.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Thursday, 02 May 2019
Permohonan Sharing Knowledge
Muhammad Alfis Budi Sanjaya
Selamat Sore Apakah memungkinkan, kami mengundang Bapak untuk melakukan Sharing Knowledge di Perusahaan? Terima kasih Best Regards Muhammad Alfis
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 6
Total Pengunjung: 1052754

Friday, 30 Oct 2015

TRIK JITU JUAL DIRI


Mengapa harus TRIK JITU JUAL DIRI?

Mungkinkah Anda memberi pekerjaan atau rejeki kepada orang yang tidak Anda kenal? Tentu tidak, bukan? Itulah gunanya kita JUAL DIRI. Jual Diri disini artinya kita mampu menawarkan potensi diri kita kepada orang lain, untuk ditukar dengan upah atau rejeki lainnya. Mayoritas orang gagal bukan karena pendidikannya atau asal usulnya, tetapi karena ia tidak mampu menjual potensi dirinya dengan baik. Contoh: orang yang putus sekolah bisa menjadi pengusaha sukses, bahkan konglomerat, karena ia mampu menjual potensi diri dan perusahaannya kepada konsumen dan pelanggan. Sementara lulusan sarjana atau pascasarjana justru banyak yang menganggur, karena tidak mampu menjual potensi dirinya kepada perusahaan yang membutuhkan. Padahal setiap hari perusahaan-perusahaan itu membuka lowongan kerja. Didalam buku ini Anda akan mendapatkan pencerahan, bagaimana cara menawarkan potensi diri supaya dibeli orang lain.

 

Apakah TRIK JITU JUAL DIRI itu sulit? Ataukah bisa diterapkan oleh semua kalangan, termasuk yang berpendidikan terbatas?

Semua buku SURYONO EKOTAMA, didesain khusus supaya dapat diterapkan oleh semua kalangan, mulai dari anak putus sekolah sampai pejabat. Trik-trik yang tersaji dalam buku ini bukan merupakan trik yang njlimet. Kita sudah pernah mendapatkan ilmunya di bangku sekolah dasar dan menengah. Tapi kita tidak pernah mengembangkan setelah dewasa. Akibatnya, trik-trik ini tidak berkembang dan kita gagal menjual potensi diri. Contoh trik-trik sederhana yang disajikan dalam buku ini: membaca, menulis, berhitung, berpikir, bertindak, berbicara, berpenampilan, ketrampilan kerja, kemampuan menghargai, daya tahan terhadap tekanan. Anda kaget? Itulah trik sederhananya. Pernah diajarkan kepada kita semasa kita kecil dan remaja, tapi kita lalaikan pada saat kita menginjak dewasa. Begitu Anda membaca buku ini, Anda pasti akan mengangguk-angguk tanda setuju keteledoran kita itu. Silakan pelajari isi bukunya. Anda akan mendapatkan panduan sederhana untuk sukses dan berhasil.

 

Buku TRIK JITU JUAL DIRI ini diperuntukkan bagi siapa?

Jawabannya: bagi semua kalangan...! Bagi pencari kerja, bagi karyawan yang sudah bekerja, bagi politikus yang sedang mencari massa, bagi pimpinan yang harus bermitra dengan perusahaan / instansi lain. Bahkan bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin start lebih awal meniti kesuksesan...!

 

Mengapa buku TRIK JITU JUAL DIRI ini menjadi sangat berharga?

Buku ini dijual murah, sangat murah untuk membayar biaya kesuksesan Anda. Buku ini disusun oleh mantan karyawan yang sekarang sukses menjadi pengusaha dan berpendidikan setingkat master (S2). Semua kesuksesannya di usia muda tersebut adalah hasil dari menerapkan trik-trik yang tertuang dalam buku ini. Jadi, buku ini adalah pengalaman pribadi penulisnya. Buku ini juga diperkaya dengan pengalaman penulis sebagai interviewer selama 15 tahun dan telah mewawancarai ribuan calon karyawan dari level staff sampai level direktur. Anda penasaran? Silakan pelajari bukunya. Buku ini didesain untuk bisa dibaca habis dalam waktu beberapa jam saja untuk menghemat waktu Anda. Selebihnya Anda bisa mencoba untuk menerapkan ilmu yang didapatkan dari hasil membaca buku ini. Mari kita berkarya...!


Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2015
Alamat Penerbit : Kompas Gramedia Building Blok I Lt.5, Jl. Palmerah Barat 29-37 JAKARTA
Telp. : -
Website : www.gramediapustakautama.com
Data Buku : cetakan pertama, 2015, xviii + 136 halaman

 


Wednesday, 08 May 2019

MEMILIH & DIPILIH

 

Banyak yang menduga saya golput gara-gara menulis artikel berjudul HAK dibawah. Padahal saya menulis artikel itu untuk meluruskan paham-paham demokrasi yang menyimpang. Memilih adalah hak, bukan kewajiban. Jika memilih adalah sebuah kewajiban, pasti ketentuannya sudah tercantum dalam undang-undang yang mengikat seluruh warga negara. Hak tidak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, tentu saja melanggar HAM dan menimbulkan masalah baru. Semoga para elit politik yang suka memaksakan kehendak dengan menakut-nakuti rakyat untuk memilih mereka, cepat sadar dan mau belajar kembali tentang demokrasi. Untuk menjadi bagian atau pemain dari demokrasi, kita harus memahami demokrasi itu sendiri luar dalam. Para penganut machstaat (negara berdasar kekuasaan) tidak layak hidup dalam negara demokrasi dan berbahaya bagi eksistensi demokrasi itu sendiri.

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Friday, 15 Mar 2019

KEPRIBADIAN KONTESTAN PEMILU

Pemilu akan dilaksanakan sebulan lagi. Apakah Anda sudah memiliki pilihan? Siapa yang Anda pilih? Apa pertimbangannya? Apakah hanya semata karena kesamaan golongan dan kesamaan kepentingan? Ataukah ada pertimbangan lain yang lebih beradab?

Sebenarnya ada satu hal yang seharusnya menjadi pertimbangan utama kita untuk memilih kontestan pemilu, yakni kepribadiannya. Kepribadian sangat penting artinya karena menjadi dasar berpikir dan bertindak bagi seseorang. Jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian buruk, maka nasib bangsa ini bisa buruk. Sebaliknya, jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian baik, nasib bangsa ini bisa lebih baik.
Darimana kita menilai kepribadian kontestan pemilu? Caranya sangat mudah, yakni dengan melihat apa yang mereka lakukan selama menjadi kontestan pemilu. Kepribadian mereka tercermin dari pikiran dan tindakannya. Pikiran negatif dan tindakan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat cerminan dari kepribadian yang buruk. Pikiran positif dan tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat mencerminkan kepribadian yang baik.

Dalam menentukan baik buruknya kepribadian kontestan pemilu, indikator umum yang kita gunakan sebagai pedoman adalah:
1. Tidak melanggar peraturan (hukum positif Indonesia)
2. Tidak mengganggu kepentingan umum
3. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
4. Sopan dan beretika

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.