.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Tuesday, 19 Mar 2019
Perjanjian Waralaba
mutia
Halo Bapak Ekotama,<div>Saya Mutia, saat ini saya sedang menyusun kontrak perjanjian waralaba untuk lomba contract drafting. Saya telah membaca buku bapak yang berjudul rahasia kontrak franchise, buku tersebut sangat bermanfaat untuk membimbing
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 3
Total Pengunjung: 1031671

Monday, 25 Feb 2019
Bryan
Tolong bantu menghitung franchise fee dan royalty fee

Saya punya usaha warung makan dankemarin ada yang menawarkan untuk usaha saya difranchisekan di lokasi lain. Saya masih bingung cara menghitung royalty fee dan franchise feenya. dan apa saja yang harus disiapkan oleh franchisor. terima kasih.



Jawaban:
Friday, 15 Mar 2019

Terimakasih atas atensinya Bapak Bryan. Mohon maaf baru bisa membalas konsultasi Bapak. Berikut jawaban atas pertanyaan Bapak:

1. Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan Bapak ini sudah saya ulas lengkap dalam sebuah buku yang berjudul JURUS JITU MEMILIH BISNIS FRANCHISE terbitan Citra Media. Jika memungkinkan, Bapak bisa mencari dan membeli buku tersebut secara online, supaya lebih memahami perhitungannya. Singkatnya akan saya jelaskan berikut ini:

2. ROYALTY FEE
Royalty muncul karena franchisee menggunakan merek milik franchisor. Franchisor hanya boleh memungut royalty jika mereknya minimal sudah didaftarkan di Ditjen HKI Kemenkumham. Jika merek yang Bapak miliki belum terdaftar, otomatis Bapak tidak dapat memungut royalty fee. Besaran royalty fee biasanya antara 5 - 10% dari omzet. Jadi, royalty fee ini dipungut bulanan, sesuai dengan omzet yang tercetak pada bulan berjalan.

3. FRANCHISE FEE
Franchise fee adalah biaya manajemen franchise tersebut. Pada sebuah bisnis franchise, franchisor berkedudukan sebagai pengelola usaha dan franchisee berkedudukan sebagai investor. Untuk mengelola sebuah usaha, diperlukan biaya manajemen. Franchisor berkewajiban memberikan supporting management (bantuan manajerial) kepada franchisee selama berlakunya perjanjian franchise. Misalnya, omzet penjualan menurun, maka franchisor harus turun tangan membantu membenahi manajemen pemasaran outlet tersebut. Biaya supporting management ini ditanggung franchisee, yang disebut franchise fee dan dibayar dimuka untuk satu periode perjanjian franchise. Franchisor menetapkan sendiri franchise fee ini sesuai dengan perhitungan manajemen resikonya masing-masing. Besar kecilnya franchise fee biasanya tergantung besar kecilnya resiko bisnis tersebut. Misalnya, dalam setahun diperkirakan setiap outlet membutuhkan supporting management Rp.10.000.000,-, maka selama 5 tahun periode kontrak franchise nilai franchise fee-nya menjadi Rp.50.000.000,- dan dibayarkan dimuka pada saat perjanjian franchise ditandatangani. Dengan cara ini, franchisor dapat menjamin franchisee bahwa bisnisnya aman. Jika ada masalah, franchisor langsung turun tangan membantu dan franchisee tidak perlu pontang panting membenahi sendiri bisnis yang belum tentu dikuasainya tersebut.

4. Yang perlu disiapkan Franchisor
Banyak sekali. Sebelum Bapak memfranchisekan usaha, Bapak harus mengelola bisnis tersebut minimal 3 tahun berturut-turut dan mengelola minimal 3 outlet di 3 kota yang berbeda. Bapak juga harus membuat laporan keuangan yang audited. Dari laporan keuangan inilah nanti diketahui apakah bisnis Bapak bertumbuh atau tidak. Jika tidak, tentu tidak layak difranchisekan. Jika bertumbuh, Bapak harus membuat prospectus bisnis untuk dipresentasikan kepada calon franchisee. Prospektus bisnis berisi prospek bisnis tersebut untuk minimal 5 tahun kedepan (satu periode kontrak franchise). Selama 5 tahun tersebut Bapak harus dapat menunjukkan potensi bisnis dan potensi laba yang dapat diraup oleh franchisee.
Bapak juga harus mendaftarkan merek di Ditjen HKI Kemenkumham. Proses pendaftaran merek sampai terbitnya sertifikat merek ini sangat lama, mencapai 3 tahun. Tanpa merek terdaftar, Bapak tidak dapat memungut royalty fee. Pastikan merek terdaftar terlebih dahulu, jangan sampai asal menggunakan nama usaha dan akhirnya digugat pihak lain yang sudah memiliki nama usaha itu terlebih dahulu. Jika terjadi demikian, kerugian di pihak Bapak bisa sangat besar nilainya.
Bapak juga harus mempersiapkan segala perijinan yang diperlukan. Jenisnya apa saja, Bapak dapat berkonsultasi langsung ke instansi yang mengurusi perijinan usaha. Jika Bapak ada rencana membuka outlet diluar daerah, waspadai Perda di daerah tujuan. Di Indonesia ini banyak Perda yang terkadang tidak masuk akal bagi dunia usaha. Hindari resiko financial akibat tidak mempelajari Perda-perda ini terlebih dahulu.
Setelah seluruhnya siap, Bapak harus mempersiapkan tim manajemen di kantor pusat Bapak. Tim inilah yang akan diterjunkan untuk membuka outlet baru, sekaligus mengurus usaha dan menangani resiko jika terjadi masalah manajemen. Banyak franchisor gagal karena mereka tidak mampu membangun tim manajemen yang solid. Tim manajemen ini sangat memboroskan biaya soalnya, gajinya besar-besar sesuai dengan kapabilitasnya, sehingga banyak franchisor ogah membuatnya. Padahal sangat penting artinya untuk menjaga kelangsungan usaha, bukan hanya semata membuka outlet saja. Membuka outlet gampang, menjaga kelangsungan usahanya yang sulit. Di dalam tim manajemen ini harus ada ahli produksi, ahli pemasaran, ahli keuangan, ahli sumberdaya manusia, ahli operasional, dll.
Setelah semuanya siap, barulah Bapak dapat menyusun dan menandatangani perjanjian franchise dengan calon franchisee. Isi perjanjian franchise adalah hak dan kewajiban franchisor-franchisee. Harus seimbang. Jika tidak seimbang, hanya menguntungkan salah satu pihak, bisa dipastikan bisnis franchisenya tidak akan bertahan lama. Jadi jangan buru-buru menandatangani perjanjian franchise sebelum siap secara manajerial. Kredibilitas Bapak sebagai pebisnis dipertaruhkan. Lebih baik bersabar dan mempersiapkan segalanya terlebih dahulu, sehingga dapat meminimalisir resiko dikemudian hari.

