-kali di pemilu berikutnya (bukan sekali pakai seperti kertas dan kardus).
Kelima, menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mengalami kemajuan, dari bangsa tradisional yang masih melakukan pemilihan secara manual dan selalu terjebak pada masalah yang sama, menjadi bangsa maju yang mampu memanfaatkan teknologi dan mampu meminimalisir masalah klise yang muncul. Ini lompatan kemajuan yang luar biasa.
Bagi orang yang anti kemajuan, pasti akan menolak dengan alasan tidak semua daerah dapat menggunakan teknologi seperti ini. Mengapa cara berpikirnya tidak dibalik? Jika tidak semua daerah dapat menggunakan teknologi seperti ini, bagaimana caranya supaya semua daerah dapat menggunakan teknologi maju seperti ini? Apa yang harus dilakukan? Sejelek-jeleknya, jika masih ada yang manual, prosentasenya tidak lebih dari 25%.

Wednesday, 08 May 2019

MEMILIH & DIPILIH

 

Banyak yang menduga saya golput gara-gara menulis artikel berjudul HAK dibawah. Padahal saya menulis artikel itu untuk meluruskan paham-paham demokrasi yang menyimpang. Memilih adalah hak, bukan kewajiban. Jika memilih adalah sebuah kewajiban, pasti ketentuannya sudah tercantum dalam undang-undang yang mengikat seluruh warga negara. Hak tidak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, tentu saja melanggar HAM dan menimbulkan masalah baru. Semoga para elit politik yang suka memaksakan kehendak dengan menakut-nakuti rakyat untuk memilih mereka, cepat sadar dan mau belajar kembali tentang demokrasi. Untuk menjadi bagian atau pemain dari demokrasi, kita harus memahami demokrasi itu sendiri luar dalam. Para penganut machstaat (negara berdasar kekuasaan) tidak layak hidup dalam negara demokrasi dan berbahaya bagi eksistensi demokrasi itu sendiri.

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.