.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Wednesday, 12 Sep 2018
Franchise
Fabian
1. Survey lapangan sudah dibahas di buku anda percaya sama  franchisor saja karena kalau dia gak becus merk dagang dia pasti  tercoreng, jadi menurut anda bagaimana (ciri-ciri) survey yang tidak  bohong ? Karena ada 1 gerai Coffee T
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 2
Total Pengunjung: 972125

Wednesday, 12 Sep 2018
Fabian
Franchise

1. Survey lapangan sudah dibahas di buku anda percaya sama 

franchisor saja karena kalau dia gak becus merk dagang dia pasti 
tercoreng, jadi menurut anda bagaimana (ciri-ciri) survey yang tidak 
bohong ? Karena ada 1 gerai Coffee Toffee daerah Grogol buka pada 
Maret 2017 tutup pada Juli 2018 jadi apakah itu petanda franchisor 
abal-abal ?
2. Gambaran income didapat dari hasil survey lapangan dia ya kan ? 
Contoh 70-100 juta / bulan di mall A atau lokasi B misalkan, nah 
apakah kita perlu langsung percaya sama si franchisor ?
Terima Kasih.


Jawaban:
Thursday, 13 Sep 2018

Terimakasih atas atensinya Bapak Fabian. Berikut ini jawaban atas pertanyaan Anda:

1. Ciri-ciri survey yang tidak bohong adalah survey yang dilakukan langsung di lapangan. Franchisor bisa mempergunakan bermacam metode untuk mengetahui kebutuhan konsumen di wilayah itu terhadap produknya. Mereka sudah memiliki Analis Bisnis yang bertugas khusus untuk melakukan hal itu. Jika kebutuhan konsumen minim, tentu tidak dapat menghasilkan omzet yang cukup untuk menutup biaya operasional perusahaan. Dalam hal terjadi demikian, franchisor akan menolak wilayah tersebut dan menyarankan franchisee memilih wilayah lainnya. Hasil survey tersebut tercakup dalam dokumen yang disebut studi kelayakan usaha. Dokumen tersebut diterbitkan oleh franchisor dan ditandatangani franchisor. Jika franchisor sampai bohong (tidak melakukan survey secara langsung ke masyarakat) dan hanya membuat perhitungan fiktif di dokumen tersebut, tentu menjadi bumerang buat dirinya sendiri. Analisa bisnisnya dipertanyakan dan nama baiknya sebagai franchisor bisa tercoreng karena ketidakprofesionalannya.

Saya kurang tahu apakah merek yang Bapak sebutkan itu sudah memenuhi syarat-syarat franchise atau masih berwujud kemitraan. Jika sudah memenuhi syarat-syarat franchise sesuai undang-undang, tentu bekerja sesuai dengan pedoman peraturan perundangan yang mengatur franchise. Jika masih berwujud kemitraan, mereka bekerja berdasarkan atas kesepakatan perdata belaka. Mohon ditelaah kembali. Sebab banyak pelaku usaha kemitraan yang belum memenuhi persyaratan franchise tetapi di prospectus bisnisnya menyatakan diri sebagai franchisor, semata-mata hanya demi mendulang kepercayaan investor (franchisee). Inilah yang saya maksud sebagai franchisor abal-abal.

Soal gerai franchise bisa tutup dalam hitungan bulan atau beberapa tahun saja, banyak sekali penyebabnya. Tidak semata karena hasil survey yang kurang akurat atau survey bohong. Misalnya: gerai franchise sistem sewa. Perjanjian franchise berlaku 5 tahun dan kelipatannya, tetapi franchisee hanya menyewa lokasi 3 tahun pertama dengan alasan 2 tahun sisanya akan diperpanjang dengan menggunakan hasil gerai selama 3 tahun dimaksud. Seharusnya jika kontrak franchise 5 tahun, sewa lokasi usahanya juga 5 tahun. Namun franchisor kadang memaklumi karena alasannya masuk akal. Namun ketika tiba saatnya perpanjangan sewa lokasi, franchisee tidak mau memperpanjang lagi, dengan berbagai alasannya (misalnya bosan dengan usaha tersebut dan ingin berganti usaha, apalagi keuntungan yang didapatkan sudah mampu mengembalikan modalnya). Otomatis franchisor tidak bisa memaksakan kehendak. Satu-satunya jalan adalah menutup gerai tersebut. Banyak franchisee yang kebanyakan tingkah seperti ini karena mereka merasa berkuasa atas uangnya. Kecuali franchisor berkehendak untuk meneruskan operasional gerai tersebut sendiri. Tetapi inipun tidak mudah, karena ia harus mengeluarkan biaya investasi sewa lokasi dan ada batasan tentang jumlah gerai yang dimiliki franchisor. Jika ia tidak memiliki anggaran untuk sewa lokasi dan sudah menguasai maksimal jumlah gerai, tentu tidak bisa menambah gerai lagi. Tutup adalah cara paling hemat.

Selain itu, perubahan perilaku konsumen juga dapat membuat sebuah gerai tutup. Perilaku konsumen ini seringkali tidak tergambar pada studi kelayakan usaha, karena tidak ada satupun analis bisnis yang berprofesi sebagai peramal dan dapat menebak perilaku konsumen dimasa mendatang. Contoh: jual beli online menyebabkan banyak toko offline tutup. Jika terus buka, biaya operasional lebih tinggi daripada omzet, sehingga bisa merugi. Alternatif paling mudah adalah tutup dan beralih ke bisnis online yang lebih murah biaya operasionalnya.

