.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Thursday, 02 May 2019
Permohonan Sharing Knowledge
Muhammad Alfis Budi Sanjaya
Selamat Sore Apakah memungkinkan, kami mengundang Bapak untuk melakukan Sharing Knowledge di Perusahaan? Terima kasih Best Regards Muhammad Alfis
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 3
Total Pengunjung: 1080386

Friday, 27 Jan 2012

Korupsi Dengan Hati


"Mengapa KORUPSI DENGAN HATI? Apakah saya mengajak Anda untuk korupsi?"

Saya tidak mengajak Anda untuk korupsi. Justru saya mengajak Anda untuk memusnahkan budaya korupsi dan makhluk koruptornya. Ungkapan KORUPSI DENGAN HATI muncul karena banyaknya perilaku korup yang tidak terdeteksi. Begitu muncul di permukaan sudah parah. Negara dirugikan, perusahaan bisa bangkrut. Oleh karena itu, judul buku ini saya lengkapi dengan subjudul, sehingga terbaca lengkap : KORUPSI DENGAN HATI : Mengantisipasi Kerugian Perusahaan & Instansi.

Pada Bagian Prolog buku KORUPSI DENGAN HATI : Mengantisipasi Kerugian Perusahaan & Instansi ini, diungkapkan tentang apa dan bagaimana budaya korupsi itu terjadi. Anda akan mudah memahami, mengapa korupsi sulit diberantas dan apa saja jenis korupsi yang lazim dilakukan di Indonesia.

 


"Apa & bagaimana KORUPSI KORPORASI? Bagaimana akibatnya bagi perusahaan yang digerogoti budaya korup?"

Ibarat gedung yang tiang-tiangnya digerogoti tikus, maka pelan tapi pasti gedung itu akan ambruk. Itulah gambaran mengenaskan tentang perusahaan yang terkontaminasi virus korupsi. Bagaimana dengan perusahaan Anda? Apakah perusahaan Anda sehat? Apakah perusahaan Anda sudah pernah melakukan foto rontgen dan general check-up untuk mengetahui "penyakit-penyakit" tersembunyi semacam korupsi ini?

Pada Bab 1 buku KORUPSI DENGAN HATI : Mengantisipasi Kerugian Perusahaan & Instansi ini, Anda akan mendapatkan jawabannya. Disini diuraikan tentang penyebab korupsi korporasi, akibat korupsi korporasi serta antisipasi dan penanganan korupsi korporasi dengan tetap mengutamakan keselamatan perusahaan.

 


"Apa & bagaimana KORUPSI WAKTU? Bagaimana akibatnya bagi perusahaan yang karyawannya melakukan korupsi waktu?"

Waktu adalah sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui. Namun banyak karyawan yang secara sadar melakukan korupsi waktu untuk kepentingannya sendiri. Perusahaan dirugikan, namun budaya ini justru luput dari perhatian kita. Perhatian kita hanya terfokus pada berita-berita TV yang menayangkan drama korupsi di pemerintahan itu.

Pada Bab 2 buku KORUPSI DENGAN HATI : Mengantisipasi Kerugian Perusahaan & Instansi ini, Anda akan mendapatkan informasi bagaimana korupsi waktu bisa terjadi, apa saja penyebabnya, bagaimana kerugian perusahaan, bagaimana mengantisipasi dan menanggulangi korupsi waktu ini.

 

 

"Apa & bagaimana KORUPSI TENAGA? Mengapa karyawan melakukan korupsi tenaga? Apa akibatnya bagi perusahaan dalam jangka panjang?"


Tenaga adalah sumberdaya manusia yang dimiliki oleh karyawan. Perusahaan membeli tenaga karyawan dengan upah. Namun, tidak semua karyawan ikhlas menyerahkan tenaga yang sudah dibeli perusahaan itu untuk kepentingan perusahaan. Banyak karyawan dengan berbagai alasannya melakukan korupsi tenaga secara terang-terangan didepan hidung boss-nya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Pada Bab 3 buku KORUPSI DENGAN HATI : Mengantisipasi Kerugian Perusahaan & Instansi ini, Anda akan mendapatkan informasi lengkap mengenai korupsi tenaga yang lazim terjadi dalam perusahaan, bagaimana cara karyawan melakukannya, apa akibatnya bagi perusahaan, serta bagaimana cara antisipasi dan penanganannya.