Semoga membantu. Sukses selalu...!

 




Friday, 15 Mar 2019

KEPRIBADIAN KONTESTAN PEMILU

Pemilu akan dilaksanakan sebulan lagi. Apakah Anda sudah memiliki pilihan? Siapa yang Anda pilih? Apa pertimbangannya? Apakah hanya semata karena kesamaan golongan dan kesamaan kepentingan? Ataukah ada pertimbangan lain yang lebih beradab?

Sebenarnya ada satu hal yang seharusnya menjadi pertimbangan utama kita untuk memilih kontestan pemilu, yakni kepribadiannya. Kepribadian sangat penting artinya karena menjadi dasar berpikir dan bertindak bagi seseorang. Jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian buruk, maka nasib bangsa ini bisa buruk. Sebaliknya, jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian baik, nasib bangsa ini bisa lebih baik.
Darimana kita menilai kepribadian kontestan pemilu? Caranya sangat mudah, yakni dengan melihat apa yang mereka lakukan selama menjadi kontestan pemilu. Kepribadian mereka tercermin dari pikiran dan tindakannya. Pikiran negatif dan tindakan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat cerminan dari kepribadian yang buruk. Pikiran positif dan tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat mencerminkan kepribadian yang baik.

Dalam menentukan baik buruknya kepribadian kontestan pemilu, indikator umum yang kita gunakan sebagai pedoman adalah:
1. Tidak melanggar peraturan (hukum positif Indonesia)
2. Tidak mengganggu kepentingan umum
3. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
4. Sopan dan beretika

Wednesday, 25 Jul 2018

 

MENGAWALI SEMESTER 2 TAHUN 2018

PELATIHAN KEPEMIMPINAN & MANAJERIAL BPR

 

 Tidak dapat dimungkiri, maju mundurnya sebuah perusahaan ditentukan oleh level kepemimpinan dan manajerial para pengelola perusahaannya. Untuk dapat memimpin dengan baik, seseorang harus mengetahui dan memahami posisinya. Sedangkan untuk mengelola perusahaan dengan baik, seseorang harus menguasai wawasan dan ketrampilan manajerial sesuai dengan jabatannya dan karakteristik perusahaannya.

 

Dalam rangka meningkatkan kualitas kepemimpinan dan manajerial pada bank perkreditan rakyat, BANKERS INSTITUTE menyelenggarakan pelatihan khusus kepemimpinan dan manajerial BPR pada tanggal 14 Juli 2018 yang lalu di Hotel de Laxston Yogyakarta.

Tuesday, 24 Jul 2018

 

ULTAH KE-41, LAUNCHING BUKU:

I WANT YOU…! 8 Interpersonal Skills Yang Dibutuhkan Big Boss

 

 

Apa yang Anda lakukan jika merasa jengkel dan kecewa? Ujung-ujungnya pasti marah bukan? Apalagi jika Anda sudah menginvestasikan uang yang tidak sedikit namun tidak mendapatkan SDM (sumber daya manusia) yang dibutuhkan.

Namun berbeda dengan SURYONO EKOTAMA. Ia santai-santai saja dan melampiaskan kejengkelannya dengan menulis buku ini I WANT YOU…! 8 Interpersonal Skills Yang Dibutuhkan Big Boss.

“Buku ini saya tulis supaya para pelamar kerja dan karyawan itu memiliki 8 interpersonal skills yang dibutuhkan boss. Jadi kami mudah memberinya pekerjaan…”, katanya.

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.