.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Wednesday, 12 Sep 2018
Franchise
Fabian
1. Survey lapangan sudah dibahas di buku anda percaya sama  franchisor saja karena kalau dia gak becus merk dagang dia pasti  tercoreng, jadi menurut anda bagaimana (ciri-ciri) survey yang tidak  bohong ? Karena ada 1 gerai Coffee T
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 2
Total Pengunjung: 972125

Sunday, 29 Apr 2018
Hadi Gunawan
Pembagian Keuangan Kantor

Sebelumnya perkenalkan nama saya Hadi, saya sebagai head adm di salah satu perusahaan kontraktor bangunan. Singkat cerita, sistem management pembagian keuangan kantor, di kantor kami terdapat 5 divisi, yang mana masing" divisi pegang peran di bidang masing".

- DIVISI MURAL
- DIVISI SIPIL
- DIVISI DEKORATIF
- DIVISI FLOORING
- DIVISI FURNITURE
Modal awal pembentukan kantor ini sumbernya dari 1 orang, tapi nantinya jikalau perusahaan ini sudah berkembang dan perputaran keuangan sudah bagus, maka modal awal ini akan di bagi" rata ke masing" 5 divisi yang ada di kantor, jadi intinya kantor/perusahaan ini milik bersama. 
Di kantor terdapat :
- Kepala Marketing (Support)
- Staff marketing (Setiap Divisi memunyai marketing masing")
- Staff ADM
Sistem pembagian sederhana untuk saat ini:
contoh:
Total nilai project Divisi Flooring yaitu 200.000.000
di potong operasional untuk keperluan lapangan 50.000.000
Sisa Omset 150.000.000
Dari sisa omset ini, akan di kurangi lagi dari:
Contoh:
Omset 150.000.000
Di kurangin operasional kantor 20% senilai 20.000.000
Di kurangin gaji + bonus team marketing 10.000.000
Sisa omset 130.000.000
( operasional kantor akan di bagi ke 5 divisi yang mana masing" divisi akan di potong 20% dari nilai opr. kantor)
Dari omset 130.000.000 ini masih di bagi lagi antara kantor dan Divisi terkait.
50:50 
Jadi Prosit bersih divisi mural yaitu: 65.000.000
Hasil pembagian dari kantor sendiri yaitu senilai 65.000.000, ini akan di potong lagi untuk
- Direktur %
- gaji + bonus team kepala marketing. %
- Kepala ADM %
* Poin pertanyaan:
1. Apakah sistem menegement pembagian keuangan kantor ini sudah cukup, salah. Jika salah mohon solusinya.
2. Presentase yang harus di bagikan antara kantor dan masing" divisi
3. Solusi lainnya.
Solusi dan pendapat akan sangat berarti bagi kami, demi kemajuan perusahaan kami ini.
Salam.


Jawaban:
Friday, 04 May 2018

Terimakasih atas atensinya Bapak Hadi Gunawan. Berikut ini jawaban atas pertanyaan Bapak:

Saya tidak dapat menyatakan manajemen yang Bapak terapkan itu sudah benar atau salah karena setiap perusahaan memiliki cara sendiri untuk mengelola usahanya. Berikut ini saya akan sharing saja pengalaman saya mengelola perusahaan yang mirip dengan perusahaan Bapak. Nanti Bapak bisa bandingkan dengan manajemen Bapak dan mengambil manfaatnya: Perusahaan yang saya kelola memiliki satu kantor pusat dan 7 divisi. Kantor pusat di perusahaan kami disebut Cost Center, karena tidak menghasilkan pemasukan (omzet), mengeluarkan biaya. Kantor pusat kami berisi direksi, bagian keuangan, bagian SDM dan bagian Umum. Sedangkan 7 divisi di kantor kami disebut Profit Center,karena bertugas menghasilkan pemasukan (omzet) bagi perusahaan. Ke-7 divisi ini masing-masing dikepalai seorang kepala divisi. Sistem kerjanya: ke-7 divisi ini bekerja menghasilkan omzet untuk perusahaan, sedangkan kantor pusat bertugas mengelola keuangan, SDM dan pengembangan bisnis. Masing-masing divisi dibebani dengan target omzet tertentu tiap bulan. Jika gagal memenuhi target, kepala divisinya diganti dengan yang lebih produktif. Omzet (pemasukan) langsung disetor ke kantor pusat dan dikelola oleh kantor pusat. Untuk biaya operasional sehari-hari, Kepala Divisi dapat mengajukan permohonan pencairan anggaran kepada Bagian Keuangan kantor pusat. Target omzet untuk ke-7 divisi ditentukan berdasarkan analisis bisnis kantor pusat.

Contoh:  

1.       Kantor pusat dibebani target laba oleh pemilik perusahaan senilai Rp.30.000.000,-  sebulan. Margin laba rata-rata adalah 30%, sedangkan biaya operasional (termasuk gaji direksi dan karyawan) serta pengadaan bahan baku (modal kerja) mencapai 70%.  Oleh karena itu Direktur menetapkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan, setiap bulan perusahaan harus mendapatkan pemasukan bersih Rp.100.000.000,- dengan asumsi untuk biaya operasional Rp.70.000.000,- dan laba Rp.30.000.000,-;  

2.       Target Omzet (pemasukan) perusahaan, dibebankan kepada 7 divisi sebagai berikut:

a.       Divisi A Rp.30.000.000,-

b.      Divisi B Rp.20.000.000,-

c.       Divisi C Rp.15.000.000,-

d.      Divisi D Rp.10.000.000,-

e.      Divisi E Rp.10.000.000,-

f.        Divisi F Rp.10.000.000,-

g.       Divisi G Rp.5.000.000,-;

sehingga totalnya Rp.100.000.000,- omzet dalam sebulan.