 


"Apa & bagaimana KORUPSI DOKUMEN? Mengapa karyawan melakukan korupsi dokumen? Apa akibatnya bagi perusahaan?"

Dokumen adalah bukti tertulis tentang suatu kegiatan yang dilakukan. Apa jadinya jika karyawan yang seharusnya jujur justru melakukan korupsi dokumen untuk kepentingan dirinya sendiri? Celakanya, seluruh dokumen yang dibutuhkan perusahaan dapat dikorupsi demi keuntungan pribadi karyawan. Apa akibatnya bagi perusahaan?

Pada Bab 4 buku KORUPSI DENGAN HATI : Mengantisipasi Kerugian Perusahaan & Instansi ini, Anda akan mendapatkan penjelasan lengkap bagaimana sebuah dokumen itu bisa dijadikan sarana korupsi, mengapa karyawan melakukan korupsi dokumen, apa kerugian perusahaan, serta bagaimana cara mengantisipasi dan menangani korupsi dokumen supaya tidak makin merugikan perusahaan.

 

 

"Apa & bagaimana KORUPSI TRANSPORTASI? Mengapa transportasi untuk melancarkan kegiatan perusahaan saja dikorupsi? Apa akibatnya bagi perusahaan?"


Transportasi adalah sarana untuk melancarkan kegiatan perusahaan. Perusahaan telah menyediakan berbagai fasilitas maupun sarana dan prasarana transportasi. Namun siapa sangka, niat baik perusahaan ini dimanfaatkan karyawan-karyawan tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan demi kepentingan pribadi. Mengapa karyawan tega melakukan perbuatan itu? Apa tujuannya?

Pada Bab 5 buku KORUPSI DENGAN HATI : Mengantisipasi Kerugian Perusahaan & Instansi ini, Anda akan mendapatkan gambaran lengkap bagaimana sebuah korupsi transportasi dapat terjadi, apa penyebabnya, bagaimana kerugian perusahaan serta bagaimana cara mengantisipasi dan menanganinya.

 

 

"Apa & bagaimana KORUPSI AKOMODASI? Mengapa akomodasi yang disediakan perusahaan dikorupsi? Apa akibatnya bagi perusahaan?"


Akomodasi adalah salah satu fasilitas perusahaan yang disediakan khusus bagi karyawan. Namun tahukah Anda, jika fasilitas untuk karyawan inipun dikorupsi demi kepentingan karyawan tidak bermoral? Mengapa hal ini dapat terjadi? Bagaimana kerugian yang ditanggung perusahaan?

Pada Bab 6 buku KORUPSI DENGAN HATI : Mengantisipasi Kerugian Perusahaan & Instansi ini, Anda akan mendapatkan gambaran lengkap bagaimana sebuah akomodasi yang khusus diperuntukkan bagi karyawan ini justru dikorupsi oleh karyawan itu sendiri, apa penyebabnya, bagaimana kerugian bagi perusahaan serta bagaimana mengantisipasi dan menangani korupsi akomodasi ini.

 


"Apa & bagaimana KORUPSI KOMUNIKASI? Mengapa komunikasi saja dikorupsi? Apa akibatnya bagi perusahaan?"


Makhluk koruptor itu memang menjijikkan. Kerakusannya luar biasa. Bayangkan saja, komunikasi saja bisa dikorupsi dengan senang hati. Padahal komunikasi itu kan sarana untuk memperlancar melaksanakan pekerjaan? Aneh bin ajaib kan? Itulah Indonesia. Jika Anda memiliki perusahaan di Indonesia, waspadalah terhadap hal ini.

