.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Saturday, 31 Mar 2018
Penentuan besaran saham untuk anggota keluarga
Verry
Selamat malam pak eko, Saat ini saya dan adik bergabung dalam 1 perusahaan keluarga, kami adalah generasi ke 2. Saya terlebih dahulu memegang tongkat estafet perusahaan mulai tahun 2007 dan 2 tahun kemudian adik saya ikut bergabung. Masalah yan
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 2
Total Pengunjung: 934493

Saturday, 31 Mar 2018
Verry
Penentuan besaran saham untuk anggota keluarga

Selamat malam pak eko,

Saat ini saya dan adik bergabung dalam 1 perusahaan keluarga, kami adalah generasi ke 2. Saya terlebih dahulu memegang tongkat estafet perusahaan mulai tahun 2007 dan 2 tahun kemudian adik saya ikut bergabung.
Masalah yang sedang kami alami saat ini adalah orang tua kami ingin menghibahkan saham mereka kepada kami berdua. Namun terkendala dengan persentase yg akan di hibahkan kepada kami berdua. Apabila salah satu dari kami mendapatkan saham yg lebih kecil maka di khawatirkan akan menjadi hal yg kurang nyaman.
Sehingga timbul lah beberapa obrolan saya dengan adik... apakah perusahaan yg ada saat ini kita split menjadi 2 perusahaan sehingga masing2 bisa menunjukkan kinerja masing2. Kebetulan skill saya dengan adik berbeda, saya handle kantor (pembelian, penjualan dan manajemen) sedangkan adik saya kebetulan lulusan tehnik sehingga dia memegang manufakturnya. 
Yang paling utama kekhawatiran yg timbul adalah ketika salah satu dari kami mendapat porsi saham yg lebih besar dan bila suatu hari ada permasalahan dan tidak ada titik temu. Maka secara kepemilikan saham, jelas keputusan ada di saham terbesar. Dan belum tentu menjadi kesepakatan bersama. Hal ini bisa menghambat kinerja perusahaan.


Jawaban:
Thursday, 19 Apr 2018

Terimakasih atas atensinya Bapak Verry. Berikut jawaban atas pertanyaan Anda:


Ada beberapa model yang dapat diterapkan untuk pembagian saham ini, misalnya:
1. Dibagi dua sama rata. Tapi dibagi dua sama rata disini angkanya tidak bisa sama persis, yakni 51% dan 49%. Saham yang lebih besar dipegang oleh orang yang kontribusinya lebih besar, demikian pula sebaliknya. Jika Anda memegang urusan manajemen, seharusnya Anda berkontribusi lebih besar di perusahaan ini, karena maju mundurnya perusahaan tergantung manajemen yang diterapkan.

2. Berdasarkan pembagian wilayah kerja. Dalam manajemen perusahaan terdapat unsur produksi, pemasaran, SDM, keuangan. Manufaktur termasuk dalam unsur produksi. Jika masing-masing unsur dihargai 25% saham, maka adik Anda memegang 25% dan Anda memegang 75% saham.

3. Berdasarkan penilaian kinerja dan kontribusinya untuk kemajuan perusahaan sejak tahun 2007 - sekarang. Ini adalah cara paling fair dan yang menilai adalah orang tua Anda. Penilaian didasarkan pada laporan keuangan perusahaan, pertumbuhan perusahaan dan attitude masing-masing anak. Indikator penilaiannya dapat dirinci menjadi belasan hingga puluhan item, terutama hal-hal strategis dimana Anda dan adik berperan dalam pertumbuhan perusahaan. Selain itu, orang tua juga harus melakukan interview dengan Anda dan adik untuk mengetahui visi dan misi Anda berdua kedepannya serta program-program yang Anda miliki untuk memajukan perusahaan kedepan. Semua hasil analisis data dan interview tadi dituangkan dalam selembar penilaian yang tidak dapat diganggu gugat dan diumumkan seperti layaknya mengumumkan wasiat. Jika didasari data dan fakta, pasti semua pihak akan bisa menerima dengan lapang dada.

Demikian, semoga mencerahkan. Sukses selalu...!

 




Thursday, 15 Sep 2016

MEMPERINGATI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA, LAUNCHING BUKU BARU
RAHASIA MUDAH MENDAPATKAN PEKERJAAN

 

SURYONO EKOTAMA sering berkata pedas soal cara bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaannya. Mulai dari libur (tidak produktif), sampai lomba-lomba konyol yang tidak mendidik (balap karung, panjat pinang, makan kerupuk, dan sebagainya). Menurutnya, sebagai bangsa yang merdeka, seharusnya bangsa Indonesia mampu memperingati hari kemerdekaannya dengan cara yang lebih bermakna, misalnya lomba matematika, lomba fisika, lomba teknologi tepat guna, lomba disain baju, dan sebagainya yang menunjukkan kualitas manusia Indonesia yang sebenarnya.

Thursday, 21 Apr 2016

ULTAH KE-39, LAUNCHING BUKU


DATANG BAWA LAMARAN, PULANG BAWA SAHAM

 

Komitmen Suryono Ekotama untuk turut serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia betul-betul dibuktikan dengan karya nyata. Sepanjang tahun 2015, ia menerbitkan empat judul buku bertema peningkatan kualitas sumber daya manusia, yakni TRIK JITU JUAL DIRI (Gramedia Pustaka Utama), SUKSES MENEMBUS SELEKSI KARYAWAN (Gramedia Pustaka Utama), RAHASIA SUKSES SELEKSI WAWANCARA (Gramedia Pustaka Utama); CARA GAMPANG MENGUBAH KARYAWAN MENJADI ASET (Elex Media Komputindo).

Thursday, 05 Nov 2015

HARI SUMPAH PEMUDA, LAUNCHING BUKU

"CARA GAMPANG MENGUBAH KARYAWAN MENJADI ASET"

Hari Sumpah Pemuda diperingati sebagai kebangkitan pemuda pemudi Indonesia dan jiwa nasionalismenya. Pertanyaannya, apa yang sudah kita lakukan untuk memperingati hari sumpah pemuda ini untuk kemajuan bangsa Indonesia?

Banyak pemuda dan pemudi justru galau memperingati hari sumpah pemuda. Sudah sumpah pemudanya tidak hapal, tidak pula ada karya nyata yang disumbangkan untuk memajukan bangsa. Namun berbeda dengan Suryono Ekotama. Seperti biasanya, penulis yang masih mengklaim dirinya muda usia ini memperingati hari sumpah pemuda dengan karya nyata. Ia menerbitkan buku baru untuk memperbaiki kualitas bangsa Indonesia bersama Penerbit Elex Media Komputindo (Jakarta) berjudul CARA GAMPANG MENGUBAH KARYAWAN MENJADI ASET YANG PRODUKTIF DAN MENGUNTUNGKAN. Buku ini adalah buku ke-20 dari serial buku bisnis praktis yang diterbitkan oleh Suryono Ekotama.

Copyright 2009 - 2018 :: ekotama. All Rights Reserved.