 

3.       Penentuan besaran omzet divisi berdasarkan kemampuan divisi tersebut dalam menghasilkan omzet. Divisi yang menghasilkan omzet terbanyak, gaji karyawan dan kepala divisinya lebih besar daripada divisi yang menghasilkan omzet lebih sedikit. Disini digunakan sistem fixed salary ditambah bonus dan insentif, supaya fair. 

4.       Biaya operasional masing-masing divisi sudah terukur melalui rencana kerja dan anggaran divisi yang dibuat oleh kepala divisi tiap awal tahun. Kantor pusat tinggal mencairkan saja sesuai permintaan / kebutuhan berdasarkan rencana kerja dan anggaran tersebut. Jika ada biaya yang belum dianggarkan tetapi harus dikeluarkan, kepala divisi harus menghadap direksi untuk membuat keputusan strategis berkaitan dengan hal tersebut. Termasuk jika membutuhkan modal kerja cukup banyak karena tiba-tiba ada proyek besar diluar rencana.  

5.       Pertanggungjawaban keuangan (pengelolaan keuangan) ada di kepala bagian keuangan, sehingga kepala divisi dapat fokus untuk bekerja mendapatkan omzet yang dibebankan kepadanya.  

6.       Laporan keuangan perusahaan disusun oleh direktur, dibantu Bagian Keuangan. Dengan cara ini, meminimalisir alur keuangan rumit yang membuka celah penyimpangan atau penyalahgunaan. Pertanggungjawaban laporan keuangan perusahaan menjadi tanggung jawab direktur.     Demikian yang pernah saya lakukan untuk mengelola sebuah perusahaan dengan satu kantor pusat dan 7 kantor divisi. Semoga memberikan wawasan lebih luas dan semoga bermanfaat. Sukses elalu untuk Bapak Hadi Gunawan dan perusahaannya. 




Wednesday, 25 Jul 2018

 

MENGAWALI SEMESTER 2 TAHUN 2018

PELATIHAN KEPEMIMPINAN & MANAJERIAL BPR

 

 Tidak dapat dimungkiri, maju mundurnya sebuah perusahaan ditentukan oleh level kepemimpinan dan manajerial para pengelola perusahaannya. Untuk dapat memimpin dengan baik, seseorang harus mengetahui dan memahami posisinya. Sedangkan untuk mengelola perusahaan dengan baik, seseorang harus menguasai wawasan dan ketrampilan manajerial sesuai dengan jabatannya dan karakteristik perusahaannya.

 

Dalam rangka meningkatkan kualitas kepemimpinan dan manajerial pada bank perkreditan rakyat, BANKERS INSTITUTE menyelenggarakan pelatihan khusus kepemimpinan dan manajerial BPR pada tanggal 14 Juli 2018 yang lalu di Hotel de Laxston Yogyakarta.

Tuesday, 24 Jul 2018

 

ULTAH KE-41, LAUNCHING BUKU:

I WANT YOU…! 8 Interpersonal Skills Yang Dibutuhkan Big Boss

 

 

Apa yang Anda lakukan jika merasa jengkel dan kecewa? Ujung-ujungnya pasti marah bukan? Apalagi jika Anda sudah menginvestasikan uang yang tidak sedikit namun tidak mendapatkan SDM (sumber daya manusia) yang dibutuhkan.

Namun berbeda dengan SURYONO EKOTAMA. Ia santai-santai saja dan melampiaskan kejengkelannya dengan menulis buku ini I WANT YOU…! 8 Interpersonal Skills Yang Dibutuhkan Big Boss.

“Buku ini saya tulis supaya para pelamar kerja dan karyawan itu memiliki 8 interpersonal skills yang dibutuhkan boss. Jadi kami mudah memberinya pekerjaan…”, katanya.

Monday, 23 Jul 2018

VALENTINE DAY 2018,

LAUNCHING BUKU MATINYA PERUSAHAAN GARA-GARA S.O.P.

 

 

 

Tidak mau kalah dengan anak muda masa kini, SURYONO EKOTAMA juga merayakan Valentine Day dengan caranya sendiri yang cukup unik dan mungkin satu-satunya di dunia. Ia meluncurkan buku berjudul MATINYA PERUSAHAAN GARA-GARA S.O.P. Merayakan Valentine Day kok meluncurkan buku, judulnya mengerikan pula? Ketika dikonfirmasi tentang hal tersebut, SURYONO EKOTAMA tertawa:

“Itu karena saya sayang sama pengusaha-pengusaha yang sedang berusaha secara sungguh-sungguh memperbaiki manajemen perusahaannya dan selama ini justru tertipu oleh buku-buku cara membuat SOP abal-abal…”

Setelah ditelusuri di pasaran, memang banyak buku-buku SOP yang isinya hanya saduran buku-buku SOP lainnya yang disusun oleh penulis yang tidak berkompeten dibidangnya (tidak memiliki perusahaan, belum pernah membuat dan menerapkan SOP, tetapi menyusun buku tentang pedoman membuat SOP). Ketika pedoman itu diterapkan oleh pembaca buku, hasilnya adalah SOP yang kontraproduktif, bahkan bisa mematikan perusahaannya.

Copyright 2009 - 2018 :: ekotama. All Rights Reserved.