Pada Bab 7 buku KORUPSI DENGAN HATI : Mengantisipasi Kerugian Perusahaan & Instansi ini, Anda akan mendapatkan ulasan lengkap bagaimana sebuah komunikasi bisa dijadikan obyek korupsi oleh makhluk menjijikkan koruptor itu, apa penyebabnya, apa akibatnya bagi perusahaan serta bagaimana cara mengantisipasi dan menanganinya.

 

 

"Apa & bagaimana KORUPSI INFORMASI? Mengapa informasi saja dikorupsi? Apa akibatnya bagi perusahaan?"


Pernahkah terbayang di benak Anda bahwa informasi saja dilalap habis oleh para tikus koruptor? Inilah fakta dan realita. Koruptor tidak menyisakan sedikitpun manfaat untuk orang lain. Informasi tentang dirinya sendiri saja bisa dikorupsi. Mengapa bisa terjadi?

Pada Bab 8 buku KORUPSI DENGAN HATI : Mengantisipasi Kerugian Perusahaan & Instansi ini, Anda akan mendapatkan ulasan lengkap bagaimana sebuah informasi bisa dikorupsi, apa penyebabnya, bagaimana kerugian yang diderita perusahaan serta bagaimana cara mengantisipasi dan menanganinya?

 

 

"Apa & bagaimana KORUPSI BERJAMAAH? Siapa imam-nya? Mengapa korupsi dilakukan berjamaah? Apa akibatnya bagi perusahaan?"


Bagi Anda yang bertakwa kepada Allah SWT, Anda pasti akan mengelus dada melihat realita bahwa korupsi dilakukan secara berjamaah. Ada imam-nya pula...! Dunia sudah hampir kiamat...! Bayangkan saja, perilaku menjijikkan dan penuh dosa itu dilakukan bersama-sama? Padahal binatang pun tidak pernah melakukan korupsi rejeki sesamanya. Apakah moral kita sudah runtuh?

Pada Bab 9 buku KORUPSI DENGAN HATI : Mengantisipasi Kerugian Perusahaan & Instansi ini, Anda akan mendapatkan ulasan lengkap bagaimana sebuah bisa dilakukan secara berjamaah, apa penyebabnya, bagaimana kerugian yang diderita perusahaan serta bagaimana cara mengantisipasi dan menanganinya?

 

 

"Apakah kejujuran & keterbukaan dapat menjadi obat pembasmi virus korupsi?"

Sebejat-bejatnya perilaku korup, tetap menang perilaku yang baik dan bermanfaat untuk orang banyak. Ada beberapa cara ampuh membasmi virus korupsi beserta tikus-tikus dan cindil-cindil koruptornya. Anda bisa membersihkan dan memusnahkan virus tersebut seketika. Anda tetap diberkati Allah karena Anda bermanfaat bagi orang banyak. Bagaimana caranya?

Pada Bab 9 buku KORUPSI DENGAN HATI : Mengantisipasi Kerugian Perusahaan & Instansi ini, Anda akan mendapatkan ulasan lengkap bagaimana Anda dapat membasmi virus korupsi dan membersihkan perusahaan Anda. Mudah dipahami dan diterapkan, karena sudah diuji oleh penulsinya di perusahaan yang dipimpinnya sendiri.

Selamat berkarya...!

 

Penerbit            : Elex Media Komputindo
Alamat Penerbit  : Jl. Palmerah Barat 29 - 37 Jakarta 10270
Telp.                : (021) 53650110 - 53650111 ext. 3202 - 3216
Website            : www.elexmedia.co.id

Data Buku         : cetakan pertama tahun 2012; 247halaman; xiii

Buku ini masih tersedia di toko-toko buku di seluruh Indonesia, atau dapat dipesan melalui penerbit tersebut diatas.