Selain itu, masih ada lagi penyebab gerai franchise tutup mendadak. Yakni terbitnya peraturan baru yang tidak memungkinkan gerai tersebut melanjutkan operasinya. Ini paling menyebalkan. Biasanya peraturan ini terbit setelah gerai franchise berdiri dan beroperasi normal, bahkan sangat menguntungkan. Tetapi ada pihak yang merasa dirugikan, kemudian dipolitisasi dan muncullah peraturan yang melarang operasional gerai franchise tersebut. Contoh: banyak sekali minimarket yang tutup tiba-tiba karena munculnya perda (peraturan daerah) yang melarang berdirinya minimarket dalam radius 1 km dari pasar tradisional. Padahal pada saat minimarket didirikan tidak ada masalah. Masyarakat juga mendukung karena memudahkan mereka berbelanja. Efek munculnya peraturan ini adalah semua minimarket yang ada dalam radius 1 km dari pasar tradisional tutup mendadak, meskipun studi kelayakan dan operasionalnya sangat menguntungkan.

Jadi banyak sekali factor yang menyebabkan sebuah gerai franchise bisa tutup mendadak, tidak semata karena survey yang tidak akurat atau survey bohong.

2. Unsur utama yang harus terpenuhi dalam sebuah kerjasama bisnis adalah trust (kepercayaan). Jika Anda tidak percaya dengan franchisor, sebaiknya urungkan niat untuk bekerjasama dengan franchisor tersebut, karena hasilnya pasti berantakan dikemudian hari. Ini prinsip dasarnya. Bagaimana jika kita tidak percaya dengan semua pengusaha? Lebih baik tidak berbisnis, karena ketika kita mendirikan bisnis sendiri sekalipun, kita tetap butuh kerjasama dengan pengusaha lain untuk menjalankan operasional bisnis kita. Jadi, kita tidak bisa berdiri sendiri. Cara paling hemat waktu, tenaga dan biaya adalah hanya bekerjasama dengan orang yang kita percayai. Biarkan mereka menjalankan fungsinya dan kita bisa fokus pada apa yang kita kerjakan.

Semoga membantu.

 




Wednesday, 25 Jul 2018

 

MENGAWALI SEMESTER 2 TAHUN 2018

PELATIHAN KEPEMIMPINAN & MANAJERIAL BPR

 

 Tidak dapat dimungkiri, maju mundurnya sebuah perusahaan ditentukan oleh level kepemimpinan dan manajerial para pengelola perusahaannya. Untuk dapat memimpin dengan baik, seseorang harus mengetahui dan memahami posisinya. Sedangkan untuk mengelola perusahaan dengan baik, seseorang harus menguasai wawasan dan ketrampilan manajerial sesuai dengan jabatannya dan karakteristik perusahaannya.

 

Dalam rangka meningkatkan kualitas kepemimpinan dan manajerial pada bank perkreditan rakyat, BANKERS INSTITUTE menyelenggarakan pelatihan khusus kepemimpinan dan manajerial BPR pada tanggal 14 Juli 2018 yang lalu di Hotel de Laxston Yogyakarta.

Tuesday, 24 Jul 2018

 

ULTAH KE-41, LAUNCHING BUKU:

I WANT YOU…! 8 Interpersonal Skills Yang Dibutuhkan Big Boss

 

 

Apa yang Anda lakukan jika merasa jengkel dan kecewa? Ujung-ujungnya pasti marah bukan? Apalagi jika Anda sudah menginvestasikan uang yang tidak sedikit namun tidak mendapatkan SDM (sumber daya manusia) yang dibutuhkan.

Namun berbeda dengan SURYONO EKOTAMA. Ia santai-santai saja dan melampiaskan kejengkelannya dengan menulis buku ini I WANT YOU…! 8 Interpersonal Skills Yang Dibutuhkan Big Boss.

“Buku ini saya tulis supaya para pelamar kerja dan karyawan itu memiliki 8 interpersonal skills yang dibutuhkan boss. Jadi kami mudah memberinya pekerjaan…”, katanya.

Monday, 23 Jul 2018

VALENTINE DAY 2018,

LAUNCHING BUKU MATINYA PERUSAHAAN GARA-GARA S.O.P.

 

 

 

Tidak mau kalah dengan anak muda masa kini, SURYONO EKOTAMA juga merayakan Valentine Day dengan caranya sendiri yang cukup unik dan mungkin satu-satunya di dunia. Ia meluncurkan buku berjudul MATINYA PERUSAHAAN GARA-GARA S.O.P. Merayakan Valentine Day kok meluncurkan buku, judulnya mengerikan pula? Ketika dikonfirmasi tentang hal tersebut, SURYONO EKOTAMA tertawa:

“Itu karena saya sayang sama pengusaha-pengusaha yang sedang berusaha secara sungguh-sungguh memperbaiki manajemen perusahaannya dan selama ini justru tertipu oleh buku-buku cara membuat SOP abal-abal…”

Setelah ditelusuri di pasaran, memang banyak buku-buku SOP yang isinya hanya saduran buku-buku SOP lainnya yang disusun oleh penulis yang tidak berkompeten dibidangnya (tidak memiliki perusahaan, belum pernah membuat dan menerapkan SOP, tetapi menyusun buku tentang pedoman membuat SOP). Ketika pedoman itu diterapkan oleh pembaca buku, hasilnya adalah SOP yang kontraproduktif, bahkan bisa mematikan perusahaannya.

Copyright 2009 - 2018 :: ekotama. All Rights Reserved.