.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Tuesday, 19 Mar 2019
Perjanjian Waralaba
mutia
Halo Bapak Ekotama, Saya Mutia, saat ini saya sedang menyusun kontrak perjanjian waralaba untuk lomba contract drafting. Saya telah membaca buku bapak yang berjudul rahasia kontrak franchise, buku tersebut sangat bermanfaat untuk membimbing saya dal
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 2
Total Pengunjung: 1042097

Friday, 30 Oct 2015

PEDOMAN MUDAH MENYUSUN S.O.P


Buku ini merupakan buku terbaru tentang SOP (Standard Operating Procedure) yang diterbitkan Suryono Ekotama. Sebagaimana kita ketahui bersama, buku SOP karya Suryono Ekotama selalu laris manis dan diburu pembaca. Bahkan sampai buku tersebut habis pun masih banyak pembaca yang rela menunggu untuk mendapatkan bukunya. Mengapa demikian? Sebab buku SOP karya Suryono Ekotama merupakan buku SOP yang paling mudah dipahami dan diaplikasikan. Penyebabnya tidak lain karena disusun oleh Suryono Ekotama yang notabenenya seorang pengusaha, membuat sistem sendiri, menerapkan sistem sendiri, mengembangkan sistem sendiri dan menuliskan pengalamannya tersebut dalam bukunya. Sehingga buku SOP karya Suryono Ekotama paling masuk akal untuk diaplikasikan di perusahaan. Apalagi ditunjang dengan gaya bahasa sederhana, sehingga dapat dimengerti siapa saja.

Buku SOP yang pertama kali diterbitkan berjudul CARA GAMPANG BIKIN SOP (Standard Operating Procedure): Agar Roda Usaha Lebih Tertata, penerbit Media Pressindo. Buku dengan sampul berwarna dominan kuning ini diterbitkan tahun 2010 dan dicetak ulang beberapa kali.
Pada tahun 2013, penerbit memutuskan untuk me-refresh (re-cover) buku tersebut dengan judul CARA MUDAH BIKIN SOP (Standard Operating Procedure): Agar Bisnis Lebih Praktis. Buku dengan sampul dominan warna merah dan putih ini juga dicetak beberapa kali sampai kehabisan stok, sedangkan calon pembaca masih membanjir.
Akhirnya pada tahun 2015, penerbit memutuskan untuk me-refresh (re-cover) kedua kalinya buku ini dengan judul PEDOMAN MUDAH MENYUSUN SOP (Standard Operating Procedure): Agar Bisnis Cepat Besar, Outlet Gampang Diperbanyak, Sistem Kontrol dan Pendelegasian Tugas Menjadi Lebih Mudah. Buku inilah yang masih dijual di toko-toko buku diseluruh Indonesia saat ini dan mulai kehabisan stok lagi. Beruntunglah lagi Anda yang segera mendapatkannya.

Mengapa buku SOP karya Suryono Ekotama menjadi sangat fenomenal dan sangat laris? Karena tingkat orisinialitasnya yang sangat tinggi. Buku ini ditulis dari pengalaman pribadi, bukan hasil menyadur dari sana sini. Gaya bahasanya mudah dipahami, khas bahasa pengusaha yang lugas, to the point. Isi bukunya sangat berorientasi pada keuntungan perusahaan. Sementara buku-buku lainnya yang diterbitkan dengan judul serupa (atau menyerupai), isinya hanya sekedar SOP, tidak ada ruh keuntungan perusahaan disitu. Hal ini bisa dimaklumi mengingat penulisnya bukanlah pengusaha dan belum pernah membuat dan menerapkan SOP untuk perusahaan. Bahkan ada penulis buku SOP perusahaan yang notabenenya adalah ibu rumah tangga. Logisnya, ibu ini menulis trik-trik membersihkan rumah atau memasak yang lezat, bukan menulis SOP untuk perusahaan. Semoga Anda tidak salah pilih ketika di toko buku Anda dihadapkan pada banyak pilihan judul buku SOP yang bombastis dan cenderung menyihir. SOP bukanlah sesuatu yang bombastis, karena tujuannya bukan untuk pamer punya SOP, tetapi supaya perusahaan lebih tertata dan keuntungan yang tercipta lebih banyak.


Penerbit : Media Pressindo, Yogyakarta, 2015
Alamat Penerbit  : Jl. Cempaka Putih No. 8 Deresan CT X Gejayan, Yogyakarta
Telp.  : (0274) 555939, 556043. Fax. (0274) 546020
Website : www.media-pressindo.com,
Data Buku : cetakan pertama, 2015, 180 halaman, re-fresh/re-cover ke-2.

 


Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Friday, 15 Mar 2019

KEPRIBADIAN KONTESTAN PEMILU

Pemilu akan dilaksanakan sebulan lagi. Apakah Anda sudah memiliki pilihan? Siapa yang Anda pilih? Apa pertimbangannya? Apakah hanya semata karena kesamaan golongan dan kesamaan kepentingan? Ataukah ada pertimbangan lain yang lebih beradab?

Sebenarnya ada satu hal yang seharusnya menjadi pertimbangan utama kita untuk memilih kontestan pemilu, yakni kepribadiannya. Kepribadian sangat penting artinya karena menjadi dasar berpikir dan bertindak bagi seseorang. Jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian buruk, maka nasib bangsa ini bisa buruk. Sebaliknya, jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian baik, nasib bangsa ini bisa lebih baik.
Darimana kita menilai kepribadian kontestan pemilu? Caranya sangat mudah, yakni dengan melihat apa yang mereka lakukan selama menjadi kontestan pemilu. Kepribadian mereka tercermin dari pikiran dan tindakannya. Pikiran negatif dan tindakan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat cerminan dari kepribadian yang buruk. Pikiran positif dan tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat mencerminkan kepribadian yang baik.

Dalam menentukan baik buruknya kepribadian kontestan pemilu, indikator umum yang kita gunakan sebagai pedoman adalah:
1. Tidak melanggar peraturan (hukum positif Indonesia)
2. Tidak mengganggu kepentingan umum
3. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
4. Sopan dan beretika

Wednesday, 25 Jul 2018

 

MENGAWALI SEMESTER 2 TAHUN 2018

PELATIHAN KEPEMIMPINAN & MANAJERIAL BPR

 

 Tidak dapat dimungkiri, maju mundurnya sebuah perusahaan ditentukan oleh level kepemimpinan dan manajerial para pengelola perusahaannya. Untuk dapat memimpin dengan baik, seseorang harus mengetahui dan memahami posisinya. Sedangkan untuk mengelola perusahaan dengan baik, seseorang harus menguasai wawasan dan ketrampilan manajerial sesuai dengan jabatannya dan karakteristik perusahaannya.

 

Dalam rangka meningkatkan kualitas kepemimpinan dan manajerial pada bank perkreditan rakyat, BANKERS INSTITUTE menyelenggarakan pelatihan khusus kepemimpinan dan manajerial BPR pada tanggal 14 Juli 2018 yang lalu di Hotel de Laxston Yogyakarta.

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.