 


Tuesday, 09 Jul 2019

PEMILU 2020 & SETERUSNYA

Pemilu serentak 2019 telah usai dengan berbagai problematikanya, meskipun sebenarnya problematika ini sifatnya klise, selalu terjadi berulang sejak pemilu-pemilu sebelumnya. Oleh karena itu, supaya kita tidak memelihara kebodohan abadi dan bangsa kita cepat maju dan berkembang, penyelenggaraan Pemilu 2020 dan seterusnya harus dibenahi. Apa saja yang penting untuk dibenahi? Mari kita lihat uraiannya berikut ini:

MENGGUNAKAN ALAT BANTU MESIN
Sekarang jaman teknologi. Sebagian besar pekerjaan manual sudah tergantikan oleh mesin. Mesin dibuat untuk meringankan pekerjaan manusia. Demikian pula seharusnya pemungutan suara ini. Pemungutan suara yang dilakukan dengan bantuan mesin akan lebih efektif dan efisien. Caranya mudah saja kok. Warga negara yang mau memilih tinggal datang ke TPS, kemudian kemudian melakukan scan sidik jari atau retinanya. Setelah itu pemilih tinggal memilih gambar kontestan pemilu yang dipilihnya melalui layar atau dengan cara menekan tombol nomor. Selesai. Singkat sekali dan tidak bisa diulang. Data langsung masuk ke penyelenggara pemilu tingkat pusat. Bayangan saya, mesin pemilu ini sesederhana mesin absensi sidik jari atau mesin ATM (ada layarnya). Bahkan saya berharap, suatu ketika nanti pemungutan suara dapat dilakukan melalui handphone, sehingga pemilih dapat leluasa menggunakan hak pilihnya tanpa harus libur dan mengorbankan produktifitasnya.
Apa manfaatnya cara seperti ini?
Pertama, petugas KPPS tidak kelelahan, karena pekerjaan manualnya terbantu mesin, sehingga dapat terhindar dari sakit atau kematian yang tidak perlu. Jumlah petugas juga dapat diminimalisir, sehingga sangat efisien dari sisi biaya dan mengurangi tingkat human error.
Kedua, proses pemilu lebih cepat selesai, sehingga tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan politik. Tidak ada lagi sistem perhitungan bertingkat (berjenjang) yang berpotensi menimbulkan keresahan dan konflik.
Ketiga, mengurangi penggunaan kertas (go-green). Ramah lingkungan bukan?
Keempat, dalam jangka panjang sangat hemat biaya, karena mesin pemilu seperti ini dapat digunakan berkali-kali di pemilu berikutnya (bukan sekali pakai seperti kertas dan kardus).
Kelima, menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mengalami kemajuan, dari bangsa tradisional yang masih melakukan pemilihan secara manual dan selalu terjebak pada masalah yang sama, menjadi bangsa maju yang mampu memanfaatkan teknologi dan mampu meminimalisir masalah klise yang muncul. Ini lompatan kemajuan yang luar biasa.
Bagi orang yang anti kemajuan, pasti akan menolak dengan alasan tidak semua daerah dapat menggunakan teknologi seperti ini. Mengapa cara berpikirnya tidak dibalik? Jika tidak semua daerah dapat menggunakan teknologi seperti ini, bagaimana caranya supaya semua daerah dapat menggunakan teknologi maju seperti ini? Apa yang harus dilakukan? Sejelek-jeleknya, jika masih ada yang manual, prosentasenya tidak lebih dari 25%.

Wednesday, 08 May 2019

MEMILIH & DIPILIH

 

Banyak yang menduga saya golput gara-gara menulis artikel berjudul HAK dibawah. Padahal saya menulis artikel itu untuk meluruskan paham-paham demokrasi yang menyimpang. Memilih adalah hak, bukan kewajiban. Jika memilih adalah sebuah kewajiban, pasti ketentuannya sudah tercantum dalam undang-undang yang mengikat seluruh warga negara. Hak tidak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, tentu saja melanggar HAM dan menimbulkan masalah baru. Semoga para elit politik yang suka memaksakan kehendak dengan menakut-nakuti rakyat untuk memilih mereka, cepat sadar dan mau belajar kembali tentang demokrasi. Untuk menjadi bagian atau pemain dari demokrasi, kita harus memahami demokrasi itu sendiri luar dalam. Para penganut machstaat (negara berdasar kekuasaan) tidak layak hidup dalam negara demokrasi dan berbahaya bagi eksistensi demokrasi itu sendiri.

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.