.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Thursday, 02 May 2019
Permohonan Sharing Knowledge
Muhammad Alfis Budi Sanjaya
Selamat Sore Apakah memungkinkan, kami mengundang Bapak untuk melakukan Sharing Knowledge di Perusahaan? Terima kasih Best Regards Muhammad Alfis
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 4
Total Pengunjung: 1065546

Wednesday, 08 Aug 2018
Tahir
Konsultan SOP

Assalamualaikum,
Apa kabar mas Suryono Ekotama. Saya sudah membeli beberapa buku yg mas  Eoko tulis yg berhubungan dg S.O.P dan sudah sy laksanakan di tempat usaha saya. Kebetulan sy dulu pernah bekerja juga di PT. TAM ( Toyota Astra Motor) di QC division. Di perusahan inipun sy sudah mengenal yg namanya S.O.P. tapi  tidak terlalu detail karena sy lebih cenderung ke Proses Control yg lebih makro. 
Setelah sy membuat S.O.P di tempat usaha sy sendiri (kebetulan usaha kuliner) dan sudah mulai terbiasa membuatnya karena mungkin didukung dg baground sy yg pernah bekerja di manufacture, muncul keinginan sy ingin menjadi konsultan dibidang ini yg menangani permasalahan2 yg ada di perusahan, karena memang hal ini sering sy lakukan ketika sy masih bekerja di Toyota tapi sy disisi karyawan dan tidak menyadari kalau ilmu yg sy miliki ternyata bisa juga dijadikan bisnis, apalagi ditambah dg kemampuan sy dalam berbahasa Jepang, tentu hal ini sangat membantu dalam pekerjaan sy apabila berhubungan dg perusahan Jepang. Dan juga sy ada pengalaman membenahi system Quality Control pada suatu Perusahan Jepang yg merupakan Vendor dari Toyota yg merupakan Vendor dari Toyota. Sy senang dg pemecahan masalah teknis dan improvement. Setelah sy mempraktekkan apa yg sy baca dari buku2 mas Eko, timbul keinginan sy untuk menjual keamampuan sy ini kepada perusahan yg membutuhkannya, tapi mungkin sy tidak tau harus memulai darimana. Jika mas Eko berkenan mungkin bisa mengunakan jasa saya ketika mas Eko ada job yg berhubungan dg pembuatan system ataupun proses seperti yg pernah sy baca pada tulisan mas Eko. Sy juga masih harus banyak belajar dari mas Eko yg sudah sangat berpengalaman di bidang ini. Artinya di bawah supervisi mas Eko, jadi bekerja sambil belajar. 
Mohon tangapannya mengenai keinginan sy ini.
Wassalam,
Tahir Talib
WA 089665917159


Jawaban:
Thursday, 09 Aug 2018

Terimakasih atas atensinya Bapak Tahir Talib. Tentu sangat senang sekali saya diberi kesempatan untuk bekerjasama dengan Bapak. Mohon informasi no HP dan email Bapak, supaya bisa saya catat di daftar mitra kerja, dikirimkan melalui alamat email saya yang tercantum didalam buku saya.

Terimakasih dan sukses selalu...!





Wednesday, 08 May 2019

MEMILIH & DIPILIH

 

Banyak yang menduga saya golput gara-gara menulis artikel berjudul HAK dibawah. Padahal saya menulis artikel itu untuk meluruskan paham-paham demokrasi yang menyimpang. Memilih adalah hak, bukan kewajiban. Jika memilih adalah sebuah kewajiban, pasti ketentuannya sudah tercantum dalam undang-undang yang mengikat seluruh warga negara. Hak tidak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, tentu saja melanggar HAM dan menimbulkan masalah baru. Semoga para elit politik yang suka memaksakan kehendak dengan menakut-nakuti rakyat untuk memilih mereka, cepat sadar dan mau belajar kembali tentang demokrasi. Untuk menjadi bagian atau pemain dari demokrasi, kita harus memahami demokrasi itu sendiri luar dalam. Para penganut machstaat (negara berdasar kekuasaan) tidak layak hidup dalam negara demokrasi dan berbahaya bagi eksistensi demokrasi itu sendiri.

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Friday, 15 Mar 2019

KEPRIBADIAN KONTESTAN PEMILU

Pemilu akan dilaksanakan sebulan lagi. Apakah Anda sudah memiliki pilihan? Siapa yang Anda pilih? Apa pertimbangannya? Apakah hanya semata karena kesamaan golongan dan kesamaan kepentingan? Ataukah ada pertimbangan lain yang lebih beradab?

Sebenarnya ada satu hal yang seharusnya menjadi pertimbangan utama kita untuk memilih kontestan pemilu, yakni kepribadiannya. Kepribadian sangat penting artinya karena menjadi dasar berpikir dan bertindak bagi seseorang. Jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian buruk, maka nasib bangsa ini bisa buruk. Sebaliknya, jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian baik, nasib bangsa ini bisa lebih baik.
Darimana kita menilai kepribadian kontestan pemilu? Caranya sangat mudah, yakni dengan melihat apa yang mereka lakukan selama menjadi kontestan pemilu. Kepribadian mereka tercermin dari pikiran dan tindakannya. Pikiran negatif dan tindakan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat cerminan dari kepribadian yang buruk. Pikiran positif dan tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat mencerminkan kepribadian yang baik.

Dalam menentukan baik buruknya kepribadian kontestan pemilu, indikator umum yang kita gunakan sebagai pedoman adalah:
1. Tidak melanggar peraturan (hukum positif Indonesia)
2. Tidak mengganggu kepentingan umum
3. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
4. Sopan dan beretika

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.