.:: Selamat Datang di Website Suryono Ekotama ::.
Thursday, 02 May 2019
Permohonan Sharing Knowledge
Muhammad Alfis Budi Sanjaya
Selamat Sore Apakah memungkinkan, kami mengundang Bapak untuk melakukan Sharing Knowledge di Perusahaan? Terima kasih Best Regards Muhammad Alfis
Konsultasi Ekotama
Tuesday, 25 Jul 2017
INTEGRITAS
INTEGRITAS Apakah Anda pernah mengalami kejadian seperti ini? 1.Ada karyawan yang bertabiat buruk, selalu terlambat masuk kantor, mengantuk (sesekali hingga tertidur) di kantor, malas-malasan pada jam kerja, bahkan menggunakan jam kerja untuk melak
Pengunjung Saat ini: 5
Total Pengunjung: 1065549

Saturday, 09 Oct 2010
michael wijaya
pengawasan usaha

salam kenal pa Eko.Saya sdh membaca buku anda Cara Gampang Bikin SOP.Bidang usaha saya adalah retailer komponen elektronik,modul2 audio,service peralatan audio, upgrade peralatan audio dan produksi modul2 audio.Saat ini setelah membaca buku anda saya menyusun sop darurat.Pertanyaannya:
1.apakah masing2 bid usaha {retailer,jasa service,produksi}harus dibuat pembukuannya masing2 jadi ada 3 buku atau dijadikan 1 buku semuanya,mengingat semua order masuk melalui toko
2.Bagamana pengawasan keuangannya supaya tidak banyak bocor karena saya tidak mau harus tiap hari nongkrongin toko.Bisa2 otak saya beku kena urusan rutinitas toko.Terima kasih atas konsultasinya



Jawaban:
Sunday, 17 Oct 2010

Terimakasih telah bersedia membaca buku saya, Pak Michael. Berikut ini jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Anda :

  1. Pembukuan sebaiknya dilakukan secara komputerisasi. Anda dapat memesan software khusus kepada programer akuntasi & keuangan sesuai dengan karakteristik bisnis Anda. Singkatnya begini: Inputnya satu pintu (dilakukan oleh kasir/admin), namun dengan program itu Anda juga dapat melihat rincian penjualan terhadap 3 bidang yang berbeda (retailer, jasa service, produksi). Tiap akhir bulan, Anda tinggal cetak saja laporan keuangan. Jika Anda sudah memiliki program ini, 75% Anda sudah terbebas dari toko.
  2. Supaya Anda tidak terkungkung di toko 100%, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Kalau barang-barang retailer harganya sudah standar, demikian pula barang hasil produksi sendiri. Nah, untuk jasa service, ongkosnya distandarkan juga, sehingga kasir/admin/CS dapat memberikan harga sesuai order tanpa harus menunggu keputusan Anda. Standarisasi harga dan pekerjaan ini termasuk dalam SOP yang Anda buat itu dan menjadi pedoman bagi karyawan untuk bekerja tanpa perlu ditunggui (kalau perlu dimasukkan dalam komputer sekalian). Untuk pengamanan, sistem inventory (stock) harus terintegrasi dengan sistem transaksi, sehingga Anda bisa mudah mengecek stok dan barang terjual. Untuk Jasa Service dibuatkan beberapa formulir yang harus ditandatangani oleh mekanik, driver, kasir sampai supervisor. Setelah itu, faktur pembayaran yang sah adalah faktur hasil print out yang ditandatangani kasir & supervisor. Cara manual yang digabungkan dengan sistem komputerisasi ini menyulitkan karyawan berbuat curang. Pembuatan sistem komputerisasinya sendiri mungkin memerlukan waktu beberapa bulan, namun setelah itu Anda terbebas dari kungkungan toko.

Semoga bermanfaat. Sukses selalu!





Wednesday, 08 May 2019

MEMILIH & DIPILIH

 

Banyak yang menduga saya golput gara-gara menulis artikel berjudul HAK dibawah. Padahal saya menulis artikel itu untuk meluruskan paham-paham demokrasi yang menyimpang. Memilih adalah hak, bukan kewajiban. Jika memilih adalah sebuah kewajiban, pasti ketentuannya sudah tercantum dalam undang-undang yang mengikat seluruh warga negara. Hak tidak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, tentu saja melanggar HAM dan menimbulkan masalah baru. Semoga para elit politik yang suka memaksakan kehendak dengan menakut-nakuti rakyat untuk memilih mereka, cepat sadar dan mau belajar kembali tentang demokrasi. Untuk menjadi bagian atau pemain dari demokrasi, kita harus memahami demokrasi itu sendiri luar dalam. Para penganut machstaat (negara berdasar kekuasaan) tidak layak hidup dalam negara demokrasi dan berbahaya bagi eksistensi demokrasi itu sendiri.

Thursday, 04 Apr 2019

HAK

 

Di negara demokrasi, memilih dan dipilih dalam sebuah event pemilu adalah HAK, bukan kewajiban. Setiap warga negara memiliki HAK UNTUK DIPILIH menjadi pemimpin bangsa, kecuali yang haknya dicabut oleh pengadilan karena tindak pidana yang dilakukannya. Sebaliknya, setiap warga negara juga memiliki HAK UNTUK MEMILIH pemimpin bangsa yang dapat mensejahterakan dirinya. Dengan demikian, pemilu diharapkan menjadi sebuah kontestasi yang adil dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Namun ada saja kelakuan orang-orang yang tidak memahami demokrasi. Pikiran mereka terpapar oleh paham otoritarian (meskipun mereka mengingkarinya). Namun fakta yang terjadi secara kasat mata menggambarkan hal itu. Mereka dengan segala kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya "memaksakan kehendak" kepada orang lain, mengubah hak menjadi kewajiban. Menurut paham mereka ini, memilih adalah kewajiban warga negara. Jika warga negara tidak melaksanakan "kewajiban" (versi mereka itu) dapat terkena sanksi. Begitu mereka menyebutkan sanksi, mereka tidak hanya "memaksakan kehendak" saja, tetapi juga "mengancam". Tentu saja ancaman ini muncul lagi-lagi karena kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya. Tanpa kewenangan dan jabatan yang melekat pada dirinya itu, mereka bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki kemampuan memaksakan kehendak dan mengancam warga negara lainnya.

Friday, 15 Mar 2019

KEPRIBADIAN KONTESTAN PEMILU

Pemilu akan dilaksanakan sebulan lagi. Apakah Anda sudah memiliki pilihan? Siapa yang Anda pilih? Apa pertimbangannya? Apakah hanya semata karena kesamaan golongan dan kesamaan kepentingan? Ataukah ada pertimbangan lain yang lebih beradab?

Sebenarnya ada satu hal yang seharusnya menjadi pertimbangan utama kita untuk memilih kontestan pemilu, yakni kepribadiannya. Kepribadian sangat penting artinya karena menjadi dasar berpikir dan bertindak bagi seseorang. Jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian buruk, maka nasib bangsa ini bisa buruk. Sebaliknya, jika kita memberikan kekuasaan kepada orang yang berkepribadian baik, nasib bangsa ini bisa lebih baik.
Darimana kita menilai kepribadian kontestan pemilu? Caranya sangat mudah, yakni dengan melihat apa yang mereka lakukan selama menjadi kontestan pemilu. Kepribadian mereka tercermin dari pikiran dan tindakannya. Pikiran negatif dan tindakan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat cerminan dari kepribadian yang buruk. Pikiran positif dan tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat mencerminkan kepribadian yang baik.

Dalam menentukan baik buruknya kepribadian kontestan pemilu, indikator umum yang kita gunakan sebagai pedoman adalah:
1. Tidak melanggar peraturan (hukum positif Indonesia)
2. Tidak mengganggu kepentingan umum
3. Mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
4. Sopan dan beretika

Copyright 2009 - 2019 :: ekotama. All Rights Reserved.